"Dengan proses yang sangat pendek kami dapat merasakan ini semua, saya berpesan kepada jajaran Kodim 1712/Sarmi untuk tolong dijaga silaturahmi, emosionalnya, saling terbuka melakukan koordinasi supaya semua menjadi lebih baik, jangan membuat front, jika kita lebih erat niscaya akan menjadi lebih baik," ungkapnya.
Pangdam XVII / Cenderawasih Mayor Jenderal TNI, Izak Pangemanan kepada Cenderawasih Pos di Biak mengungkapkan kondisi Pilot Susi Air baik-baik saja. Menurutnya tidak ada masalah kalau melihat fotonya.
‘’Kegiatan ini kita laksanakan dengan tujuan untuk merefresh kembali para anggota mengingat, salah stau tugas dari TNI adalah melaksanakan kegiatan perbantuan kepada Polri dalam menghadapi aksi-aksi demonstran,’’ katanya.Â
Kondisi yang terus berulang akibat cuaca yang terbilang ektrim. Jika dingin maka akan dingin sekali dan jika panas maka suhu akan naik sangat panas. Kondisi ini biasa mulai terjadi di bulan Mei dan pada Juli hingga Agustus menjadi puncak dari terjadinya masalah tersebut.
Tujuh pejabat tersebut adalah Brigjend TNI Achmad Fauzi yang menempati jabatan Kapok Sahli Pangdam XVII Cenderawasih, Asintel Kasdam XVII /Cenderawasih dari Kolonel Inf Berkim Sitompul kepada Kolonel Inf Luhut Bernandus Sidabariba.
Yonif Raider Khusus (RK) 111/Karma asal Banda Aceh dan Yonif 726/Tamalatea asal Makassar, Sulawesi Selatan akan menggantikan Yonif 511/DY dan Yonif 725/Wrg yang sudah bertugas selama kurang lebih 11 bulan. Â
 "Prajurit TNI, khususnya yang bertugas di bagian peralatan kodam (paldam), akan dikerahkan untuk bantu cari sumber air yang nantinya disalurkan ke permukiman warga," kata Kepala Peralatan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Cpl. Reki Feriyanto di Jayapura, Kamis.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan bencana ini terjadi secara periodik setiap tahun mulai Mei, Juni dan Juli. Penyebabnya, cuaca ekstrim akibat hujan es dan kabut yang membuat tanaman termasuk umbi-umbian yang menjadi bahan makanan masyarakat jadi membusuk.
"Tidak ada (gangguan keamanan). Jadi, saya pastikan untuk kendala dari KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), KST (Kelompok Separatis Teroris), tidak ada. Jadi, memang saat ini kendalanya hanya cuaca saja," kata Yudo usai Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan dan Kelaparan di Papua Tengah yang digelar di kediaman resmi Wakil Presiden, Jakarta, Rabu.
Tanggapan tersebut disampaikan Yudo usai mengikuti rapat dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta kemarin (2/8). Dia mengetahui bahwa Presiden Joko Widodo akan mengevaluasi jabatan sipil yang diisi tentara. Namun dia menegaskan belum dipanggil Presiden untuk membahas soal tersebut.