SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura menyambut baik program Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Sentani dalam melaksanakan penanaman pohon sagu di Kampung Ifale Kehiran II.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan penanaman sagu tersebut sejalan dengan harapannya sejak dilantik sebagai kepala daerah. Ia mengapresiasi peran gereja yang turut mengambil bagian dalam menjaga kelestarian sagu di wilayah Kabupaten Jayapura.
“Penanaman sagu ini sebenarnya sudah menjadi harapan saya sejak dilantik. Namun bersyukur karena Gereja GKI mengambil peran tersebut, khususnya di wilayah Sentani,” ujarnya, Senin (30/3).
Bupati menegaskan, program pencanangan penanaman sagu harus ditindaklanjuti di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura yang memiliki lahan cocok untuk tanaman tersebut. Menurutnya, sagu merupakan cadangan pangan penting di masa depan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual lahan sagu ataupun membangun perumahan di atasnya. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan memberikan izin pembangunan di kawasan tersebut.
“Saya tidak akan mengizinkan pembangunan perumahan di atas lahan sagu. Kalau ini dibiarkan, ke depan lahan sagu di Kabupaten Jayapura bisa hilang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Sentani, Alberth Suebu, menjelaskan bahwa program penanaman sagu merupakan bagian dari tema kerja gereja tahun 2026, yakni tahun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ia menyebutkan, pencanangan penanaman 1.000 pohon sagu dilakukan oleh GKI Klasis Sentani yang membawahi 53 gereja, dan program tersebut juga akan dilaksanakan di seluruh Tanah Papua yang mencakup 70 klasis dan lebih dari 2.000 jemaat GKI.
SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura menyambut baik program Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Sentani dalam melaksanakan penanaman pohon sagu di Kampung Ifale Kehiran II.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan penanaman sagu tersebut sejalan dengan harapannya sejak dilantik sebagai kepala daerah. Ia mengapresiasi peran gereja yang turut mengambil bagian dalam menjaga kelestarian sagu di wilayah Kabupaten Jayapura.
“Penanaman sagu ini sebenarnya sudah menjadi harapan saya sejak dilantik. Namun bersyukur karena Gereja GKI mengambil peran tersebut, khususnya di wilayah Sentani,” ujarnya, Senin (30/3).
Bupati menegaskan, program pencanangan penanaman sagu harus ditindaklanjuti di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura yang memiliki lahan cocok untuk tanaman tersebut. Menurutnya, sagu merupakan cadangan pangan penting di masa depan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual lahan sagu ataupun membangun perumahan di atasnya. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan memberikan izin pembangunan di kawasan tersebut.
“Saya tidak akan mengizinkan pembangunan perumahan di atas lahan sagu. Kalau ini dibiarkan, ke depan lahan sagu di Kabupaten Jayapura bisa hilang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Sentani, Alberth Suebu, menjelaskan bahwa program penanaman sagu merupakan bagian dari tema kerja gereja tahun 2026, yakni tahun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ia menyebutkan, pencanangan penanaman 1.000 pohon sagu dilakukan oleh GKI Klasis Sentani yang membawahi 53 gereja, dan program tersebut juga akan dilaksanakan di seluruh Tanah Papua yang mencakup 70 klasis dan lebih dari 2.000 jemaat GKI.