Sampah Mengular Pasca Libur Lebaran, Warga Keluhkan Bau dan Ganggu Akses Jalan

SENTANI – Tumpukan sampah yang mengular di sejumlah titik pasca libur panjang Lebaran menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura. Salah satu titik yang dikeluhkan warga berada di sepanjang Jalan Youmake, dimana timbunan sampah bahkan mulai memakan badan jalan dan menimbulkan aroma tidak sedap. Kondisi ini membuat warga dan pengguna jalan merasa tidak nyaman saat melintas.

Riana, warga BTN Joko Indah, mengaku kondisi tersebut sudah terjadi sejak masa libur Lebaran. Ia menyebut, biasanya tersedia bak penampungan sampah yang disiapkan oleh petugas kebersihan, namun saat ini fasilitas tersebut tidak terlihat.

“Biasanya disiapkan dua bak sampah, jadi kami buang langsung ke situ. Tapi sejak libur Lebaran tidak ada lagi bak penampung, sehingga masyarakat akhirnya membuang sampah di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Derby Papua! Panpel Persewar Tambah Tiket

Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga mengundang lalat dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Bahkan, masih ditemukan warga yang membongkar sampah untuk mencari sisa makanan sebagai pakan ternak.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengatakan pihaknya segera melakukan pembersihan di area terdampak. Ia menjelaskan, saat ini DLH memiliki sekitar 300 tenaga kerja yang telah dibagi sesuai wilayah kerja, mulai dari Kampung Doyo Baru hingga Nendi Hati Hilang.

“Tenaga tersebut terdiri dari pegawai tetap maupun tenaga harian lepas yang bekerja sepanjang tahun,” terangnya.

SENTANI – Tumpukan sampah yang mengular di sejumlah titik pasca libur panjang Lebaran menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura. Salah satu titik yang dikeluhkan warga berada di sepanjang Jalan Youmake, dimana timbunan sampah bahkan mulai memakan badan jalan dan menimbulkan aroma tidak sedap. Kondisi ini membuat warga dan pengguna jalan merasa tidak nyaman saat melintas.

Riana, warga BTN Joko Indah, mengaku kondisi tersebut sudah terjadi sejak masa libur Lebaran. Ia menyebut, biasanya tersedia bak penampungan sampah yang disiapkan oleh petugas kebersihan, namun saat ini fasilitas tersebut tidak terlihat.

“Biasanya disiapkan dua bak sampah, jadi kami buang langsung ke situ. Tapi sejak libur Lebaran tidak ada lagi bak penampung, sehingga masyarakat akhirnya membuang sampah di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Permasalahan Lapangan Pekerjaan, MRP Rencana Buat Regulasi

Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga mengundang lalat dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Bahkan, masih ditemukan warga yang membongkar sampah untuk mencari sisa makanan sebagai pakan ternak.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengatakan pihaknya segera melakukan pembersihan di area terdampak. Ia menjelaskan, saat ini DLH memiliki sekitar 300 tenaga kerja yang telah dibagi sesuai wilayah kerja, mulai dari Kampung Doyo Baru hingga Nendi Hati Hilang.

“Tenaga tersebut terdiri dari pegawai tetap maupun tenaga harian lepas yang bekerja sepanjang tahun,” terangnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya