Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang kekurangan tenaga pengajar alias guru. Pemerintah Kabupaten Keerom segera menata penempatan tenaga pendidik dengan mendistribusikan guru-guru yang saat ini menumpuk di sekolah tertentu agar merata ke seluruh wilayah.

Menurut Bupati Gusbager, ketersediaan guru seharusnya sudah bukan lagi menjadi masalah utama. Pasalnya, pemerintah daerah telah melakukan rekrutmen tenaga pendidik secara masif dalam beberapa tahun terakhir lewat jalur penerimaan CPNS maupun P3K.

“Pemerintah Kabupaten Keerom sudah tiga tahun berturut-turut mengangkat ratusan tenaga guru P3K dan guru PNS. Tidak ada alasan bagi kepala sekolah tidak melaporkan kondisi sekolahnya apabila terjadi kekurangan guru,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih pelan lalu.

Baca Juga :  Peredaran Bawang Merah Lokal Bantu Kendalikan Harga

Bupati dua periode itu menginstruksikan agar setiap sekolah memiliki jumlah guru yang memadai dan meminta kepala sekolah proaktif dalam melaporkan kebutuhan tenaga pengajar di lapangan.

“Saya tidak ingin ada sekolah yang kekurangan guru karena alasan apa pun. Guru-guru yang ada menumpuk di sekolah-sekolah yang ada di Keerom akan kita distribusikan merata ke seluruh sekolah,” ujarnya.

Selain pemerataan tenaga pendidik, Pemkab Keerom juga memastikan ketersediaan infrastruktur dan fasilitas penunjang pendidikan.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menyebutkan perangkat teknologi dan akses internet telah disalurkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Semua kita kasih fasilitas. Laptop kita bagi di seluruh sekolah, tidak ada lagi guru atau sekolah yang merasa tidak punya fasilitas, termasuk laptop, internet, dan lain-lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Sejumlah Wilayah Pesisir Sarmi Sudah Dibangun Jalur Avakuasi

KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang kekurangan tenaga pengajar alias guru. Pemerintah Kabupaten Keerom segera menata penempatan tenaga pendidik dengan mendistribusikan guru-guru yang saat ini menumpuk di sekolah tertentu agar merata ke seluruh wilayah.

Menurut Bupati Gusbager, ketersediaan guru seharusnya sudah bukan lagi menjadi masalah utama. Pasalnya, pemerintah daerah telah melakukan rekrutmen tenaga pendidik secara masif dalam beberapa tahun terakhir lewat jalur penerimaan CPNS maupun P3K.

“Pemerintah Kabupaten Keerom sudah tiga tahun berturut-turut mengangkat ratusan tenaga guru P3K dan guru PNS. Tidak ada alasan bagi kepala sekolah tidak melaporkan kondisi sekolahnya apabila terjadi kekurangan guru,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih pelan lalu.

Baca Juga :  Temukan Delapan Tanaman Ganja di Belakang Pemukiman Warga

Bupati dua periode itu menginstruksikan agar setiap sekolah memiliki jumlah guru yang memadai dan meminta kepala sekolah proaktif dalam melaporkan kebutuhan tenaga pengajar di lapangan.

“Saya tidak ingin ada sekolah yang kekurangan guru karena alasan apa pun. Guru-guru yang ada menumpuk di sekolah-sekolah yang ada di Keerom akan kita distribusikan merata ke seluruh sekolah,” ujarnya.

Selain pemerataan tenaga pendidik, Pemkab Keerom juga memastikan ketersediaan infrastruktur dan fasilitas penunjang pendidikan.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menyebutkan perangkat teknologi dan akses internet telah disalurkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Semua kita kasih fasilitas. Laptop kita bagi di seluruh sekolah, tidak ada lagi guru atau sekolah yang merasa tidak punya fasilitas, termasuk laptop, internet, dan lain-lain,” ucapnya.

Baca Juga :  BTM Akan Jadikan Keerom Sebagai Sentral Pertanian Untuk Provinsi Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya