Wednesday, March 4, 2026
25.9 C
Jayapura

Punya Bisnis Plan dan Target PBF Terbesar di Papua Barat

Menilik Eksistensi PT Irian Bhakti Papua, Perusahaan Belanda yang kini Milik Pemprov Papua (Bagian 2-Habis)

Meski belum mendapat dukungan penyertaan modal, PT Irian Bakti Papua memastikan tidak patah arang. Target mengembangkan perusahaan telah dituangkan dalam bisnis plan. Apa saja?

Laporan : Abdel Gamel Naser – Cepos

Meski tugas utama yang dijalankan selama puluhan tahun tak lagi dilakukan di tahun ini, PT Irian Bhakti memastikan akan terus mengebangkan usaha yang sudah dirintis sejak dulu. Selama ini, diakui keberadaan perusahaan daerah ini  jarang terpublish secara gamblang kepada publik, sehingga tak sedikit yang mempertanyakan apakah perusahaan ini bisa bertahan atau justru masuk dalam deretan perusahaan yang diberi lampu kuning oleh pemerintah.

Baca Juga :  Biaya Mahal, Waktu Studi Lama, Jadi ASN Gaji Sama dengan Sarjana Lainnya

   Tentunya pemerintah tidak mau rugi, memiliki perusahaan yang setiap tahun hanya bisa “menyusu” dari APBD. Sebab target kemandirian menjadi wajib diwujudkan. Dari semua keraguan tersebut akhirnya terjawab oleh penjelaskan para direktur  perusahaan.

    Dari hasil diskusi, yang paling memungkinkan adalah bagaimana mengembangkan usaha yang masih berjalan dengan melihat peluang. Ini kata Yarius Balingga selaku Direktur Utama PT Irian Bhakti telah dituangkan ke dalam bisnis plan di tahun 2023 hingga tahun 2024.

  “Untuk keuangan sudah kami jelaskan  bahwa kami masih sehat dan masih memberikan PAD bagi daerah. Sedangkan yang lain telah dilakukan evaluasi untuk proyeksi  hingga akhir tahun termasuk di tahun depan,” kata Yarius Balingga.

Baca Juga :  Selalu Berupaya Beri Bantuan, Berharap Dukungan dari Anggaran Biaya Tak Terduga

Menilik Eksistensi PT Irian Bhakti Papua, Perusahaan Belanda yang kini Milik Pemprov Papua (Bagian 2-Habis)

Meski belum mendapat dukungan penyertaan modal, PT Irian Bakti Papua memastikan tidak patah arang. Target mengembangkan perusahaan telah dituangkan dalam bisnis plan. Apa saja?

Laporan : Abdel Gamel Naser – Cepos

Meski tugas utama yang dijalankan selama puluhan tahun tak lagi dilakukan di tahun ini, PT Irian Bhakti memastikan akan terus mengebangkan usaha yang sudah dirintis sejak dulu. Selama ini, diakui keberadaan perusahaan daerah ini  jarang terpublish secara gamblang kepada publik, sehingga tak sedikit yang mempertanyakan apakah perusahaan ini bisa bertahan atau justru masuk dalam deretan perusahaan yang diberi lampu kuning oleh pemerintah.

Baca Juga :  Para Bupati  Tak Serius Support KPU

   Tentunya pemerintah tidak mau rugi, memiliki perusahaan yang setiap tahun hanya bisa “menyusu” dari APBD. Sebab target kemandirian menjadi wajib diwujudkan. Dari semua keraguan tersebut akhirnya terjawab oleh penjelaskan para direktur  perusahaan.

    Dari hasil diskusi, yang paling memungkinkan adalah bagaimana mengembangkan usaha yang masih berjalan dengan melihat peluang. Ini kata Yarius Balingga selaku Direktur Utama PT Irian Bhakti telah dituangkan ke dalam bisnis plan di tahun 2023 hingga tahun 2024.

  “Untuk keuangan sudah kami jelaskan  bahwa kami masih sehat dan masih memberikan PAD bagi daerah. Sedangkan yang lain telah dilakukan evaluasi untuk proyeksi  hingga akhir tahun termasuk di tahun depan,” kata Yarius Balingga.

Baca Juga :  Pemprov Apresiasu Komisi Informasi Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya