Efisiensi Anggaran Diprediksi Picu Penurunan Hewan Kurban

JAYAPURA – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat ini jumlah pasti hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha di wilayah Papua belum dapat dipastikan. Hal ini terjadi karena, proses pengumpulan dan rekapitulasi data dari seluruh kabupaten dan kota masih terus berjalan.

Kepala Bidang Bimas Islam Kemenag Provinsi Papua, Muslimin Yelipele, S.Ag, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan berkala dari jajaran Kemenag di tingkat daerah. Mengingat dinamika di lapangan, kepastian data menyeluruh kemungkinan baru bisa dipetakan secara riil.

“Terkait hewan kurban, saat ini belum bisa dipastikan jumlahnya karena data masih kami minta dari kabupaten dan kota se-Papua. Kemungkinan data lengkap baru dapat diketahui setelah Idul Qurban,” ungkap Muslimin kepada Cenderawasih Pos dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5).

Baca Juga :  Wali Kota Minta PT AMJ Beri Kebijakan Khusus Bagi Pelanggan Tidak Mampu

Meskipun angka resmi belum terkunci, Muslimin memberikan gambaran kasar bahwa estimasi hewan kurban di seluruh tanah Papua secara total diproyeksikan berada di angka ratusan hingga menyentuh seribu ekor.

Namun, ia tidak menampik adanya potensi penurunan jumlah komoditas kurban pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menurutnya terjadi karena dampak penghematan atau efisiensi anggaran di berbagai sektor. Yang dinilai menjadi pemicu utama yang memengaruhi daya beli maupun kuota bantuan hewan kurban, baik dari lembaga swasta, pemerintah, maupun swadaya masyarakat.

JAYAPURA – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat ini jumlah pasti hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha di wilayah Papua belum dapat dipastikan. Hal ini terjadi karena, proses pengumpulan dan rekapitulasi data dari seluruh kabupaten dan kota masih terus berjalan.

Kepala Bidang Bimas Islam Kemenag Provinsi Papua, Muslimin Yelipele, S.Ag, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan berkala dari jajaran Kemenag di tingkat daerah. Mengingat dinamika di lapangan, kepastian data menyeluruh kemungkinan baru bisa dipetakan secara riil.

“Terkait hewan kurban, saat ini belum bisa dipastikan jumlahnya karena data masih kami minta dari kabupaten dan kota se-Papua. Kemungkinan data lengkap baru dapat diketahui setelah Idul Qurban,” ungkap Muslimin kepada Cenderawasih Pos dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5).

Baca Juga :  Tidak Pakai Masker, Denda Rp 50 Ribu

Meskipun angka resmi belum terkunci, Muslimin memberikan gambaran kasar bahwa estimasi hewan kurban di seluruh tanah Papua secara total diproyeksikan berada di angka ratusan hingga menyentuh seribu ekor.

Namun, ia tidak menampik adanya potensi penurunan jumlah komoditas kurban pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menurutnya terjadi karena dampak penghematan atau efisiensi anggaran di berbagai sektor. Yang dinilai menjadi pemicu utama yang memengaruhi daya beli maupun kuota bantuan hewan kurban, baik dari lembaga swasta, pemerintah, maupun swadaya masyarakat.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya