Sunday, January 18, 2026
27.4 C
Jayapura

Waspada Angin Monsun Asia, Wilayah Papua Berpotensi Hujan Lebat

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Papua untuk sepekan kedepannya. Hujan lebat berpotensi terjadi disejumlah wilayah di Papua.

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menjelaskan bahwa berdasarkan monitoring dinamika atmosfer terkini, terpantau tidak ada gangguan pola regional yang cukup signifikan hanya saja suhu muka laut Utara Papua cukup hangat sehingga berkontribusi suplai uap air membentuk awan hujan.

“Kita juga memasuki angin monsun asia atau angin monsun baratan yang akan menyebabkan peningkatan curah hujan di papua secara umum dan jayapura secara khusus,” jelas Ezri kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/11).

Baca Juga :  Seluruh Jenazah Pesawat SAM Air Diserahkan ke Keluarga

Ezri menambah puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari 2025. Menuju ke sana kata dia, akan terjadi eskalasi hingga mencapai puncak musim hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggi.

Dijelaskannya untuk prospek cuaca sepekan  mulai, 11-13 November 2024, dibeberapa wilayah berikut ini, umumnya akan berawan hingga hujan ringan dan sedang akan terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi dan Keerom.

Kemudian untuk prospek cuaca pada, 14-17 November 2024, Umumnya cerah berawan hingga berawan tebal. Potensi hujan ringan hingga sedang akan terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Waropen, Sarmi dan Keerom.

Baca Juga :  Asing Tak Boleh Campuri Bebaskan Pilot Susi Air

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Papua untuk sepekan kedepannya. Hujan lebat berpotensi terjadi disejumlah wilayah di Papua.

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menjelaskan bahwa berdasarkan monitoring dinamika atmosfer terkini, terpantau tidak ada gangguan pola regional yang cukup signifikan hanya saja suhu muka laut Utara Papua cukup hangat sehingga berkontribusi suplai uap air membentuk awan hujan.

“Kita juga memasuki angin monsun asia atau angin monsun baratan yang akan menyebabkan peningkatan curah hujan di papua secara umum dan jayapura secara khusus,” jelas Ezri kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/11).

Baca Juga :  Kelola Anggaran, Pemkab Tolikara Gunakan Sistem Online

Ezri menambah puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari 2025. Menuju ke sana kata dia, akan terjadi eskalasi hingga mencapai puncak musim hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggi.

Dijelaskannya untuk prospek cuaca sepekan  mulai, 11-13 November 2024, dibeberapa wilayah berikut ini, umumnya akan berawan hingga hujan ringan dan sedang akan terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi dan Keerom.

Kemudian untuk prospek cuaca pada, 14-17 November 2024, Umumnya cerah berawan hingga berawan tebal. Potensi hujan ringan hingga sedang akan terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Waropen, Sarmi dan Keerom.

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan di Puskemas Terus Ditingkatkan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya