Monday, February 23, 2026
27.2 C
Jayapura

Meski Ada Keterbatasan Fisik, Jangan Panik dan Harus Sigap Hadapi Bencana

Ketika SLB Negeri I Kotaraja Tiba-tiba Dilanda Gempa Bumi

Musibah gempa bumi bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu butuh kesiapsiagaan menghadapi bencana untuk meminimalisir terjadi risiko bencana. Hal ini juga perlu diberikan kepada anak-anak di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kotaraja, yang memiliki keistimewaan dengan keterbatasan fisik dan keterbatasan lainnya.

Laporan: Jimianus Karlodi_Kota Jayapura

Suasana belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Jayapura, Selasa (12/8) pagi, mendadak berubah penuh kepanikan akibat goncangan gempa berkekuatan tinggi. Awalnya sempat grogi, tapi setelah mengikuti ternyata seru banget.

Kegiatan dimulai dengan simulasi kondisi belajar di kelas ketika tiba-tiba terdengar suara sirene peringatan gempa. Siswa dengan sigap berlindung di bawah meja untuk menghindari kemungkinan runtuhan.

Baca Juga :  Pendapatan Satu MCK Bisa Rp 15 juta/Bulan, Walikota Perintahkan Digratiskan

Setelah situasi dinyatakan aman, siswa diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi sambil membawa tas di atas kepala sebagai pelindung. Setibanya di titik kumpul, dilanjutkan dengan penanganan darurat bersama tim keamanan dan simulasi keberadaan sekolah darurat.

Beberapa pelajar terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan merunduk menuju halaman sekolah dengan menutupi kepala mereka dengan tas. Petugas dan relawan yang ada di lokasi, coba menenangkan para pelajar dan mengarahkan mereka untuk berjalan ke titik kumpul aman.

Sebagian murid lainnya tampak menunduk di halaman sekolah sambil menutupi kepala dengan tas sekolah. Ada pula beberapa siswa-siswi yang mengalami luka-luka yang kemudian ditangani obati tim medis.

Baca Juga :  Diberi Nama Oleh Seorang Kapten, Toko Massar Dikenal Es Krimnya

Ketika SLB Negeri I Kotaraja Tiba-tiba Dilanda Gempa Bumi

Musibah gempa bumi bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu butuh kesiapsiagaan menghadapi bencana untuk meminimalisir terjadi risiko bencana. Hal ini juga perlu diberikan kepada anak-anak di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kotaraja, yang memiliki keistimewaan dengan keterbatasan fisik dan keterbatasan lainnya.

Laporan: Jimianus Karlodi_Kota Jayapura

Suasana belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Jayapura, Selasa (12/8) pagi, mendadak berubah penuh kepanikan akibat goncangan gempa berkekuatan tinggi. Awalnya sempat grogi, tapi setelah mengikuti ternyata seru banget.

Kegiatan dimulai dengan simulasi kondisi belajar di kelas ketika tiba-tiba terdengar suara sirene peringatan gempa. Siswa dengan sigap berlindung di bawah meja untuk menghindari kemungkinan runtuhan.

Baca Juga :  BNPB Akan Terus Pantau Perkembangan di Kab. Sarmi

Setelah situasi dinyatakan aman, siswa diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi sambil membawa tas di atas kepala sebagai pelindung. Setibanya di titik kumpul, dilanjutkan dengan penanganan darurat bersama tim keamanan dan simulasi keberadaan sekolah darurat.

Beberapa pelajar terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan merunduk menuju halaman sekolah dengan menutupi kepala mereka dengan tas. Petugas dan relawan yang ada di lokasi, coba menenangkan para pelajar dan mengarahkan mereka untuk berjalan ke titik kumpul aman.

Sebagian murid lainnya tampak menunduk di halaman sekolah sambil menutupi kepala dengan tas sekolah. Ada pula beberapa siswa-siswi yang mengalami luka-luka yang kemudian ditangani obati tim medis.

Baca Juga :  Ada Teriakan ”Air Laut Naik”, yang Sakit pun Digotong ke Pikap

Berita Terbaru

Artikel Lainnya