Distributor Sebut Kenaikan Elpiji di Mimika Karena Panic Buying

MIMIKA — Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menerbitkan Surat Perintah (Sprint) Pengawasan guna mengawal rantai pasok Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Elpiji di Kabupaten Mimika dan Nabire.  Langkah taktis ini diambil demi melindungi konsumen dari ancaman kelangkaan buatan dan lonjakan harga di tingkat pengecer yang kian membebani kantong masyarakat. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menjaga stabilitas pasokan di dua wilayah utama tersebut agar kebutuhan harian warga tidak terganggu.

“Fungsi kami kan mengawasi peredaran itu, jangan sampai ada kegaduhan di masyarakat. Selama ini masih running well-lah, berjalan dengan baik,” ujar Jermias saat menginspeksi gudang distributor PT Sinar Murni Papua di kawasan SP2, Kamis (21/5).

Baca Juga :  Tes CPNS 2024 Formasi Umum Khusus OAP Harus Manual

Di sisi lain, masyarakat sempat didera kepanikan akibat isu menipisnya stok di pasaran. Menanggapi hal itu, pemilik PT Sinar Murni Papua, Putri Sultan, meluruskan bahwa pasokan LPG untuk area Mimika sebenarnya berada dalam batas aman karena ditopang oleh tiga distributor. Tersendatnya pasokan beberapa waktu lalu, kata Putri, murni dipicu oleh masalah teknis pengiriman dari pusat yang memicu aksi borong (panic buying) oleh warga.

“Sebenarnya bukan kelangkaan. Kebutuhan masyarakat terpenuhi karena di sini ada 3 distributor. Cuma kemarin terkendala di transportasi dan produksi pusat yang berkurang, sehingga masyarakat panik dan berbondong-bondong membeli,” kata Putri.

MIMIKA — Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menerbitkan Surat Perintah (Sprint) Pengawasan guna mengawal rantai pasok Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Elpiji di Kabupaten Mimika dan Nabire.  Langkah taktis ini diambil demi melindungi konsumen dari ancaman kelangkaan buatan dan lonjakan harga di tingkat pengecer yang kian membebani kantong masyarakat. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menjaga stabilitas pasokan di dua wilayah utama tersebut agar kebutuhan harian warga tidak terganggu.

“Fungsi kami kan mengawasi peredaran itu, jangan sampai ada kegaduhan di masyarakat. Selama ini masih running well-lah, berjalan dengan baik,” ujar Jermias saat menginspeksi gudang distributor PT Sinar Murni Papua di kawasan SP2, Kamis (21/5).

Baca Juga :  Tes CPNS 2024 Formasi Umum Khusus OAP Harus Manual

Di sisi lain, masyarakat sempat didera kepanikan akibat isu menipisnya stok di pasaran. Menanggapi hal itu, pemilik PT Sinar Murni Papua, Putri Sultan, meluruskan bahwa pasokan LPG untuk area Mimika sebenarnya berada dalam batas aman karena ditopang oleh tiga distributor. Tersendatnya pasokan beberapa waktu lalu, kata Putri, murni dipicu oleh masalah teknis pengiriman dari pusat yang memicu aksi borong (panic buying) oleh warga.

“Sebenarnya bukan kelangkaan. Kebutuhan masyarakat terpenuhi karena di sini ada 3 distributor. Cuma kemarin terkendala di transportasi dan produksi pusat yang berkurang, sehingga masyarakat panik dan berbondong-bondong membeli,” kata Putri.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya