Sunday, April 6, 2025
29.7 C
Jayapura

Laju Kerusakan Terumbu Karang Menurun

JAYAPURA-Proses rehabilitasi terumbu karang dilakukukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua seiring dengan laju kerusakan yang disebabkan oleh masyarakat setempat.

  Dinas Kelautan dan Perikanan menyebut, dari tahun ke tahun frekuensi tentang kerusakan terhadap terumbu karang semakin menurun. Seiring dengan tak adanya laporan atau aduan yang diterima sejak tahun 2023-2024.

  “Sejauh ini (2023-2024), berdasarkan hasil patroli kami, belum menemukan kasus kerusakan karang akibat bom ikan. Atau mungkin ada, namun tidak terpantau oleh kami,” ucap Plh. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Karlos Matuan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (18/12).

   Karlos menjelaskan yang pihaknya lakukan, rehabilitasi terumbu karang yang rusak dengan cara transplantasi karang atau membuat karang baru. “Transplantasi karang ini kami fokuskan di daerah-daerah yang parah tingkat kerusakannya, seperti wilayah Biak dan Kota Jayapura khususnya di wilayah Dok, Distrik Jayapura Utara,” terangnya.

Baca Juga :  Enam Hari Kabur, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk

  Selain itu, upaya lainnya adalah membuat zonasi terkait daerah-daerah mana saja yang bisa dijadikan kawasan menangkap ikan bagi masyarakat atau nelayan. Termasuk kawasan mana yang tidak diperbolehkan penggunaan bahan peledak.

   “Ada kawasan konservasi yang sudah kami tetapkan, jadi nelayan maupun masyarakat tidak boleh seenaknya,” tegasnya.

   Karlos tak menampik jika tingkat kerusakan terumbu karang saat ini berada di wilayah Jayapura dan Biak. Selain disebabkan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak. Penyebab lainnya adalah sebagian masyarakat menjadikan karang sebagai bahan bangunan.

  “Masyarakat harusnya menjaga kelestarian terumbu karang, jika karang rusak maka tak ada ikan di daerah itu. Selain itu juga, berdampak pada abrasi,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  Mulai Menyalurkan Bantuan Bencana Sosial kepada Pengungsi

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Proses rehabilitasi terumbu karang dilakukukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua seiring dengan laju kerusakan yang disebabkan oleh masyarakat setempat.

  Dinas Kelautan dan Perikanan menyebut, dari tahun ke tahun frekuensi tentang kerusakan terhadap terumbu karang semakin menurun. Seiring dengan tak adanya laporan atau aduan yang diterima sejak tahun 2023-2024.

  “Sejauh ini (2023-2024), berdasarkan hasil patroli kami, belum menemukan kasus kerusakan karang akibat bom ikan. Atau mungkin ada, namun tidak terpantau oleh kami,” ucap Plh. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Karlos Matuan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (18/12).

   Karlos menjelaskan yang pihaknya lakukan, rehabilitasi terumbu karang yang rusak dengan cara transplantasi karang atau membuat karang baru. “Transplantasi karang ini kami fokuskan di daerah-daerah yang parah tingkat kerusakannya, seperti wilayah Biak dan Kota Jayapura khususnya di wilayah Dok, Distrik Jayapura Utara,” terangnya.

Baca Juga :  Keluhkan Jalan Masuk STIKOM Putus Total

  Selain itu, upaya lainnya adalah membuat zonasi terkait daerah-daerah mana saja yang bisa dijadikan kawasan menangkap ikan bagi masyarakat atau nelayan. Termasuk kawasan mana yang tidak diperbolehkan penggunaan bahan peledak.

   “Ada kawasan konservasi yang sudah kami tetapkan, jadi nelayan maupun masyarakat tidak boleh seenaknya,” tegasnya.

   Karlos tak menampik jika tingkat kerusakan terumbu karang saat ini berada di wilayah Jayapura dan Biak. Selain disebabkan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak. Penyebab lainnya adalah sebagian masyarakat menjadikan karang sebagai bahan bangunan.

  “Masyarakat harusnya menjaga kelestarian terumbu karang, jika karang rusak maka tak ada ikan di daerah itu. Selain itu juga, berdampak pada abrasi,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  NCF Masuk Nominasi 10 Besar

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya