Libatkan Sekjen KNPB Untuk Paparkan Materi Manajemen Konflik

Yang Menarik Dari Latihan Kepemimpinan Kader PMKRI Cabang Jayapura

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK). Sejumlah pemateri diundang, salah satunya dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang selama ini dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pihak aparat.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kota Jayapura, Papua Jumat (22/5) disambut antusias para peserta. Dalam pemaparannya, pihak KNPB Pusat yang dihadiri langsung oleh Ketua I, Warpo Sampari Wetipo menekankan bahwa kemampuan mengelola konflik merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Baca Juga :  Ada yang Sahur dan Berbuka Puasa Hingga Tidur di Mobil Pickup

Mahasiswa sebagai agen perubahan tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga harus mampu memetakan masalah, menganalisis aktor yang terlibat, serta mencari solusi yang tepat saat menghadapi krisis, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat. Warpo menegaskan haluan PMKRI sudah jelas, yakni berpihak kepada kaum tertindas dan kelompok lemah di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di Papua.

Menurutnya, slogan PMKRI Pro Ecclesia et Patria yang berarti “Demi Gereja dan Tanah Air” tidak boleh hanya menjadi slogan semata, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan nyata kader dalam kehidupan masyarakat.

“PMKRI hadir untuk berpihak kepada kaum tertindas atau kaum lemah. Karena itu, kader PMKRI harus terjun langsung dan terlibat aktif menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan politik di lingkungan sekitar,” tulis Warpo dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Sabtu (23/5).

Baca Juga :  Berikan Pelatihan Service Motor Tempel di Pulau Owi

Yang Menarik Dari Latihan Kepemimpinan Kader PMKRI Cabang Jayapura

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK). Sejumlah pemateri diundang, salah satunya dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang selama ini dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pihak aparat.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kota Jayapura, Papua Jumat (22/5) disambut antusias para peserta. Dalam pemaparannya, pihak KNPB Pusat yang dihadiri langsung oleh Ketua I, Warpo Sampari Wetipo menekankan bahwa kemampuan mengelola konflik merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Baca Juga :  Wabup Jayawijaya: Konflik Sosial Harus Diakhiri dan Kembali Ke Jalan Positif

Mahasiswa sebagai agen perubahan tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga harus mampu memetakan masalah, menganalisis aktor yang terlibat, serta mencari solusi yang tepat saat menghadapi krisis, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat. Warpo menegaskan haluan PMKRI sudah jelas, yakni berpihak kepada kaum tertindas dan kelompok lemah di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di Papua.

Menurutnya, slogan PMKRI Pro Ecclesia et Patria yang berarti “Demi Gereja dan Tanah Air” tidak boleh hanya menjadi slogan semata, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan nyata kader dalam kehidupan masyarakat.

“PMKRI hadir untuk berpihak kepada kaum tertindas atau kaum lemah. Karena itu, kader PMKRI harus terjun langsung dan terlibat aktif menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan politik di lingkungan sekitar,” tulis Warpo dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Sabtu (23/5).

Baca Juga :  Tahun ini Disnaker  Programkan Pelatihan  Ketrampilan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya