Gubernur Papua Pertama, Zainal Abidin Syah Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

JAKARTA-Gelar pahlawan nasional telah dianugerahkan kepada 10 tokoh pada Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/10). Salah satu sosoknya adalah Zainal Abidin Syah Sangaji yang merupakan Sultan Tidore ke-37 sekaligus Gubernur Irian Barat pertama.

Penganugerahan tersebut merupakan wujud apresiasi dan penghormatan negara atas sumbangsih besar para tokoh di berbagai bidang, mulai dari politik, sosial dan kemanusiaan, hukum, hingga pendidikan Islam, yang telah berperan penting dalam memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa. Zainal Abidin sendiri dianggap berjasa pada bidang politik perjuangan dan diplomasi.Zainal Abidin Alting lahir pada tahun 1912 di Soasiu, kota utama di Pulau Tidore.

Ia merupakan putra dari Dano Husain, keturunan langsung Sultan Ahmad Saifuddin Alting yang wafat pada tahun 1865. Nama “Alting” diambil dari tradisi keluarga kerajaan Maluku yang sering menggunakan nama kota atau pejabat Belanda, dalam hal ini Gubernur Jenderal Willem Arnold Alting. Ibunya bernama Salma, dan ia memiliki tiga saudara kandung yakni Amir, Halni, dan Idris.

Baca Juga :  Sail Teluk Cendrawasih Masuk Dalam Agenda Wisata Nasional

Pada masa kelahirannya, Kesultanan Tidore sedang mengalami kekosongan takhta sejak wafatnya penguasa terakhir pada tahun 1905. Pemerintahan wilayah otonom (zelfbesturende landschap) saat itu dijalankan oleh sebuah dewan kabupaten.

JAKARTA-Gelar pahlawan nasional telah dianugerahkan kepada 10 tokoh pada Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/10). Salah satu sosoknya adalah Zainal Abidin Syah Sangaji yang merupakan Sultan Tidore ke-37 sekaligus Gubernur Irian Barat pertama.

Penganugerahan tersebut merupakan wujud apresiasi dan penghormatan negara atas sumbangsih besar para tokoh di berbagai bidang, mulai dari politik, sosial dan kemanusiaan, hukum, hingga pendidikan Islam, yang telah berperan penting dalam memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa. Zainal Abidin sendiri dianggap berjasa pada bidang politik perjuangan dan diplomasi.Zainal Abidin Alting lahir pada tahun 1912 di Soasiu, kota utama di Pulau Tidore.

Ia merupakan putra dari Dano Husain, keturunan langsung Sultan Ahmad Saifuddin Alting yang wafat pada tahun 1865. Nama “Alting” diambil dari tradisi keluarga kerajaan Maluku yang sering menggunakan nama kota atau pejabat Belanda, dalam hal ini Gubernur Jenderal Willem Arnold Alting. Ibunya bernama Salma, dan ia memiliki tiga saudara kandung yakni Amir, Halni, dan Idris.

Baca Juga :  Usai Nonton Nyanyi Sunyi dalam Rantang, Pj Gubernur Ajak Buat Film

Pada masa kelahirannya, Kesultanan Tidore sedang mengalami kekosongan takhta sejak wafatnya penguasa terakhir pada tahun 1905. Pemerintahan wilayah otonom (zelfbesturende landschap) saat itu dijalankan oleh sebuah dewan kabupaten.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya