MERAUKE- Minat lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Papua Selatan (Papsel) untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan di tahun 2026 ini turun dibandingkan dengan tahun 2025 lalu.
‘’Kalau kita lihat dari minat di tahun 2026 ini turun sangat drastis dibandingkan tahun 2025 lalu,’’ kata Kepala Bidang Badan Kepegawaian dan Pengembanngan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Selatan Linda Samad, disela-sela simulasi test SKD bagi peserta test sekolah kedinasan tersebut di Laboratorium BKPSDM Papsel, Rabu (13/5).
Linda Samad mengungkapkan, di tahun 2025 lalu, jumlah yang mengtikuti seleksi dari Papua Selatan untuk 4 sekolah kedinasan yang diikuti tersebut lebih dari 200 orang. Sementara di tahun 2026 ini yang mendaftar hanya 98 orang. ‘’Sampai pelaksanaan simulasi hari ini, jumlah yang daftar hanya 98 orang. Jadi jumlahnya sangat turun drastis,’’ terangnya.
Diakuinya, dari 98 peserta seleksi sekolah kedinasan tersebut, sebagian besar mendaftar untuk IPDN. Ada juga perhubungan, BMKG, lalu keuangan. ‘’Persaingan memang ketat. Mungkin anak-anak yang daftar tahun kemarin tidak mau ikut lagi. Apalagi, sebagian anak-anak kita sekarang yang lebih banyak main game dibandingkan belajar terutama untuk anak laki-laki,’’ jelasnya.
MERAUKE- Minat lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Papua Selatan (Papsel) untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan di tahun 2026 ini turun dibandingkan dengan tahun 2025 lalu.
‘’Kalau kita lihat dari minat di tahun 2026 ini turun sangat drastis dibandingkan tahun 2025 lalu,’’ kata Kepala Bidang Badan Kepegawaian dan Pengembanngan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Selatan Linda Samad, disela-sela simulasi test SKD bagi peserta test sekolah kedinasan tersebut di Laboratorium BKPSDM Papsel, Rabu (13/5).
Linda Samad mengungkapkan, di tahun 2025 lalu, jumlah yang mengtikuti seleksi dari Papua Selatan untuk 4 sekolah kedinasan yang diikuti tersebut lebih dari 200 orang. Sementara di tahun 2026 ini yang mendaftar hanya 98 orang. ‘’Sampai pelaksanaan simulasi hari ini, jumlah yang daftar hanya 98 orang. Jadi jumlahnya sangat turun drastis,’’ terangnya.
Diakuinya, dari 98 peserta seleksi sekolah kedinasan tersebut, sebagian besar mendaftar untuk IPDN. Ada juga perhubungan, BMKG, lalu keuangan. ‘’Persaingan memang ketat. Mungkin anak-anak yang daftar tahun kemarin tidak mau ikut lagi. Apalagi, sebagian anak-anak kita sekarang yang lebih banyak main game dibandingkan belajar terutama untuk anak laki-laki,’’ jelasnya.