SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura mengimbau masyarakat untuk tidak resah terkait informasi adanya sedimen di kawasan Pegunungan Cyclop yang belakangan menjadi perhatian.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, menyatakan bahwa informasi tersebut masih sebatas hasil pengamatan awal dan belum dapat dipastikan dampaknya.
“Kita belum bisa memastikan apakah sedimen itu akan turun sewaktu-waktu atau tidak. Jadi masyarakat tidak perlu resah, karena saat ini masih dalam tahap kajian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sedimen merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi akibat longsor di kawasan pegunungan, terutama jika tidak ada vegetasi yang mampu menahan material tanah.
“Sedimen itu biasa terjadi pada gunung yang mengalami longsor, apalagi jika tidak ada tanaman yang menahan. Material akan terus bertambah seiring waktu,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa material sedimen tidak serta-merta turun dalam jumlah besar secara tiba-tiba tanpa adanya pemicu tertentu.
Menurutnya, pergerakan sedimen dalam jumlah besar biasanya terjadi jika ada longsor yang menutup aliran sungai dan membentuk bendungan alami. Ketika bendungan tersebut jebol, barulah air dengan kekuatan besar dapat membawa material sedimen dalam jumlah besar.
SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura mengimbau masyarakat untuk tidak resah terkait informasi adanya sedimen di kawasan Pegunungan Cyclop yang belakangan menjadi perhatian.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, menyatakan bahwa informasi tersebut masih sebatas hasil pengamatan awal dan belum dapat dipastikan dampaknya.
“Kita belum bisa memastikan apakah sedimen itu akan turun sewaktu-waktu atau tidak. Jadi masyarakat tidak perlu resah, karena saat ini masih dalam tahap kajian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sedimen merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi akibat longsor di kawasan pegunungan, terutama jika tidak ada vegetasi yang mampu menahan material tanah.
“Sedimen itu biasa terjadi pada gunung yang mengalami longsor, apalagi jika tidak ada tanaman yang menahan. Material akan terus bertambah seiring waktu,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa material sedimen tidak serta-merta turun dalam jumlah besar secara tiba-tiba tanpa adanya pemicu tertentu.
Menurutnya, pergerakan sedimen dalam jumlah besar biasanya terjadi jika ada longsor yang menutup aliran sungai dan membentuk bendungan alami. Ketika bendungan tersebut jebol, barulah air dengan kekuatan besar dapat membawa material sedimen dalam jumlah besar.