Wapres Gibran Kunjungi Sentra Pendidikan Mimika

MIMIKA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyambangi Sentra Pendidikan Mimika sebuah institusi berpola asrama yang menjadi tumpuan harapan bagi putra-putri asli Papua dari jenjang SD hingga SMA, Selasa (21/4) kemarin.

Ratusan siswa menyambut kedatangan orang nomor dua di Republik ini dengan nyanyian yang menggema di antara selasar kelas. Bagi para siswa di sana, kehadiran sang Wapres bukan sekadar protokoler negara, melainkan simbol perhatian yang jarang menyentuh bilik-bilik asrama mereka. Di sela peninjauan, Wapres sempat berhenti sejenak, mendengarkan cerita-cerita kecil dari para pelajar tentang bagaimana rasanya menuntut ilmu jauh dari orang tua demi mengejar cita-cita.

Tak datang dengan tangan hampa, Gibran membagikan tas dan buku—sebuah simbol dukungan literasi bagi anak-anak di ufuk timur Indonesia. Kunjungan yang tampak bersahaja ini menyisakan kesan mendalam bagi pengelola sekolah. Kepala SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan, Martinus Wenda, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kehadiran Gibran adalah sebuah anomali sejarah bagi sekolah yang ia pimpin.

Baca Juga :  Polisi Olah TKP Pengrusakan di Kantor Maxim

“Kami tidak pernah bayangkan. Dan setiap pimpinan, beberapa presiden yang ada, tapi Mas Gibran pertama kali berkunjung di sekolah dan juga di asrama, dan semua yang sudah berjalan di kelas-kelas merupakan satu suka cita dan kebahagiaan yang luar biasa,” ungkap Martinus kepada awak media.

MIMIKA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyambangi Sentra Pendidikan Mimika sebuah institusi berpola asrama yang menjadi tumpuan harapan bagi putra-putri asli Papua dari jenjang SD hingga SMA, Selasa (21/4) kemarin.

Ratusan siswa menyambut kedatangan orang nomor dua di Republik ini dengan nyanyian yang menggema di antara selasar kelas. Bagi para siswa di sana, kehadiran sang Wapres bukan sekadar protokoler negara, melainkan simbol perhatian yang jarang menyentuh bilik-bilik asrama mereka. Di sela peninjauan, Wapres sempat berhenti sejenak, mendengarkan cerita-cerita kecil dari para pelajar tentang bagaimana rasanya menuntut ilmu jauh dari orang tua demi mengejar cita-cita.

Tak datang dengan tangan hampa, Gibran membagikan tas dan buku—sebuah simbol dukungan literasi bagi anak-anak di ufuk timur Indonesia. Kunjungan yang tampak bersahaja ini menyisakan kesan mendalam bagi pengelola sekolah. Kepala SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan, Martinus Wenda, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kehadiran Gibran adalah sebuah anomali sejarah bagi sekolah yang ia pimpin.

Baca Juga :  Kwamki Narama Bentrok Lagi, Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

“Kami tidak pernah bayangkan. Dan setiap pimpinan, beberapa presiden yang ada, tapi Mas Gibran pertama kali berkunjung di sekolah dan juga di asrama, dan semua yang sudah berjalan di kelas-kelas merupakan satu suka cita dan kebahagiaan yang luar biasa,” ungkap Martinus kepada awak media.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya