alexametrics
28.7 C
Jayapura
Thursday, May 26, 2022

10 Pengeroyok Anak di Bawah Umur Diamankan

Para pelaku pengeroyokan anak dibawah umur yang rekaman videonya viral di Facebook saat dimintai keterangan di Mapolda Papua, Rabu (1/4). ( FOTO: Elfira/Cepos)

Senyum-senyum saat Diperiksa, Pelaku Mengaku Kesal Sehingga Menganiaya Korban

JAYAPURA- Tak butuh waktu lama, personel gabungan Direktorat Reskrimum Polda Papua bersama Tim Charli dan Tim Delta Polresta Jayapura Kota berhasil amankan 10 pelaku pengeroyokan terhadap anak dibawah umur berinisial K (14) yang terjadi di jalur antara GOR Trikora Uncen dan tembok kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Uncen, Selasa (31/3) malam.

Kesepuluh pelaku diamankan setelah orang tua korban dan korban datang melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua, Rabu (1/4) sekira pukul 09:00 WIT. Kurang dari dua jam, para pelaku diamankan di Kompleks Perumnas 1 Youtefa Graha Distrik Heram.

Adapun inisial 10 pelaku yakni JMR (17), LD (18), IM (20), SP (18), VD (19), SM (17), VM (21), IN (16), MIA (18) dan ME (17). Kesepuluh orang tersebut kini sedang diamankan di Mapolda Papua guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dimintai keterangan di kantor Direktorat Kriminal Umum Polda Papua, 10 pelaku terlihat santai dan malah ada sebagian dari mereka yang senyum-senyum saat ditanyai penyidik. Sementara korban sendiri, terus didampingi ibunya guna dilakukan pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, dari pemeriksaan awal para pelaku melakukan pemukulan terhadap korban karena merasa tersinggung dengan ucapan makian yang diduga dilontarkan korban. Makian tersebut membuat pelaku kesal, sehingga memukul korban.

Baca Juga :  Rekayasa Jalan di Entrop Harus Dimantapkan

“Saat ini penyidik belum menetapkan 10 orang tersebut  sebagai tersangka, karena menunggu hasil pemeriksaan Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua,” ucap Kamal.

Kabid Humas juga menyesalkan kejadian itu. Apalagi saat semua konsentrasi terhadap penanganan virus Corona, para remaja ini justru keluar pada jam-jam yang tidak wajar.

“Seharusnya pada jam-jam malam itu anak-anak terutama perempuan tetap berada di rumah, bukan malah berada di luar rumah. Para orang tua juga harus memperhatikan anak mereka, jika belum berada di rumah saat malam hari harusnya dicari,” pinta Kamal.

Adapun 10 pelaku pengeroyokan lanjut Kamal diamankan di Mapolda Papua berserta barang bukti guna proses pemeriksaan.

Sementara itu Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Papua Kompol  Adanan M menyampaikan para pelaku bisa disangkakan Pasal 170 KUHP pengeroyokan dan UU Perlindungan Anak.

Sebelumnya, rekaman video viral di media sosial Facebook yang menunjukan aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok remaja. Video yang berdurasi 2 menit tersbeut pertama kali dibagikan akun Facebook bernama Patrick Cynk Dya menggegerkan pengguna Facebook lainnya.

Dalam vedio yang dibagikan Rabu (1/4), sekira pukul 02:00 WIT dini hari, lokasi kejadian di jalur antara GOR Trikora Uncen 

dan tembok FKM Uncen. Tampak seorang anak berbaju putih bercelana pendek dipukul secara bergantian oleh sekelompok orang yang berjumlah 6 hingga 7 orang. 

Baca Juga :  Padat Karya Syarat Utama Salurkan Program Lanny Jaya Mandiri

“Adoooo bapak, sakit,” teriak sang anak yang diketahui berusia 14 tahun usai dipukul secara bergantian lalu jatuh tergeletak di atas aspal.

Kendati korban sudah berteriak kesakitan lantaran dipukul secara bergantian oleh orang-orang yang lebih basar darinya, namun sekelompok orang tersebut tetap melakukan aksi pemukul secara bergantian.

“Tong masalah deng dia, dia maki torang,” ucap dari salah seorang yang ikut memukul.

Video yang mendapatkan like sebanyak 236, 1.032 komentar dan 905 kali dibagikan itu membuat geram dan mendapat berbagai komentar dari pengguna akun Facebook lainnya. Pemilik akun Facebook bernama Fitri Letisha dalam kolom komentarnya menulis, “Coba dilerai kah, ini main keroyok. Otak dimana ee yang main pukul-pukul itu. Mudah-mudahan ditangkap itu pelakunya,” 

Sementara akun Facebook bernama Tanggo Lomo dalam kolom komentar menulis “Ini dampak dari Corona sekolah libur tra mau diam di rumah, maunya diam di trail besi. Jadi ikut dong pung mau sudah, Pak Polisi, kalau bisa kasih viral lagi waktu di tempat yang dong inginkan” tulisnya.

