MIMIKA – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari-Maret 2026. Sebanyak 27.209 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di 18 distrik se-Kabupaten Mimika dijadwalkan menerima bantuan tersebut secara kolektif pada periode April hingga Mei ini. Kepala Perum Bulog KC Timika, Dedy Wahyudi, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari mandat Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Setiap penerima akan mendapatkan jatah dua bulan sekaligus, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Dedy usai melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah Mimika dan kepala distrik di Timika, Kamis, (23/4/2026).
Menurut Dedy, meski bantuan tersebut diperuntukkan bagi alokasi Februari dan Maret, penyaluran baru dilakukan saat ini karena adanya perpanjangan waktu dari Bapanas hingga Mei mendatang.
Bantuan ini merupakan penugasan pertama di tahun 2026, sementara untuk periode berikutnya Bulog masih menunggu regulasi lebih lanjut. Terkait distribusi, Bulog tetap menggunakan pola penyaluran kolektif di titik-titik distrik dan kelurahan untuk memudahkan akses warga. Guna memastikan kelancaran dan keamanan di lapangan, Bulog menggandeng aparat TNI dan Polri.
MIMIKA – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari-Maret 2026. Sebanyak 27.209 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di 18 distrik se-Kabupaten Mimika dijadwalkan menerima bantuan tersebut secara kolektif pada periode April hingga Mei ini. Kepala Perum Bulog KC Timika, Dedy Wahyudi, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari mandat Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Setiap penerima akan mendapatkan jatah dua bulan sekaligus, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Dedy usai melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah Mimika dan kepala distrik di Timika, Kamis, (23/4/2026).
Menurut Dedy, meski bantuan tersebut diperuntukkan bagi alokasi Februari dan Maret, penyaluran baru dilakukan saat ini karena adanya perpanjangan waktu dari Bapanas hingga Mei mendatang.
Bantuan ini merupakan penugasan pertama di tahun 2026, sementara untuk periode berikutnya Bulog masih menunggu regulasi lebih lanjut. Terkait distribusi, Bulog tetap menggunakan pola penyaluran kolektif di titik-titik distrik dan kelurahan untuk memudahkan akses warga. Guna memastikan kelancaran dan keamanan di lapangan, Bulog menggandeng aparat TNI dan Polri.