Di dalam lorong besar tersebut, tidak ada dinding permanen yang memisahkan area tidur narapidana satu dengan yang lainnya. Bahkan untuk menandai batas area personal tempat tidur, warga binaan hanya memanfaatkan perabotan seadanya.
“Bentuk bangunannya pun kamar-kamarnya tidak bersekat-sekat tersendiri. Dalam artian bahwa di Lapas Abepura ini sebuah lorong yang loss begitu. Tempat tidur mereka hanya dibatasi oleh lemari kardus pakaian mereka,” ungkap Edy.
Kondisi tersebut membuktikan bahwa narapidana kasus Tipikor tidak ditempatkan di sel khusus satu orang (single cell) ber-AC atau berfasilitas mewah seperti yang sering dikhawatirkan masyarakat.
“Jadi bukan ada satu orang napi dalam satu kamar khusus, enggak ada. Tempat tidurnya dibatasi oleh kardus-kardus pakaian mereka. Jadi tidak ada yang istimewa. Saya pastikan itu,” tambahnya.
Kekhawatiran dan sorotan publik terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan kembali mencuat belakangan ini dipicu oleh terungkapnya keberadaan fasilitas hunian mewah bagi narapidana tertentu di Lapas Cibinong yang sempat menyedot perhatian nasional pada pekan lalu.
Isu tersebut memantik prasangka masyarakat mengenai masih adanya praktik tebang pilih dan keistimewaan bagi terpidana kasus tindak pidana korupsi di balik penjara.
Namun, kekwatiran masyarakat Kota Jayapura itu pun langsung di bantah oleh kepala lapas Abepura. Dalam keterangannya ia kembali tegas dan memastikan tidak adanya celah permainan fasilitas di dalam lapas Abepura. Karena itu ia menyambutnya dengan jaminan integritas penuh.
Di dalam lorong besar tersebut, tidak ada dinding permanen yang memisahkan area tidur narapidana satu dengan yang lainnya. Bahkan untuk menandai batas area personal tempat tidur, warga binaan hanya memanfaatkan perabotan seadanya.
“Bentuk bangunannya pun kamar-kamarnya tidak bersekat-sekat tersendiri. Dalam artian bahwa di Lapas Abepura ini sebuah lorong yang loss begitu. Tempat tidur mereka hanya dibatasi oleh lemari kardus pakaian mereka,” ungkap Edy.
Kondisi tersebut membuktikan bahwa narapidana kasus Tipikor tidak ditempatkan di sel khusus satu orang (single cell) ber-AC atau berfasilitas mewah seperti yang sering dikhawatirkan masyarakat.
“Jadi bukan ada satu orang napi dalam satu kamar khusus, enggak ada. Tempat tidurnya dibatasi oleh kardus-kardus pakaian mereka. Jadi tidak ada yang istimewa. Saya pastikan itu,” tambahnya.
Kekhawatiran dan sorotan publik terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan kembali mencuat belakangan ini dipicu oleh terungkapnya keberadaan fasilitas hunian mewah bagi narapidana tertentu di Lapas Cibinong yang sempat menyedot perhatian nasional pada pekan lalu.
Isu tersebut memantik prasangka masyarakat mengenai masih adanya praktik tebang pilih dan keistimewaan bagi terpidana kasus tindak pidana korupsi di balik penjara.
Namun, kekwatiran masyarakat Kota Jayapura itu pun langsung di bantah oleh kepala lapas Abepura. Dalam keterangannya ia kembali tegas dan memastikan tidak adanya celah permainan fasilitas di dalam lapas Abepura. Karena itu ia menyambutnya dengan jaminan integritas penuh.