Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Dipicu Penumpang Tak Terima Ditegur Merokok di Dalam Kapal

JAYAPURA–Situasi di Pelabuhan Jayapura, Selasa (15/9) malam, sempat diwarnai kericuhan. Keributan terjadi saat keluarga penumpang mendatangi kawasan pelabuhan setelah menerima informasi yang keliru terkait kondisi tiga penumpang KM Gunung Dempo. Akibatnya kapal yang harusnya delay untuk berlabuh.

Dari jadwalnya Selasa (15/9) pukul 22.00 WIT tertunda hingga Rabu (16/9) pukul 06.30 WIT dan akhirnya bertolak pukul 10.30 WIT. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura AKP Abdul Kadir menjelaskan, kericuhan tersebut bermula dari persoalan antara tiga penumpang KM Gunung Dempo dengan security kapal.

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya di Deck II. Security kapal kemudian menegur ketiganya dan meminta agar aktivitas merokok dilakukan di tempat yang telah ditentukan, seperti di Deck VII. Namun, teguran tersebut tidak diterima oleh ketiga penumpang tersebut. Mereka kemudian terlibat cekcok hingga terjadi pemukulan terhadap security kapal.

Baca Juga :  Andika Bakal Teruskan Program Hadi

“Jadi security kapal ini meminta tiga orang penumpang agar kalau merokok itu di dek VII atau tempat yang sudah ditentukan. Tapi penumpang ini tidak terima karena ditegur, lalu mereka memukul security akhirnya security yang lainnya turun dan memberikan teguran. Tapi tidak sampai meninggal,” jelas Abdul saat di konfirmasi, Rabu (16/9).

Abdul menyebut, setelah kejadian tersebut, muncul informasi yang diduga disampaikan oleh ketiga penumpang kepada keluarganya di Jayapura bahwa ada penumpang yang meninggal dunia akibat dipukul security kapal. Padahal, menurut Abdul, ketiga penumpang tersebut dalam kondisi baik dan tidak meninggal.

Dipicu Penumpang Tak Terima Ditegur Merokok di Dalam Kapal

JAYAPURA–Situasi di Pelabuhan Jayapura, Selasa (15/9) malam, sempat diwarnai kericuhan. Keributan terjadi saat keluarga penumpang mendatangi kawasan pelabuhan setelah menerima informasi yang keliru terkait kondisi tiga penumpang KM Gunung Dempo. Akibatnya kapal yang harusnya delay untuk berlabuh.

Dari jadwalnya Selasa (15/9) pukul 22.00 WIT tertunda hingga Rabu (16/9) pukul 06.30 WIT dan akhirnya bertolak pukul 10.30 WIT. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura AKP Abdul Kadir menjelaskan, kericuhan tersebut bermula dari persoalan antara tiga penumpang KM Gunung Dempo dengan security kapal.

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya di Deck II. Security kapal kemudian menegur ketiganya dan meminta agar aktivitas merokok dilakukan di tempat yang telah ditentukan, seperti di Deck VII. Namun, teguran tersebut tidak diterima oleh ketiga penumpang tersebut. Mereka kemudian terlibat cekcok hingga terjadi pemukulan terhadap security kapal.

Baca Juga :  Wujudkan Tolikara Terang

“Jadi security kapal ini meminta tiga orang penumpang agar kalau merokok itu di dek VII atau tempat yang sudah ditentukan. Tapi penumpang ini tidak terima karena ditegur, lalu mereka memukul security akhirnya security yang lainnya turun dan memberikan teguran. Tapi tidak sampai meninggal,” jelas Abdul saat di konfirmasi, Rabu (16/9).

Abdul menyebut, setelah kejadian tersebut, muncul informasi yang diduga disampaikan oleh ketiga penumpang kepada keluarganya di Jayapura bahwa ada penumpang yang meninggal dunia akibat dipukul security kapal. Padahal, menurut Abdul, ketiga penumpang tersebut dalam kondisi baik dan tidak meninggal.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya