MIMIKA – Konflik antara kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki belum berujung. Dua kelompok masih terus bersitegang dan konflik kerap pecah tanpa waktu yang ditentukan. Seperti yang terjadi Minggu, (4/1) kemarin dimana seorang pria tewas mengenaskan. Puluhan anak panah tertancap dari kepala hingga kakinya. Iapun tewas seketika di lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di sosial media, aksi saling serang dengan menggunakan busur dan anak panah itu terjadi disekitar lapangan bola Distrik Kwamki Narama. Dalam bentrok tersebut, seorang warga dilaporkan tewas mengenaskan setelah dihujani puluhan anak panah mulai dari kepala hingga sekujur tubuhnya.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu sore membenarkan hal tersebut. “Benar (ada korban meninggal dunia),” jawabnya singkat. Iptu Yusak mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi sekitar pukul 13.25 WIT. Korban bernama Jori Murib ini menurut Kapolsek baru tiba dua hari di Kwamki Narama dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Sebelum kejadian, yang bersangkutan sempat mengkonsumsi minuman keras bersama sekelompok orang dari kelompok Newegalen. Setelah mengkonsumsi minuman keras, korban kemudian pergi meninggalkan lokasi dan keluar ke jalan utama di sekitar lapangan sepak bola.
MIMIKA – Konflik antara kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki belum berujung. Dua kelompok masih terus bersitegang dan konflik kerap pecah tanpa waktu yang ditentukan. Seperti yang terjadi Minggu, (4/1) kemarin dimana seorang pria tewas mengenaskan. Puluhan anak panah tertancap dari kepala hingga kakinya. Iapun tewas seketika di lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di sosial media, aksi saling serang dengan menggunakan busur dan anak panah itu terjadi disekitar lapangan bola Distrik Kwamki Narama. Dalam bentrok tersebut, seorang warga dilaporkan tewas mengenaskan setelah dihujani puluhan anak panah mulai dari kepala hingga sekujur tubuhnya.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu sore membenarkan hal tersebut. “Benar (ada korban meninggal dunia),” jawabnya singkat. Iptu Yusak mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi sekitar pukul 13.25 WIT. Korban bernama Jori Murib ini menurut Kapolsek baru tiba dua hari di Kwamki Narama dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Sebelum kejadian, yang bersangkutan sempat mengkonsumsi minuman keras bersama sekelompok orang dari kelompok Newegalen. Setelah mengkonsumsi minuman keras, korban kemudian pergi meninggalkan lokasi dan keluar ke jalan utama di sekitar lapangan sepak bola.