Akun facebook lainnya menulis “Manusia terkutuk, semoga kamu lagi dapat balasan yang setimpal,” tulis akun facebook Wilson Lase lalu disambung komentar akun Facebook Dgi Rcbr Degei “Hal sepele saja main fisik bagaimana persaudaraan akan terjaga, yang ada generasi akan semakin hancur” tulisnya dikolom komentar. (fia/nat)

Para pelaku pengeroyokan anak dibawah umur yang rekaman videonya viral di Facebook saat dimintai keterangan di Mapolda Papua, Rabu (1/4). ( FOTO: Elfira/Cepos)

Senyum-senyum saat Diperiksa, Pelaku Mengaku Kesal Sehingga Menganiaya Korban

JAYAPURA- Tak butuh waktu lama, personel gabungan Direktorat Reskrimum Polda Papua bersama Tim Charli dan Tim Delta Polresta Jayapura Kota berhasil amankan 10 pelaku pengeroyokan terhadap anak dibawah umur berinisial K (14) yang terjadi di jalur antara GOR Trikora Uncen dan tembok kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Uncen, Selasa (31/3) malam.

Kesepuluh pelaku diamankan setelah orang tua korban dan korban datang melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua, Rabu (1/4) sekira pukul 09:00 WIT. Kurang dari dua jam, para pelaku diamankan di Kompleks Perumnas 1 Youtefa Graha Distrik Heram.

Adapun inisial 10 pelaku yakni JMR (17), LD (18), IM (20), SP (18), VD (19), SM (17), VM (21), IN (16), MIA (18) dan ME (17). Kesepuluh orang tersebut kini sedang diamankan di Mapolda Papua guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dimintai keterangan di kantor Direktorat Kriminal Umum Polda Papua, 10 pelaku terlihat santai dan malah ada sebagian dari mereka yang senyum-senyum saat ditanyai penyidik. Sementara korban sendiri, terus didampingi ibunya guna dilakukan pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, dari pemeriksaan awal para pelaku melakukan pemukulan terhadap korban karena merasa tersinggung dengan ucapan makian yang diduga dilontarkan korban. Makian tersebut membuat pelaku kesal, sehingga memukul korban.

Baca Juga :  Rekayasa Jalan di Entrop Harus Dimantapkan

“Saat ini penyidik belum menetapkan 10 orang tersebut  sebagai tersangka, karena menunggu hasil pemeriksaan Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua,” ucap Kamal.

Kabid Humas juga menyesalkan kejadian itu. Apalagi saat semua konsentrasi terhadap penanganan virus Corona, para remaja ini justru keluar pada jam-jam yang tidak wajar.

“Seharusnya pada jam-jam malam itu anak-anak terutama perempuan tetap berada di rumah, bukan malah berada di luar rumah. Para orang tua juga harus memperhatikan anak mereka, jika belum berada di rumah saat malam hari harusnya dicari,” pinta Kamal.

Adapun 10 pelaku pengeroyokan lanjut Kamal diamankan di Mapolda Papua berserta barang bukti guna proses pemeriksaan.

Sementara itu Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Papua Kompol  Adanan M menyampaikan para pelaku bisa disangkakan Pasal 170 KUHP pengeroyokan dan UU Perlindungan Anak.

Sebelumnya, rekaman video viral di media sosial Facebook yang menunjukan aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok remaja. Video yang berdurasi 2 menit tersbeut pertama kali dibagikan akun Facebook bernama Patrick Cynk Dya menggegerkan pengguna Facebook lainnya.

Dalam vedio yang dibagikan Rabu (1/4), sekira pukul 02:00 WIT dini hari, lokasi kejadian di jalur antara GOR Trikora Uncen 

dan tembok FKM Uncen. Tampak seorang anak berbaju putih bercelana pendek dipukul secara bergantian oleh sekelompok orang yang berjumlah 6 hingga 7 orang. 

Baca Juga :  Dua Pelajar Tewas, Satu Luka Parah

“Adoooo bapak, sakit,” teriak sang anak yang diketahui berusia 14 tahun usai dipukul secara bergantian lalu jatuh tergeletak di atas aspal.

Kendati korban sudah berteriak kesakitan lantaran dipukul secara bergantian oleh orang-orang yang lebih basar darinya, namun sekelompok orang tersebut tetap melakukan aksi pemukul secara bergantian.

“Tong masalah deng dia, dia maki torang,” ucap dari salah seorang yang ikut memukul.

Video yang mendapatkan like sebanyak 236, 1.032 komentar dan 905 kali dibagikan itu membuat geram dan mendapat berbagai komentar dari pengguna akun Facebook lainnya. Pemilik akun Facebook bernama Fitri Letisha dalam kolom komentarnya menulis, “Coba dilerai kah, ini main keroyok. Otak dimana ee yang main pukul-pukul itu. Mudah-mudahan ditangkap itu pelakunya,” 

Sementara akun Facebook bernama Tanggo Lomo dalam kolom komentar menulis “Ini dampak dari Corona sekolah libur tra mau diam di rumah, maunya diam di trail besi. Jadi ikut dong pung mau sudah, Pak Polisi, kalau bisa kasih viral lagi waktu di tempat yang dong inginkan” tulisnya.

Akun facebook lainnya menulis “Manusia terkutuk, semoga kamu lagi dapat balasan yang setimpal,” tulis akun facebook Wilson Lase lalu disambung komentar akun Facebook Dgi Rcbr Degei “Hal sepele saja main fisik bagaimana persaudaraan akan terjaga, yang ada generasi akan semakin hancur” tulisnya dikolom komentar. (fia/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/