Junjung Tinggi  Kesederhanaan dan Kebersamaan di Setiap Aspek Kehidupan

Melihat Moment Keseruan Benhur Tomi Mano Bersama Keluarga Rekreasi di Pantai

Calon Gubernur Terpilih Papua, Benhur Tomi Mano, menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berlibur ke Pantai Geby, di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Selasa (14/1). Meskipun tengah menghadapi proses pilkada yang harus berlanjut ke Mahkamah Konstitusi, BTM tetap memprioritaskan kebersamaan dengan anak dan cucunya.

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Dengan penuh keceriaan, Benhur Tomi Mano yang akrab disapa BM ini, bersama keluarganya melakukan rekreasi  sederhana di pantai. Mereka menikmati pesona alam Teluk Youtefa, bermain bersama, dan berbagi cerita.

  Kegiatan ini menegaskan komitmen BTM untuk menjaga keseimbangan antara tugas sebagai calon pemimpin dan kehidupan pribadi, memperlihatkan bahwa keluarga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.

Baca Juga :  Perlu Dilengkapi Stan Kuliner, Masih Khawatir Wira Wiri Kendaraan

   Dari kediamannya, BTM bersama keluarga berangkat menggunakan mobil menuju Dermaga Speatboad di Pantai Cibery. Di bawah jembatan merah, mereka menaiki speat boad menuju Pulau Geby, sebuah pulau kecil yang terletak sekitar 100 meter di tengah Teluk Youtefa.

Gubernur Terpilih Papua, Benhur Tomi Mano, saat menikmati waktu bersama keluarga dengan berenang bersama cucu-cucunya di Pantai Geby, Teluk Youtefa, Selasa (14/1). (foto: Karel/Cepos)

   Selama perjalanan, matanya berbinar saat menatap keindahan laut biru Teluk Youtefa, seolah terpesona oleh kecantikan alam yang memanjakan. Dibalik senyumnya, tersembunyi kenangan indah akan kampung halamannya (Kampung Tobati red) yang selama ini dirindukannya.

   Selain itu, pikirannya seolah melayang ke masa silam, mengingat perjuangannya selama menjabat sebagai Wali Kota Jayapura. Kenangan itu mengingatkan akan visi besar yang ia perjuangkan, khususnya dalam mentransformasi Teluk Youtefa menjadi sebuah pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kasus Ini Bukan Sekadar Kehilangan Anggota Keluarga, Tapi Simbol Ketidakadilan

   “Dulu, Teluk Youtefa hanyalah bentangan laut yang luas, tanpa banyak aktivitas ekonomi. Namun, berkat tekad dan kerja keras, kami bisa menyulap bentangan laut biru ini  menjadi ikon pembangunan di Jayapura,” ujarnya menceritakan awal pembangunan jembatan merah.

   Bahkan jembatan itu bukan hanya sekadar infrastruktur, melainkan simbol dari perubahan yang menghubungkan masyarakat dengan peluang ekonomi yang lebih baik. Dengan jembatan tersebut aktivitas ekonomi di Kota Jayapura berkembang pesat, membuka banyak akses baru bagi warga Jayapura untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Melihat Moment Keseruan Benhur Tomi Mano Bersama Keluarga Rekreasi di Pantai

Calon Gubernur Terpilih Papua, Benhur Tomi Mano, menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berlibur ke Pantai Geby, di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Selasa (14/1). Meskipun tengah menghadapi proses pilkada yang harus berlanjut ke Mahkamah Konstitusi, BTM tetap memprioritaskan kebersamaan dengan anak dan cucunya.

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Dengan penuh keceriaan, Benhur Tomi Mano yang akrab disapa BM ini, bersama keluarganya melakukan rekreasi  sederhana di pantai. Mereka menikmati pesona alam Teluk Youtefa, bermain bersama, dan berbagi cerita.

  Kegiatan ini menegaskan komitmen BTM untuk menjaga keseimbangan antara tugas sebagai calon pemimpin dan kehidupan pribadi, memperlihatkan bahwa keluarga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.

Baca Juga :  Pedagang Membandel, Wali Kota Minta Police Line di Jalan Otonom

   Dari kediamannya, BTM bersama keluarga berangkat menggunakan mobil menuju Dermaga Speatboad di Pantai Cibery. Di bawah jembatan merah, mereka menaiki speat boad menuju Pulau Geby, sebuah pulau kecil yang terletak sekitar 100 meter di tengah Teluk Youtefa.

Gubernur Terpilih Papua, Benhur Tomi Mano, saat menikmati waktu bersama keluarga dengan berenang bersama cucu-cucunya di Pantai Geby, Teluk Youtefa, Selasa (14/1). (foto: Karel/Cepos)

   Selama perjalanan, matanya berbinar saat menatap keindahan laut biru Teluk Youtefa, seolah terpesona oleh kecantikan alam yang memanjakan. Dibalik senyumnya, tersembunyi kenangan indah akan kampung halamannya (Kampung Tobati red) yang selama ini dirindukannya.

   Selain itu, pikirannya seolah melayang ke masa silam, mengingat perjuangannya selama menjabat sebagai Wali Kota Jayapura. Kenangan itu mengingatkan akan visi besar yang ia perjuangkan, khususnya dalam mentransformasi Teluk Youtefa menjadi sebuah pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Meski Sudah Ditertibkan, Namun Masih Banyak yang Ulangi Pelanggaran

   “Dulu, Teluk Youtefa hanyalah bentangan laut yang luas, tanpa banyak aktivitas ekonomi. Namun, berkat tekad dan kerja keras, kami bisa menyulap bentangan laut biru ini  menjadi ikon pembangunan di Jayapura,” ujarnya menceritakan awal pembangunan jembatan merah.

   Bahkan jembatan itu bukan hanya sekadar infrastruktur, melainkan simbol dari perubahan yang menghubungkan masyarakat dengan peluang ekonomi yang lebih baik. Dengan jembatan tersebut aktivitas ekonomi di Kota Jayapura berkembang pesat, membuka banyak akses baru bagi warga Jayapura untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya