Bom Peninggalan Perang Meledak, Lima Orang Tewas

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan area ledakan belum sepenuhnya aman sehingga masyarakat diminta tidak mendekati tempat kejadian perkara (TKP) hingga proses pengamanan selesai dilakukan.

Untuk memperkuat pengamanan, personel Brimob Polda Papua diterjunkan ke lokasi guna melakukan penyisiran ulang dan memastikan tidak ada potensi ancaman lain yang dapat membahayakan warga. “Kami menyarankan dan meminta kepada seluruh masyarakat agar menjauhi lokasi dan tidak mendekati TKP, karena area tersebut dipastikan belum aman sepenuhnya,” kata Ari.

Menurut Kapolres, aparat gabungan masih terus melakukan sterilisasi guna mengantisipasi kemungkinan adanya material berbahaya atau risiko ledakan susulan. “Kami akan terus mensterilkan lokasi ini sampai betul-betul aman dari risiko ledakan susulan maupun dampak berbahaya lainnya,” tegasnya. Selain melakukan pengamanan, aparat juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Basarnas, serta instansi terkait dalam penanganan insiden tersebut.

Baca Juga :  Belasan Kali ke Papua, Jokowi Ibarat Pengembara Tanpa Jejak

Polres Biak Numfor bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan perkembangan penanganan di lapangan akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat. Seperti diketahui, tempat kejadian ledakan ini adalah salah satu rumah panggung (rumah berlabuh diatas laut) di kompleks pemukiman masyarakat, tepatnya di Kompleks Rumah Berlabuh yang ada di Belakang Ex Damri tak jauh dari Hotel Intsia atau Pasar Ikan Fandoy/Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Biak Numfor, di Kelurahan Fandoy, Distrik Biak Kota.

“Lima korban telah ditemukan dalam kedaan tewas, tiga orang menjadi korban masih dalam pencarian,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangan resmi, di TKP, Minggu (31/5) malam.

Warga mengaku tidak heran jika lokasi kampung ini kerap mengolah sisa bom peninggalan untuk dirakit menjadi bom ikan. Biasanya digergaji lalu bubuk-bubuknya diambil untuk dibuat bom (dopis) untuk ikan. Namun upaya kali ini berujung nahas karena terjadi ledakan dan menimbulkan korban jiwa. Di lokasi terlihat tak hanya rumah-rumah yang roboh, ada yang rata di bawah laut, lalu kaca gereja pecah berjatuhan ke lantai.

Baca Juga :  Korsleting, Taksi Ludes Terbakar

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan area ledakan belum sepenuhnya aman sehingga masyarakat diminta tidak mendekati tempat kejadian perkara (TKP) hingga proses pengamanan selesai dilakukan.

Untuk memperkuat pengamanan, personel Brimob Polda Papua diterjunkan ke lokasi guna melakukan penyisiran ulang dan memastikan tidak ada potensi ancaman lain yang dapat membahayakan warga. “Kami menyarankan dan meminta kepada seluruh masyarakat agar menjauhi lokasi dan tidak mendekati TKP, karena area tersebut dipastikan belum aman sepenuhnya,” kata Ari.

Menurut Kapolres, aparat gabungan masih terus melakukan sterilisasi guna mengantisipasi kemungkinan adanya material berbahaya atau risiko ledakan susulan. “Kami akan terus mensterilkan lokasi ini sampai betul-betul aman dari risiko ledakan susulan maupun dampak berbahaya lainnya,” tegasnya. Selain melakukan pengamanan, aparat juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Basarnas, serta instansi terkait dalam penanganan insiden tersebut.

Baca Juga :  TNI/Polri Ditempatkan di Daerah Rawan KKB

Polres Biak Numfor bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan perkembangan penanganan di lapangan akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat. Seperti diketahui, tempat kejadian ledakan ini adalah salah satu rumah panggung (rumah berlabuh diatas laut) di kompleks pemukiman masyarakat, tepatnya di Kompleks Rumah Berlabuh yang ada di Belakang Ex Damri tak jauh dari Hotel Intsia atau Pasar Ikan Fandoy/Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Biak Numfor, di Kelurahan Fandoy, Distrik Biak Kota.

“Lima korban telah ditemukan dalam kedaan tewas, tiga orang menjadi korban masih dalam pencarian,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangan resmi, di TKP, Minggu (31/5) malam.

Warga mengaku tidak heran jika lokasi kampung ini kerap mengolah sisa bom peninggalan untuk dirakit menjadi bom ikan. Biasanya digergaji lalu bubuk-bubuknya diambil untuk dibuat bom (dopis) untuk ikan. Namun upaya kali ini berujung nahas karena terjadi ledakan dan menimbulkan korban jiwa. Di lokasi terlihat tak hanya rumah-rumah yang roboh, ada yang rata di bawah laut, lalu kaca gereja pecah berjatuhan ke lantai.

Baca Juga :  Korsleting, Taksi Ludes Terbakar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya