Dengan penghentian itu, maka 6 korban yang dinyatakan meninggal akibat insiden itu, sementara 3 orang lainnya dinyatakan hilang. Namun, keseluruhan tim SAR dan gabungan berhasil memngumpulkan 94 serpihan potongan tubuh manusia. Sementara ti
Lokasi tersebut berada sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Biak dan dinilai aman karena jauh dari pemukiman warga maupun akses jalan raya. Kegiatan disposal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas penyerahan bahan peledak oleh masyarakat
Dalam rilis yang disampaikan Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, bersama tim gabungan Polda Papua dan instansi terkait, disebutkan bahwa tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan tambahan tersebut, selama dua
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, menjelaskan menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Identifikasi Polres Jayapura yang dipimpin Ps. Kaur Ident Satreskrim segera mendatangi lokasi gun
Tak hanya melihat dari dekat rumah-rumah yang rusak akibat ledakan di sepanjang pantai, tetapi Ia juga bertemu langsung dengan korban ledakan di lokasi penampungan, di Hotel Mapia Biak. Dalam kesempatan itu, Yan Mandenas bersama Bupati Mark
Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang ditemukan di perairan Biak Numfor. Hal ini menandakan bahwa posisi Biak merupakan tempat yang sangat strategis sebagai pangkalan militer utama dan
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar pukul 11.00 WIT. Saat menggali tanah untuk membuat perangkap ikan, mereka menemukan sebuah benda besi berukuran besar yang bentuknya meny
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM kembali mengingatkan masyarakat supaya waspada terhadap bahaya bahan peledak sisa Perang Dunia II seperti mortir atau bom. Tindakan seperti mengergaji atau mengerinda bahan peledak ter
Menurut warga, kekuatan ledakan yang terjadi di pinggiran pantai ini terbilang sangat masif. Detik-detik mencekam saat ledakan terjadi bahkan terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di area Pelabuhan Biak dan videonya viral di media sosial. War
Kali ini adalah Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman yang mengunjungi Pulau Owi bersama rombongannya untuk melihat dari dekat salah satu bukti sejarah kekuatan AS dan sekutunya diwilay