JAYAPURA–Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Benhur Tomi Mano menegaskan, pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Jayapura bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memulai tanggung jawab organisasi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Benhur saat mengukuhkan jajaran PAC PDI Perjuangan se-Kota Jayapura di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura, Rabu (22/9).
Pria yang akrab disapa BTM ini mengatakan, pengurus yang baru dikukuhkan tidak boleh hanya bangga karena namanya tercantum dalam surat keputusan (SK). Menurut dia, SK harus dimaknai sebagai mandat untuk bekerja dan menjalankan tanggung jawab organisasi. “SK itu bukan surat untuk duduk. SK itu surat untuk bekerja,” tegasnya.
Ia mengingatkan, kekuatan organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya nama yang tercantum dalam struktur kepengurusan, melainkan oleh sejauh mana para pengurus menjalankan tugasnya.
Karena itu, BTM meminta PAC dan ranting tidak hanya aktif ketika ada kegiatan besar, pengukuhan, rapat atau seremoni organisasi. Pengurus, kata dia, harus tetap bekerja meski tidak sedang menjadi perhatian.
“Jangan menjadi pengurus yang hanya hadir ketika ramai. Justru kita membutuhkan orang yang tetap bekerja ketika tidak ada yang melihat,” katanya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
JAYAPURA–Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Benhur Tomi Mano menegaskan, pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Jayapura bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memulai tanggung jawab organisasi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Benhur saat mengukuhkan jajaran PAC PDI Perjuangan se-Kota Jayapura di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura, Rabu (22/9).
Pria yang akrab disapa BTM ini mengatakan, pengurus yang baru dikukuhkan tidak boleh hanya bangga karena namanya tercantum dalam surat keputusan (SK). Menurut dia, SK harus dimaknai sebagai mandat untuk bekerja dan menjalankan tanggung jawab organisasi. “SK itu bukan surat untuk duduk. SK itu surat untuk bekerja,” tegasnya.
Ia mengingatkan, kekuatan organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya nama yang tercantum dalam struktur kepengurusan, melainkan oleh sejauh mana para pengurus menjalankan tugasnya.
Karena itu, BTM meminta PAC dan ranting tidak hanya aktif ketika ada kegiatan besar, pengukuhan, rapat atau seremoni organisasi. Pengurus, kata dia, harus tetap bekerja meski tidak sedang menjadi perhatian.
“Jangan menjadi pengurus yang hanya hadir ketika ramai. Justru kita membutuhkan orang yang tetap bekerja ketika tidak ada yang melihat,” katanya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q