Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Dari provokasi inilah pihak keluarga yang tinggal di Jayapura berdatangan ke pelabuhan dan melakukan pelemparan dan memaksa untuk masuk. “Atas informasi itulah, keluarga di Jayapura sekitar puluhan orang datang ke pelabuhan dengan membawa kayu. Mereka hendak menyerang security KM Gunung Dempo karena kapal dijadwalkan sandar sekitar pukul 22.00 WIT,” katanya.

Kondisi ini kemudian membuat tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang berada di kawasan pelabuhan merasa resah dan akhirnya terjadi aksi saling serang antara massa dengan TKBM. “Beruntung Kapolres Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen turun bersama puluhan personel langsung ke TKP. Sehingga situasi tidak berlangsung lama,” ungkapnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, polisi sempat mengamankan sejumlah masa ke Mapolresta Jayapura Kota. Masa tersebut diamankan untuk menghindari kemungkinan menjadi sasaran massa. Setelah situasi kembali kondusif, mereka kemudian dipulangkan. Kericuhan tersebut juga berdampak terhadap jadwal sandar KM Gunung Dempo. Kapal yang membawa ribuan penumpang tersebut akhirnya menunda proses sandar hingga Rabu (16/9) pagi.

Baca Juga :  Enam Pimpinan KKB Dikejar

“Karena situasi tadi malam tidak memungkinkan, kami meminta jadwal sandarnya ditunda pagi ini. Semuanya akhirnya aman dan berjalan kondusif,” ujarnya. Sementara itu, tiga penumpang yang sebelumnya terlibat keributan di atas kapal telah diturunkan menggunakan speedboat pada Selasa malam untuk menghindari kemungkinan menjadi sasaran amukan massa.

Dari provokasi inilah pihak keluarga yang tinggal di Jayapura berdatangan ke pelabuhan dan melakukan pelemparan dan memaksa untuk masuk. “Atas informasi itulah, keluarga di Jayapura sekitar puluhan orang datang ke pelabuhan dengan membawa kayu. Mereka hendak menyerang security KM Gunung Dempo karena kapal dijadwalkan sandar sekitar pukul 22.00 WIT,” katanya.

Kondisi ini kemudian membuat tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang berada di kawasan pelabuhan merasa resah dan akhirnya terjadi aksi saling serang antara massa dengan TKBM. “Beruntung Kapolres Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen turun bersama puluhan personel langsung ke TKP. Sehingga situasi tidak berlangsung lama,” ungkapnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, polisi sempat mengamankan sejumlah masa ke Mapolresta Jayapura Kota. Masa tersebut diamankan untuk menghindari kemungkinan menjadi sasaran massa. Setelah situasi kembali kondusif, mereka kemudian dipulangkan. Kericuhan tersebut juga berdampak terhadap jadwal sandar KM Gunung Dempo. Kapal yang membawa ribuan penumpang tersebut akhirnya menunda proses sandar hingga Rabu (16/9) pagi.

Baca Juga :  Ada Pemalakan di Gerbang Pelabuhan Poumako Setiap Kapal Masuk

“Karena situasi tadi malam tidak memungkinkan, kami meminta jadwal sandarnya ditunda pagi ini. Semuanya akhirnya aman dan berjalan kondusif,” ujarnya. Sementara itu, tiga penumpang yang sebelumnya terlibat keributan di atas kapal telah diturunkan menggunakan speedboat pada Selasa malam untuk menghindari kemungkinan menjadi sasaran amukan massa.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya