Dianggap Orang Tua Bagi Pemain Persipura
JAYAPURA – Keluarga besar Persipura Jayapura tengah berduka. Salah satu legenda terbaik yang pernah dimiliki klub kebanggaan masyarakat Papua itu, Marthen Metusalah Dwaramuri, menghembuskan napas terakhir pada Selasa (27/1) di kediamannya, kawasan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Selatan.
Kepergian pria kelahiran Sorong, Papua Barat ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Persipura Jayapura, tetapi juga bagi seluruh pecinta sepak bola Papua dan Indonesia. Marthen Metusalah Dwaramuri atau yang akrab disapa Coach Metu, dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya bagi sepak bola, pembinaan karakter pemain, serta pelayanan iman di lingkungan Persipura Jayapura.
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), mengungkapkan duka cita mendalam atas wafatnya sosok yang telah puluhan tahun berjalan bersama Persipura tersebut. “Kita semua saat ini berada dalam kesedihan yang sangat dalam. Kesedihan atas kepergian seseorang yang sama-sama kita cintai, kita kasihi, dan kita sayangi,” ujar BTM.
BTM mengenang Coach Metu sebagai pribadi yang murah senyum, ceria, humoris, namun juga dikenal tegas dan keras di pinggir lapangan. Menurutnya, ketegasan itu merupakan jati diri anak Papua pejuang, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab secara profesional. Di balik ketegasannya, Coach Metu dikenal memiliki jiwa kebapakan yang sangat kuat. Ia bukan hanya pelatih, tetapi telah menjadi sosok ayah bagi para pemain Persipura lintas generasi.
Dianggap Orang Tua Bagi Pemain Persipura
JAYAPURA – Keluarga besar Persipura Jayapura tengah berduka. Salah satu legenda terbaik yang pernah dimiliki klub kebanggaan masyarakat Papua itu, Marthen Metusalah Dwaramuri, menghembuskan napas terakhir pada Selasa (27/1) di kediamannya, kawasan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Selatan.
Kepergian pria kelahiran Sorong, Papua Barat ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Persipura Jayapura, tetapi juga bagi seluruh pecinta sepak bola Papua dan Indonesia. Marthen Metusalah Dwaramuri atau yang akrab disapa Coach Metu, dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya bagi sepak bola, pembinaan karakter pemain, serta pelayanan iman di lingkungan Persipura Jayapura.
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), mengungkapkan duka cita mendalam atas wafatnya sosok yang telah puluhan tahun berjalan bersama Persipura tersebut. “Kita semua saat ini berada dalam kesedihan yang sangat dalam. Kesedihan atas kepergian seseorang yang sama-sama kita cintai, kita kasihi, dan kita sayangi,” ujar BTM.
BTM mengenang Coach Metu sebagai pribadi yang murah senyum, ceria, humoris, namun juga dikenal tegas dan keras di pinggir lapangan. Menurutnya, ketegasan itu merupakan jati diri anak Papua pejuang, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab secara profesional. Di balik ketegasannya, Coach Metu dikenal memiliki jiwa kebapakan yang sangat kuat. Ia bukan hanya pelatih, tetapi telah menjadi sosok ayah bagi para pemain Persipura lintas generasi.