Saturday, March 21, 2026
26 C
Jayapura

Suaranya Mirip Baling-baling Helikopter Terbang Rendah

Keseruan Kitiran, Permainan Tradisional yang Masih Bertahan di Bukit Ungkapan Tutur Pasuruan

Di tengah gempuran permainan modern, warga Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur di Kabupaten Pasuruan, masih setia merawat sebuah permainan tradisional yang unik. Namanya kitiran—kincir angin sederhana yang hingga kini tetap digemari berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Laporan: Rizal Fahmi Syatori_Radar Bromo

Angin sore berembus cukup kencang di Bukit Ungkapan. Di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut itu, deretan baling-baling kayu mulai berputar cepat. Sesekali terdengar bunyi berderak keras—wuuurrrr. Mirip suara baling-baling helikopter yang terbang rendah. Benda yang berputar itu bukan turbin modern. Warga Dusun Pronojiwo di Desa Blarang, Kecamatan Tutur, menyebutnya kitiran. Sebuah permainan tradisional berbentuk kincir angin sederhana yang hingga kini masih digemari lintas generasi.

Baca Juga :  Komandan Hilang, di Bawah Tugu Ada Terowong Menuju Pantai

Di bukit itu, belasan kitiran berdiri berjajar. Ukurannya beragam. Ada yang kecil dengan diameter 20–30 sentimeter. Ada pula yang jauh lebih besar, mencapai 2–5 meter. Semuanya berputar mengikuti arah angin yang bertiup dari lereng pegunungan. Di bawahnya, warga berkumpul. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berdiri menikmati pemandangan itu. Bagi sebagian orang, bukit ini bukan sekadar tempat bermain. Di sinilah tradisi lama tetap hidup.

“Ini permainan tradisional warga Pronojiwo. Sudah ada sejak zaman nenek moyang,” kata Kepala Dusun Pronojiwo Henus. Meski terlihat seperti kincir angin biasa, masyarakat setempat punya sebutan sendiri: kitiran. Permainan ini diwariskan turun-temurun dan masih menjadi hiburan favorit warga.

Baca Juga :  Banyak Pengabdian di Bidang Lain, Siap Bantu Pemkot bila Diminta Pendapat

Bukit Ungkapan dipilih sebagai lokasi utama karena posisinya cukup tinggi dan terbuka. Angin bertiup lebih kencang di sini. Aksesnya pun tidak sulit. Warga bisa berjalan kaki atau naik sepeda motor melewati jalan paving yang kemudian berubah menjadi tanah padat.Dari puncak bukit, pemandangan pegunungan juga menjadi bonus tersendiri. Siluet Gunung Arjuno dan Gunung Tanggung terlihat jelas di kejauhan, mempercantik suasana.

Keseruan Kitiran, Permainan Tradisional yang Masih Bertahan di Bukit Ungkapan Tutur Pasuruan

Di tengah gempuran permainan modern, warga Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur di Kabupaten Pasuruan, masih setia merawat sebuah permainan tradisional yang unik. Namanya kitiran—kincir angin sederhana yang hingga kini tetap digemari berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Laporan: Rizal Fahmi Syatori_Radar Bromo

Angin sore berembus cukup kencang di Bukit Ungkapan. Di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut itu, deretan baling-baling kayu mulai berputar cepat. Sesekali terdengar bunyi berderak keras—wuuurrrr. Mirip suara baling-baling helikopter yang terbang rendah. Benda yang berputar itu bukan turbin modern. Warga Dusun Pronojiwo di Desa Blarang, Kecamatan Tutur, menyebutnya kitiran. Sebuah permainan tradisional berbentuk kincir angin sederhana yang hingga kini masih digemari lintas generasi.

Baca Juga :  Saling Serang Antar Warga, 1 orang Meninggal, 8 Luka -luka

Di bukit itu, belasan kitiran berdiri berjajar. Ukurannya beragam. Ada yang kecil dengan diameter 20–30 sentimeter. Ada pula yang jauh lebih besar, mencapai 2–5 meter. Semuanya berputar mengikuti arah angin yang bertiup dari lereng pegunungan. Di bawahnya, warga berkumpul. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berdiri menikmati pemandangan itu. Bagi sebagian orang, bukit ini bukan sekadar tempat bermain. Di sinilah tradisi lama tetap hidup.

“Ini permainan tradisional warga Pronojiwo. Sudah ada sejak zaman nenek moyang,” kata Kepala Dusun Pronojiwo Henus. Meski terlihat seperti kincir angin biasa, masyarakat setempat punya sebutan sendiri: kitiran. Permainan ini diwariskan turun-temurun dan masih menjadi hiburan favorit warga.

Baca Juga :  Tidak Ada Lagi SD YPK di Kota Jayapura yang Tidak Terapkan Kurikulum Merdeka

Bukit Ungkapan dipilih sebagai lokasi utama karena posisinya cukup tinggi dan terbuka. Angin bertiup lebih kencang di sini. Aksesnya pun tidak sulit. Warga bisa berjalan kaki atau naik sepeda motor melewati jalan paving yang kemudian berubah menjadi tanah padat.Dari puncak bukit, pemandangan pegunungan juga menjadi bonus tersendiri. Siluet Gunung Arjuno dan Gunung Tanggung terlihat jelas di kejauhan, mempercantik suasana.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya