"Masyarakat dan Pemda Pegunungan Bintang mendukung penegakan hukum yang dilakukan TNI-Polri terhadap KKB yang seringkali melakukan aksi kekerasan," kata dia, dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jayapura, Papua, Senin.
  Kegiatan ini dipimpin oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Yudha Medy Dharma Zafrul, S.I.P., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Tahun ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju.Â
Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Barat (PB) akhirnya merilis dan membenarkan lima anggotanya yang tewas saat disergap tim Satgas Damai Cartenz di Kampung Modusit Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Ada kelompok yang diduga dari Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) yang sengaja menghembuskan berita bohong dengan menyudutkan TNI. Isunya adalah dari kedatangan TNI untuk mengganggu aktifitas petigas medis.
Pada kegiatan tersebut, Danrem memberikan materi terkait Afirmasi Anak Tabi dalam penerimaan prajurit TNI AD dan Kamtibmas di wilayah adat Tabi dalam kerangka Otsus Papua.
 "Harga barang di pasar murah ini, sangat terjangkau, bedanya sekitar Rp. 8 ribu, seperti gula, di toko atau supermarket harganya kisaran Rp.18 ribu/kg, tapi di pasar murah ini ini cuma Rp. 12 ribu," ujarnya.
Walaupun sebenarnya konsen penyerangan yang dilakukan KKB bukanlah di Oksibil melainkan di Distrik Serambakon. Publik lebih menunggu perkembangan situasi di Serambakon dan bukan di Oksibil.
Ada barang bukti keanggotaan TPN OPM wilayah Papua Barat yang ditemukan. MI sendiri berhasil ditangkap Minggu (24/9) dimana menurut Dansatgas Yonif 407/PK Letkol Inf Hermawan Setya Budi penangkapan MI ini merupakan hasil sweeping yang dilakukan oleh TNI beserta aparat Kepolisian setempat setelah sebelumnya terjadi serangan terhadap Pos TNI di Aroba Teluk Bintuni.
Kata Pangdam hal tersebut omong kosong. Sebab jika dilihat dari kemampuan senjata yang dimiliki maka tidak memungkinkan mengenai sasaran dengan jarak 2 Km.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pengemanan menyatakan 100 personel ini akan dikirim untuk mendukung Polri dan pos – pos yang ada di Pegubin. Selain itu ini dilakukan untuk penegakan hukum bagi kelompok bersenjata.