Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy Tohir Sabara mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa titik awal api diduga berasal dari rumah kos yang berada di ujung kanan, kemudian api dengan cepat merambat dan mengha
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito membenarkan terjadinya kebakaran tersebut saat dikonfirmasi. Menurutnya, bangunan yang terbakar merupakan deretan asrama berbahan kayu yang dihuni anggota Polsek Pirime.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang menghanguskan dua ruko dan satu garasi tersebut, dan langsung menindaklanjuti laporan kebakaran itu.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.45 WIT dan sempat membuat panik warga di sekitar lokasi. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah lain yang berdempetan di kawasan padat penduduk tersebut. Ketua RT/RW 03/05, Yan Wilem Aninam,
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik ilegal yang berkaitan dengan distribusi BBM, khususnya yang menyangkut subsidi pemerintah. Ia menyebutkan bahwa kasus in
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mengakui jika, pertemuan ini sengaja dilakukan untuk mengenal para korban dari 15 ruko yang terbakar di Jalan Irian dan Jalan Trikora Wamena kemarin, sekaligus mencoba untuk menelu
Kebakaran hebat kembali melanda Kota Wamena Ibukota Kabupaten Jayawijaya Sabtu (4/4). Kali ini kebakaran melanda 15 ruko di Jalan Irian dan Trikora Wamena sekira pukul 06.40 WIT.
Di bawah kegelapan malam yang pecah oleh suara ledakan material, harta benda yang dibangun bertahun-tahun sirna hanya dalam hitungan jam. Bencana ini tidak hanya meruntuhkan struktur bangunan, tetapi juga menyapu bersih
‘’Kami menerima laporan sehubungan kecelakaan kapal yang melibatkan KM. Mekar Alam B di perairan Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Jumat (27/3) siang ini sekira pukul 14.29 WIT,’’ kata Kepala
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya membantu memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil water supply dikerahk
"Berdasarkan hasil respon cepat di lokasi kejadian, bangunan yang terbakar meliputi Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai Polda Papua Tengah; Kantor Distrik Kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai; serta 18 unit rumah semi permane
Beruntung, kobaran api tidak sempat meluas dan hanya menghanguskan sebagian dinding kamar. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIT. Pemilik rumah kos, Hj Saida, mengatakan saat kejadian pelaku berada seorang d
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura langsung melakukan pengecekan dan mengambil keterangan para korban di RSUD Yowari sekitar pukul 13.30 WIT.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, mengatakan
Lokasi kebakaran yang berada tepat di pertigaan Jalan Raya Sorido Kampung Baru, yang merupakan jalur padat, membuat arus lalu lintas sempat lumpuh total. Kemacetan parah tak terhindarkan mengingat waktu kejadian bertepat
Peristiwa kebakaran tersebut diketahui berawal terdengar bunyi seperti lemparan batu yang mengenai atap seng tepatnya di Ruang II (Ruang Doa) dari panti asuhan itu.
Kasi Pengendalian Operasi Damkar Kota Jayapura, Velix Rumbiyaan mengatakan, korsleting listrik terjadi di lantai 2 kamar kos. Dari 19 unit kos-kosan, 16 unit diantaranya terbakar. Sedangkan 3 unit, sebatas kena percikan.
Proses belajar dan mengajar sebagian siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI), Kampung Baru Abepura, terpaksa harus dirumahkan sementara waktu alias libur. Hal ini, setelah beberapa ruang bangunan di sekolah itu ludes terbakar,
"Kita akan melakukan evaluasi untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki, apalagi sekolah ini memang sudah masuk dalam rencana perbaikan yang akan dilakukan Pemerintah Kota Jayapura," kata Rustan usai meninjau beber
Pasca kebakaran yang melalap badan pesawat, pihak bandara bersama aparat keamanan (Apkam) dan Maskapai Amole Air langsung melakukan langkah darurat berupa pemindahan bangkai pesawat ke lokasi aman agar tidak mengganggu a
Apalagi, di sekitar ruangan komputer itu terdapat barang-barang yang mudah terbakar.
Koko Hoki, pemiliki dari Omart tersebut ditemui media ini di tokonya mengaku jika 2 unit computer yang terbakar dibagian belakang toko
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, menjelaskan rumah yang terbakar ini milik HH (50). Penyebab kebakaran diduga dari kompor yang sedang digunakan untuk memasak. Saat menambahkan minyak tanah, api tiba-tiba menyemb
Karena itu ia menghimbau kepada para petugas kebersihan/penjaga sekolah atau masyarakat luas agar untuk tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan.
Tegasnya pastikan api pada sampah yang dibakar telah padam, sehi
Mike Rumansara (39), pemilik rumah yang terbakar ini menyebut bahwa kejadian tersebut terjadi sekira pukul 10.00 WIT. Saat itu korban diketahui sedang menelepon keluarganya dan tiba-tiba kedua anak korban yang sedang ber
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, menerangkan bahwa selain belum teridentifikasi, pihak keluarga korban pun belum ada yang melapor ke pihak kepolisian terkait ada anggota keluarganya yang hilang.
Laporan yang diterima media melalui Humas Polres Boven Digoel menjelaskan, pihak Polres Boven Digoel yang menerima laporan tiba di TKP sekira pukul 13.00 Wit dipimpin Pawas Aiptu Dwi Agung beserta anggota piket langsung
Dari pantauan media ini, tampak salah satu keluarga dari pemilik rumah tersebut memindahkan barang barang dari dapur seperti mesin cuci, piring, loyang, ember dan sebagainya untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman de
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK melalui Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Sewang yang memimpin oleh TKP setelah kebakaran tersebut mengungkapkan, bahwa berdasarkan oleh TKP dan keterangan saksi yang ada di TKP, untu
Lucky mengatakan hingga kini belum ada satupun orang yang mendatangi RSUD Mimika untuk mengkonfirmasi terkait dengan mayat pria terseut. “Sampai saat ini belum ada identitas atau keluarganya,” ujarnya.
NN mengatakan itu, dikarenakan salah seorang korban kebakaran mengaku beberapa jam sebelum kebakaran dirinya sempat masak, namun ia tidak menjelaskan secara detail terkait dengan apa yang korban masak. Setelah itu, kat
Menurut Usman (56), salah satu warga setempat, mengatakan api berasal dari salah satu rumah kosong milik salah seorang warga yang ditinggalkan sejak satu tahun lalu (2024). Ia menduga kebakaran tersebut disebabkan kare
Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kebakaran tersebut, dan segera bergerak ke lokasi kejadian bersama jajaran Polres Dogiyai untuk melakukan pengamanan serta
Menurut Usman, diduga kebakaran tersebut terjadi karena korsleting listrik. Sebab, pemilik Kios tidak ada tempat dan masih berlibur di kampung halamannya. Proses pemadaman api, dilakukan oleh warga dengan mengguna
Menyadari bahaya, para pedagang segera menyelamatkan diri. Tim gabungan Polres Waropen, Polsek Warbah, dan BNPB Kabupaten Waropen pun diterjunkan untuk mengevakuasi warga dan memadamkan api. Namun, keterbatasan peralatan pemadam membuat upaya pemadaman terkendala.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sekitar pukul 00.30 WIT. Tim gabungan yang terdiri dari Regu Siaga Polres Puncak Jaya dan Brimob Yon C segera bergerak menuju lokasi kejadian. Namun, saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan penghuni maupun saksi mata di sekitar lokasi.
Dari dua insiden kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, sementara untuk kerugian material untuk kejadian di jalan hom -hom diperkirakan sebesar Rp 600 juta, sebab dalam insiden tersebut ada juga kandang ternak babi berserta isinya habis terbakar, sementara untuk bangunan rumah di jalan gatot subroto kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 200 juta
Dua mobil pemadam kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke dikerahkan untuk memadamkan api, sehingga api tidak merembet ke gedung Gereja Kristus Pengasih. Sekretaris Daerah Kabupaten Meauke Yermias Paulus Ruben Ndiken, hadir beberapa saat ketika api sedang membakar Pastori itu. Ia tampak mengimbau warga agar tidak mendekat ke titik bangunan yang terbakar itu.
Ia mengaku sempat mendengar ledakan dari dalam gudang tersebut tetapi dirinya tidak dapat memastikan apakah itu gas atau suara ledakan akibat dari kebakaran tersebut karena didalam gudang banyak bahan kimia, termasuk obat-obatan.
Kapolsek Muara Tami AKP Sem Hanasbey dalam pres rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Senin (16/12) malam membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, usai diisi bahan bakar, motor tidak mau hidup saat distarter.
Apakah karena factor kelalaian atau ada unsur kesengajaan karena factor Pilkada. Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samonsabra mengatakan peristiwa ini menyebabkan setidaknya 21 unit Toko dan rumah milik warga hangus terbakar. Kapolres mengaku pihaknya mengetahui peristiwa setelah mendapatkan informasi dari salah satu personil Polres Yalimo yang saat itu patroli di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Kebakaran ini pun menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Cenderawasih lumpuh total karena warga yang melintas sontak berhenti dan menonton. Aparat kepolisian kemudian tiba di lokasi dan melakukan pengalihan arus lalu lintas. Di saat yang bersamaan, armada pemadam kebakaran pun tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api.
Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 02.30 WIT dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIT, Senin (02/12) dan dilakukan pendingan sampai siang hari karena masih ada api kecil yang menyala. Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan Tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dua mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Merauke dikerahkan untuk memadamkan api sehingga tidak merembet ke rumah mantan wakil bupati Merauke dr. Benjamin Simatupang, MPH, yang bersebelahan dengan gudang yang terbakar itu. Gudang Arsip ini sendiri berada di belakang dan terpisah dengan gedung utama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke.
Kabag Ops Polres Jayapura Setpen P. Sianturi, S.H., memimpin langsung personel menuju lokasi kebakaran. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil AWC Polres Jayapura dikerahkan ke lokasi kejadian, untuk memastikan api tidak menyebar lebih luas. Dengan upaya keras dari petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat, api berhasil dipadamkan secara keseluruhan pada pukul 01.15 WIT.
PT Sinar Mas sendiri merupakan perusahaan yang bergerak pada perkebunan kelapa sawit dan kata Kapolres, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 21. 00 WIT pada hari Minggu malam namun untuk penyebab kebakaran dan kronologisnya belum diketahui karena saat ini Tim Identifikasi Polres Jayapura masih mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian tersebut termsuk berapa total kerugiannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jayapura, Margareta V. Kirana mengatakan kebakaran ini diduga dari api yang berasal dari salah satu bengkel di area tersebut, yang sementara melakukan pembakaran sampah. Karena tidak dikontrol api merembet dan mengakibatkan salah satu bengkel hangus terbakar.
Pemilik kos, Usrek mengatakan, kebakaran terjadi ulah pasangan suami-istri (Pasutri) yang numpang tinggal di rumah kos miliknya itu terlibat pertengkaran hebat. Usrek mengungkapkan, pasangan ini bertengkar hingga wanita tersebut yang tak reda emosi menyiram sebotol bensin ke tubuh pasangannya yang saat itu sedang merokok.
Menurut kabar yang beredar mobil ini, sebelumnya sudah terbakar di areal sekitar SPBU, kemudian dengan segera didorong keluar areal SPBU, ke areal yang dianggap lebih aman. Api berkobar sekitar hampir 30 menit tidak jauh dari areal SPBU, dan api tidak dapat dipadamkan dengan cepat. Kejadian ini sempat menjadi perhatian warga dan pengguna jalan, karena menyebabkan sedikit kemacetan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura, Margareta V. Kirana mengaku menerima laporan dari masyarakat baik melalui telepon maupun pesan WA. Sesaat setelah terjadinya kebakaran itu. Merespon, laporan tersebut, pihaknya langsung menurunkan tim untuk turun ke lapangan.
Kebakaran bisa dipadamkan sekitar empat jam kemudian atau pukul 09.30. Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Yudi Frianto membenarkan bahwa kebakaran terjadi di dalam ruang mesin. Meski begitu, kepastiannya tetap menunggu hasil penyelidikan.
Mereka bilang, awalnya api kobaran api datang dari salahsatu kos-kosan yang berada di belakang bangunan depan Bank Papua. Api dengan sangat cepat melahap bangunan yang semi beton dengan sebagian besar konstruksinya berbahan kayu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun media ini lapangan bahwa sumber api pertama terlihat dari kios paling ujung milik Awal, yang sehari-harinya menjual Pertalite dengan menggunakan pompa bensin mini, kemudian merambat ke kios dan 2 rumah rumah yang memang saling terhubung satu dengan lainnya.
Dari peristiwa tersebut, tidak memakan koban jiwa, namun kerugian ditaksir lebih dari Rp. 500 juta. "Selain bangunan, dan kayu yang tersimpan di gudang, juga surat perusahaan ikut terbakar," jelasnya.
Diketahui pemilik rumah menjadi korban adalah keluarga Robi Duwiri (66) dan keluarga Rumainum. Keduanya harus kehilangan tempat tinggalnya. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda menjelaskan bahwa kejadian diketahui sekitar Pukul 19.30 WIT.
Menurut David, di dalam rumah tersebut tidak ada orang karena sedang keluar. Ia mengaku tiadk tahu pasti pemilik rumah tersebut perginya kemana, tetapi yang jelas kata David api tersebut bersumber dari salah seorang warga bernama, Robby Duwiri.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut, kronologis kebakaran ini mengungkap bahwa api pertama kali terlihat sekira pukul 03.30 WIT oleh saksi Ahmad (39) dan saksi Ansar.
Tujuh unit kios di Pasar Mumanjakowa, Kampung Sokanggo, Kabupaten Boven Digoel ludes terbakar, Jumat (31/3) sekitar pukul 06.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Belum diketahui sumber api tersebut dan masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.Humas Polres Boven Digoel, melaporkan, peristiwa kebakaran ini pertama kalinya diterima piket penjagaan Polsek Mandobo dari masyarakat adanya kebakaran di Kompleks Pasar Mumanjakowa, Wet Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo.