Tuesday, January 13, 2026
26.7 C
Jayapura

Kolaborasi Multipihak untuk Papua Sehat, Atasi Malaria dan Cegah Stunting

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam meluncurkan Program Kesehatan Terintegrasi untuk Papua Sehat melalui pengendalian malaria dan pencegahan stunting.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, pengendalian penyakit malaria dan penuntasan stunting merupakan program prioritas Pemerintah Kabupaten Mimika.

Joahnnes pun menyambut baik kolaborasi ini untuk menekan angka penderita malaria, mencegah stunting, sehingga cita-cita bersama mewujudkan Papua Sehat dapat tercapai.

Johanes menyebutkan dalam Riset Kesehatan Dasar 2022 yang dilakukan bersama antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia ditemukan angka insiden malaria dan kondisi stunting pada bayi dan balita yang tinggi di Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  Tahun ini, Sholat Ied di Mimika Dilaksanakan di 81 Titik

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika pada 2023 mencatat 145 ribu orang menderita penyakit malaria dengan tren yang terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

Sedangkan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Mimika mencapai 24,7%. Lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 21%.

  Diketahui stunting dan malaria memiliki keterkaitan yang erat dalam konteks kesehatan masyarakat. Anak-anak yang sering terkena malaria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stunting karena tubuh mereka tidak mendapatkan cukup nutrisi yangdiperlukan untuk pertumbuhan optimal. Selain itu, malaria juga dapat memperburuk kondisi ibu hamil, sehingga meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang kemudian dapat berkembang menjadi stunting.

Baca Juga :  Beras dan Daging Babi Masih Pengaruhi Inflasi di Mimika

  “Melalui gotong royong semua pihak, kami berharap dapat mengakselerasi pengendalian malaria dan pencegahan stunting sehingga kesehatan masyarakat terlindungi,” kata Johannes dalam sambutannya saat peluncuran Program Kesehatan Masyarakat Terintegrasi Melalui Pengendalian Malaria dan Pencegahan Stunting yang berlangsung di Puskesmas Mapurujaya, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 18 Juli 2024.

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam meluncurkan Program Kesehatan Terintegrasi untuk Papua Sehat melalui pengendalian malaria dan pencegahan stunting.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, pengendalian penyakit malaria dan penuntasan stunting merupakan program prioritas Pemerintah Kabupaten Mimika.

Joahnnes pun menyambut baik kolaborasi ini untuk menekan angka penderita malaria, mencegah stunting, sehingga cita-cita bersama mewujudkan Papua Sehat dapat tercapai.

Johanes menyebutkan dalam Riset Kesehatan Dasar 2022 yang dilakukan bersama antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia ditemukan angka insiden malaria dan kondisi stunting pada bayi dan balita yang tinggi di Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  Kirim Anggota ke Makassar Dalami Kasus Penipuan Berkedok Debtcollector 

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika pada 2023 mencatat 145 ribu orang menderita penyakit malaria dengan tren yang terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

Sedangkan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Mimika mencapai 24,7%. Lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 21%.

  Diketahui stunting dan malaria memiliki keterkaitan yang erat dalam konteks kesehatan masyarakat. Anak-anak yang sering terkena malaria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stunting karena tubuh mereka tidak mendapatkan cukup nutrisi yangdiperlukan untuk pertumbuhan optimal. Selain itu, malaria juga dapat memperburuk kondisi ibu hamil, sehingga meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang kemudian dapat berkembang menjadi stunting.

Baca Juga :  Wacana Pemekaran 2 DOB Baru di Mimika Masih Moratorium

  “Melalui gotong royong semua pihak, kami berharap dapat mengakselerasi pengendalian malaria dan pencegahan stunting sehingga kesehatan masyarakat terlindungi,” kata Johannes dalam sambutannya saat peluncuran Program Kesehatan Masyarakat Terintegrasi Melalui Pengendalian Malaria dan Pencegahan Stunting yang berlangsung di Puskesmas Mapurujaya, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 18 Juli 2024.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya