Kunker ke Asologaima, Bupati Temukan Satu SD Tidak Jalan Maksimal

WAMENA–Di sela-sela Kunjungan Kerja (Kunker) ke Distrik Asologaima, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menemukan  salah satu Sekolah Dasar (SD) yang tak beroperasi secara normal, bahkan pembangunan rumah guru juga belum rampung.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi juga mendapatkan aspirasi langsung dari masyarakat Kampung Nantu, Distrik Asologaima  bahwa aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Nantu tidak dilakukan setiap hari, guru yang bertugas di sekolah tersebut hanya dua guru kontrak dan satu kepala sekolah.

“Tadi dalam perjalanan, saya sudah melihat sekolah tersebut, dari segi bangunannya sudah baik, namun masih ada rumah guru yang belum terselesaikan, sementara aktivitas di sekolah tersebut tak berjalan normal,” ungkapnya Jumat (2/6) kemarin.

Baca Juga :  Tempat Isolasi dan Karantina Penuh

Dengan adanya laporan ini, kata Bupati Banua, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk menanyakan masalah ini, termasuk juga pihak ketiga yang membangun perumahan guru di sana.

“Ini salah satu tujuan mengapa saya sering turun ke kampung dan distrik untuk melihat semua masalah yang ada distrik maupun kampung, saat ini saya bisa melihat dan mendengarkan langsung permasalahan di SD Inpres Nantu,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah ingin agar pelayanan mendasar seperti pendidikan dan kesehatan di setiap distrik dan kampung itu harus berjalan baik, kalau ada sekolah yang operasionalnya tidak normal, ini harus segera diselesaikan agar bisa berjalan dengan baik.(jo/tho)

Baca Juga :  Langsung Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor

WAMENA–Di sela-sela Kunjungan Kerja (Kunker) ke Distrik Asologaima, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menemukan  salah satu Sekolah Dasar (SD) yang tak beroperasi secara normal, bahkan pembangunan rumah guru juga belum rampung.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi juga mendapatkan aspirasi langsung dari masyarakat Kampung Nantu, Distrik Asologaima  bahwa aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Nantu tidak dilakukan setiap hari, guru yang bertugas di sekolah tersebut hanya dua guru kontrak dan satu kepala sekolah.

“Tadi dalam perjalanan, saya sudah melihat sekolah tersebut, dari segi bangunannya sudah baik, namun masih ada rumah guru yang belum terselesaikan, sementara aktivitas di sekolah tersebut tak berjalan normal,” ungkapnya Jumat (2/6) kemarin.

Baca Juga :  Penyelesaian Penemuan Mayat Diwarnai Saling Serang

Dengan adanya laporan ini, kata Bupati Banua, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk menanyakan masalah ini, termasuk juga pihak ketiga yang membangun perumahan guru di sana.

“Ini salah satu tujuan mengapa saya sering turun ke kampung dan distrik untuk melihat semua masalah yang ada distrik maupun kampung, saat ini saya bisa melihat dan mendengarkan langsung permasalahan di SD Inpres Nantu,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah ingin agar pelayanan mendasar seperti pendidikan dan kesehatan di setiap distrik dan kampung itu harus berjalan baik, kalau ada sekolah yang operasionalnya tidak normal, ini harus segera diselesaikan agar bisa berjalan dengan baik.(jo/tho)

Baca Juga :  Ditunda, Pilkada Mambramo Raya Tunggu Edaran KPU RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya