JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menjajaki peluang kerja sama dengan delegasi Belanda yang melakukan misi penjajakan bisnis dan kemitraan di Papua. Delegasi yang dipimpin Alfred van der Klis itu diterima Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, bersama jajaran Pemprov Papua di Kantor Gubernur, Kamis (16/4).
Hal yang dibahas mulai dari potensi alam Papua hingga kerja sama pendidikan. Bahkan, Pemprov juga ikut mempromosikan produk-poruk UMKM Papua seperti noken, kopi, minyak kayu putih, kakao, vanili, abon tuna, dan produk lokal Papua lainnya.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah melalui pemanfaatan potensi lokal. “Potensi yang ada di Papua diharapkan bisa dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” kata Wagub kepada wartawan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah energi terbarukan, seperti pemanfaatan sumber air untuk pembangkit listrik serta potensi energi surya di sejumlah wilayah. Ia menjelaskan, sebelum ke kantor gubernur, Delegasi Belanda juga meninjau potensi sagu, termasuk hutan sagu dan rumah produksi yang telah dibangun pemerintah daerah.
“Harapan kami dari pertemuan ini, termasuk mereka mempresentasekan apa yang bisa dibantu untuk Pemerintah Provinsi Papua terutama pemberdayaan masyarakat melalui potensi-potensi lokal,” ujarnya.
Ia berharap, delegasi Belanda bisa membantu baik itu pendanaan juga fasilitas untuk mempersiapkan sekolah vokasional. “Sekolah ini untuk mempersiapkan tenaga kerja produktif yang langsung diterima sebagai tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang sudah disiapkan,” katanya.
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menjajaki peluang kerja sama dengan delegasi Belanda yang melakukan misi penjajakan bisnis dan kemitraan di Papua. Delegasi yang dipimpin Alfred van der Klis itu diterima Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, bersama jajaran Pemprov Papua di Kantor Gubernur, Kamis (16/4).
Hal yang dibahas mulai dari potensi alam Papua hingga kerja sama pendidikan. Bahkan, Pemprov juga ikut mempromosikan produk-poruk UMKM Papua seperti noken, kopi, minyak kayu putih, kakao, vanili, abon tuna, dan produk lokal Papua lainnya.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah melalui pemanfaatan potensi lokal. “Potensi yang ada di Papua diharapkan bisa dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” kata Wagub kepada wartawan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah energi terbarukan, seperti pemanfaatan sumber air untuk pembangkit listrik serta potensi energi surya di sejumlah wilayah. Ia menjelaskan, sebelum ke kantor gubernur, Delegasi Belanda juga meninjau potensi sagu, termasuk hutan sagu dan rumah produksi yang telah dibangun pemerintah daerah.
“Harapan kami dari pertemuan ini, termasuk mereka mempresentasekan apa yang bisa dibantu untuk Pemerintah Provinsi Papua terutama pemberdayaan masyarakat melalui potensi-potensi lokal,” ujarnya.
Ia berharap, delegasi Belanda bisa membantu baik itu pendanaan juga fasilitas untuk mempersiapkan sekolah vokasional. “Sekolah ini untuk mempersiapkan tenaga kerja produktif yang langsung diterima sebagai tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang sudah disiapkan,” katanya.