Friday, January 9, 2026
27.4 C
Jayapura

Pedagang Sering Pulang Tanpa Bawa Uang, Lantai 4 Sudah Jadi Tempat Hunian Kost

Merasakan Denyut Kehidupan Ekonomi Pasar Mama-Mama Papua yang Makin Lemah

Dulu menjadi simbol pemberdayaan perempuan Papua, ruang ekonomi yang hidup dan penuh harapan. Kini, Pasar Mama-Mama Papua berada di persimpangan. Cukup memprihatinkan. Itulah kalimat yang paling tepat menggambarkan kondisi pasar Mama-Mama Papua saat ini.

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Jumat (14/11), Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, turun langsung memimpin kerja bakti bersama OPD dan mitra pemerintah. Namun di balik kegiatan bersih-bersih itu, tersingkap berbagai persoalan yang membuat pasar ini semakin memprihatinkan.

Bangunan megah yang dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo itu perlahan kehilangan denyut kehidupan, menjelma menjadi gedung luas yang mulai hampa, gelap, dan jauh dari fungsi awalnya.

Baca Juga :  Hujan Lebat masih Berpotensi Terjadi, Daerah Rawan Harus Waspada

Keluhan utama para pedagang adalah pasar yang semakin sepi. Minimnya pembeli memicu munculnya praktik-praktik yang tak seharusnya ada di area pasar, termasuk permainan togel serta meningkatnya pencurian barang dagangan.

“Banyak kali pencuri masuk, kita jualan saja takut,” keluh beberapa pedagang di lantai 1, yang kini menjadi pusat seluruh aktivitas pasar.

Sejumlah fasilitas vital juga tidak berfungsi. Lampu mati di banyak titik, WC umum rusak, bahkan kunci WC dipegang oleh pihak yang bukan petugas resmi. Para pedagang pun langsung mengadukan hal tersebut saat Rustan Saru melintas di area itu.

Aktivitas jual beli kini terpusat di lantai 1. Sementara, lantai 2, 3, dan 4 lebih mirip bangunan kosong. Hanya beberapa penjual kopi dan makanan yang bertahan, itupun berjualan seadanya. Sebagian besar ruang lain tak lagi difungsikan sebagai lapak perdagangan.

Baca Juga :  Akumulasi Over Target PAD hingga Rp108,4 M, Meleset Hanya saat Pandemi

Merasakan Denyut Kehidupan Ekonomi Pasar Mama-Mama Papua yang Makin Lemah

Dulu menjadi simbol pemberdayaan perempuan Papua, ruang ekonomi yang hidup dan penuh harapan. Kini, Pasar Mama-Mama Papua berada di persimpangan. Cukup memprihatinkan. Itulah kalimat yang paling tepat menggambarkan kondisi pasar Mama-Mama Papua saat ini.

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Jumat (14/11), Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, turun langsung memimpin kerja bakti bersama OPD dan mitra pemerintah. Namun di balik kegiatan bersih-bersih itu, tersingkap berbagai persoalan yang membuat pasar ini semakin memprihatinkan.

Bangunan megah yang dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo itu perlahan kehilangan denyut kehidupan, menjelma menjadi gedung luas yang mulai hampa, gelap, dan jauh dari fungsi awalnya.

Baca Juga :  Inspektorat Review Penggunaan Dana Kampung

Keluhan utama para pedagang adalah pasar yang semakin sepi. Minimnya pembeli memicu munculnya praktik-praktik yang tak seharusnya ada di area pasar, termasuk permainan togel serta meningkatnya pencurian barang dagangan.

“Banyak kali pencuri masuk, kita jualan saja takut,” keluh beberapa pedagang di lantai 1, yang kini menjadi pusat seluruh aktivitas pasar.

Sejumlah fasilitas vital juga tidak berfungsi. Lampu mati di banyak titik, WC umum rusak, bahkan kunci WC dipegang oleh pihak yang bukan petugas resmi. Para pedagang pun langsung mengadukan hal tersebut saat Rustan Saru melintas di area itu.

Aktivitas jual beli kini terpusat di lantai 1. Sementara, lantai 2, 3, dan 4 lebih mirip bangunan kosong. Hanya beberapa penjual kopi dan makanan yang bertahan, itupun berjualan seadanya. Sebagian besar ruang lain tak lagi difungsikan sebagai lapak perdagangan.

Baca Juga :  Di Atas  Terlihat Indah, di Bawah Jadi Lokasi Pesta Miras dan Disebut Angker

Berita Terbaru

Artikel Lainnya