“ Jadi untuk Jayawijaya kita dapat DAK Fisik dari Kementrian Kesehatan dengan membangun 4 Puskesmas di Wilayah ini yang kita fokuskan di Wouma, Tailarek , Koragi dan Bpiri dengan anggaran kurang lebih Rp 11 Milyar Lebih,”ungkapnya Rabu (30/8) kemarin.
Jenazah Michelle Kurisi Doga akhirnya ditemukan aparat gabungan TNI-Polri bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Lanny Jaya tepatnya di perbatasan Distrik Beam dan Distrik Kolawa, Kamis (31/8).
Dari aksi tersebut mahasiswa yang berkumpul di Jalan Ahmad Yani Wamena tepatnya di depan kantor Kejaksaan Negeri Jayawijaya melakukan aksi longmars ke Kantor Gubernur Papua Pegunungan dan berhenti di jalan Diponigoro. Sebab mereka sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar Plt Sekda menemui mereka di ruas jalan tersebut.
“Saya berharap dengan peresmian kantor ini dapat menjadi pelayanan gereja kepada masyarakat dan jemaat semakin meningkat dan semakin baik sebagai tempat pemberitaan injil dan sebagai tempat memuliakan Tuhan” ungkapnya Rabu (30/8)saat ditemui di Distrik Muliama.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Wihelmina Kurut tersebut menyambangi Yayasan Generasi Anak Panah di Jalan Sanger Wamena, Masjid Darul Mukhlasin, Kampung Tulima serta Gereja Katolik Paroki St. Stevanus Kimbim-Wo'ogi, Distrik Asologaima.
Plt Kepala DPMK Kabupaten Jayawijaya, Lepinus Gombo, SPd, MSi menyatakan, pihaknya mendorong kampung yang lain agar bisa menggunakan dana desa seperti Kampung Wamusage, sebab pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Polres Jayawijaya melakukan penyegaran dengan merotasi pejabatnya, khususnya Kapolsek Kurulu yang awalnya dijabat oleh Iptu Agustian Irawan, kini berganti kepada Ipda Charles M. Mansumber yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK.
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Heri Wibowo, SIK ketika dikonfirmasi membenarkan adanya seorang wanita berinisial DW yang diamankan di sebuah rumah yang berada di Jalan Sosial Wamena karena memproduksi dan menjual Miras jenis CT di Jalan Sosial Wamena.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, SIK menyatakan, dalam kasus provokasi dan penyerangan di Pasar Potikelek, pihaknya telah menetapkan seorang tersangka dengan inisial JA yang melakukan provokasi kepada warga yang lainnya, setelah kakinya terkena parang yang dibawanya sendiri saat berkelahi dengan rekannya.
“Untuk setiap tahapan Pemilu perlu ada keterlibatan aparat, khususnya kepolisian, sehingga setiap tahapan bisa berjlan dengan baik,”ungkapnya, Senin (28/8) kemarin.