Tuesday, February 24, 2026
26.9 C
Jayapura

28 Anggota KKB Diamankan di Yahukimo

JAYAPURA–Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz berhasil mengamankan sebanyak 28 orang yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Tengah. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan secara bertahap sejak tanggal 10 hingga 21 Februari 2026 di sejumlah titik di wilayah Yahukimo.

“Penindakan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan,” ujar Kombes Yusuf saat jumpa pers di Jayapura, Sabtu (21/2). Adapun rincian penangkapan meliputi pada 10 Februari 2026 pukul 07.30 WIT 2 orang diamankan. 15 Februari 2026 pukul 22.20 WIT 2 orang diamankan.

Pada 16 Februari 2026 pukul 07.30 WIT sebanyak 2 orang diamankan. Pada 20 Februari 2026 pukul 07.30 WIT sebanyak 8 orang diamankan. Kemudian pukul 10 orang diamankan, kemudian pada pukul 11.00 WIT Satgas Damai Cartenz kembali mengamankan 2 orang orang pelaku dan siang pukul 13.25 WIT 1 orang juga diamankan.

“Yang paling banyak itu hari Sabtu pukul 07.00 WIT ada 11 orang yang kita amankan,” beber kombes Yusuf. Lebih lanjut dari total 28 orang yang diamankan, 9 orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses penyidikan, mitigasi, serta investigasi lapangan.

“Dari total tersebut, 9 orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Dua tersangka, Atius Sobolim dan Elipianus Esema, terkait kasus pembakaran Ruko Blok B pada 14 Februari 2026. Tiga tersangka lainnya, Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya, terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.

Baca Juga :  Berkas Perkara Jual Beli Amunisi Ilegal di Wamena Dilimpahkan ke Kejaksaan

Selain itu, penyidik juga mengungkap keterlibatan Homi Heluka alias Serius Kobak dalam beberapa kasus seperti penembakan anggota Brimob tahun 2022, pembakaran mobil Satbinmas tahun 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan Daniel Datti dan pengrusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026.

Simak Kipka alias Aibon Kipka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembakaran mobil Triton milik Kepala Desa Yalmabil pada 18 Februari 2026. Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada tanggal 12 Februari 2026.

Sementara itu, Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap penjual pinang Ester Karbeka pada 17 Februari 2026 yang sempat viral karena rekaman CCTV, serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada 22 September 2025. “Untuk yang lainnya masih kita dalami keterlibatannya, apakah terkait dengan kejadian yang telah disebutkan atau ada tindak pidana lain yang belum sempat kami data,” ujar Kombes Yusuf

Dari penggerebekan di enam lokasi, aparat mengamankan barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang tertentu, serta telepon genggam. Senjata api belum ditemukan. “Untuk senjata api sementara belum kita temukan. Seluruh terduga saat ini diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz serta Polres Yahukimo, dibackup oleh Brimob dari Sat Brimob Polda Papua,” jelasnya.

Baca Juga :  KKB Disinyalir "Bermain" Ganja Dukung Operasional

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas kelompok bersenjata tidak terlepas dari kaburnya Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025. “Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Itu menjadi pemicu kembali maraknya kejadian di Yahukimo,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa sembilan tersangka yang telah ditetapkan merupakan bagian dari jaringan KKB. “Upaya pencegahan kami lakukan dengan menambah jumlah pasukan dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua, serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk melakukan pemetaan dan profiling wilayah, termasuk waktu dan jam rawan. Patroli dilakukan terus-menerus,” ujarnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

JAYAPURA–Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz berhasil mengamankan sebanyak 28 orang yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Tengah. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan secara bertahap sejak tanggal 10 hingga 21 Februari 2026 di sejumlah titik di wilayah Yahukimo.

“Penindakan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan,” ujar Kombes Yusuf saat jumpa pers di Jayapura, Sabtu (21/2). Adapun rincian penangkapan meliputi pada 10 Februari 2026 pukul 07.30 WIT 2 orang diamankan. 15 Februari 2026 pukul 22.20 WIT 2 orang diamankan.

Pada 16 Februari 2026 pukul 07.30 WIT sebanyak 2 orang diamankan. Pada 20 Februari 2026 pukul 07.30 WIT sebanyak 8 orang diamankan. Kemudian pukul 10 orang diamankan, kemudian pada pukul 11.00 WIT Satgas Damai Cartenz kembali mengamankan 2 orang orang pelaku dan siang pukul 13.25 WIT 1 orang juga diamankan.

“Yang paling banyak itu hari Sabtu pukul 07.00 WIT ada 11 orang yang kita amankan,” beber kombes Yusuf. Lebih lanjut dari total 28 orang yang diamankan, 9 orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses penyidikan, mitigasi, serta investigasi lapangan.

“Dari total tersebut, 9 orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Dua tersangka, Atius Sobolim dan Elipianus Esema, terkait kasus pembakaran Ruko Blok B pada 14 Februari 2026. Tiga tersangka lainnya, Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya, terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.

Baca Juga :  11 Bandara Ditutup, TNI Polri Rapatkan Barisan

Selain itu, penyidik juga mengungkap keterlibatan Homi Heluka alias Serius Kobak dalam beberapa kasus seperti penembakan anggota Brimob tahun 2022, pembakaran mobil Satbinmas tahun 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan Daniel Datti dan pengrusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026.

Simak Kipka alias Aibon Kipka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembakaran mobil Triton milik Kepala Desa Yalmabil pada 18 Februari 2026. Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada tanggal 12 Februari 2026.

Sementara itu, Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap penjual pinang Ester Karbeka pada 17 Februari 2026 yang sempat viral karena rekaman CCTV, serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada 22 September 2025. “Untuk yang lainnya masih kita dalami keterlibatannya, apakah terkait dengan kejadian yang telah disebutkan atau ada tindak pidana lain yang belum sempat kami data,” ujar Kombes Yusuf

Dari penggerebekan di enam lokasi, aparat mengamankan barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang tertentu, serta telepon genggam. Senjata api belum ditemukan. “Untuk senjata api sementara belum kita temukan. Seluruh terduga saat ini diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz serta Polres Yahukimo, dibackup oleh Brimob dari Sat Brimob Polda Papua,” jelasnya.

Baca Juga :  Grebek Markas KKB, 22 Orang Diamankan

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas kelompok bersenjata tidak terlepas dari kaburnya Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025. “Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Itu menjadi pemicu kembali maraknya kejadian di Yahukimo,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa sembilan tersangka yang telah ditetapkan merupakan bagian dari jaringan KKB. “Upaya pencegahan kami lakukan dengan menambah jumlah pasukan dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua, serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk melakukan pemetaan dan profiling wilayah, termasuk waktu dan jam rawan. Patroli dilakukan terus-menerus,” ujarnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya