“Partisipasi kafilah ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk memperkuat syiar Al-Qur’an, membangun ukhuwah Islamiyah, serta mengharumkan nama Provinsi Papua di kancah nasional.”, tutur Wahyudi yang juga
Manajer Tim Kafilha Kota Jayapura, Abdul Majid menyampaikan Kafilah Kota Jayapura kembali berhasil meraih predikat Juara Umum, serta menempatkan 6 peserta sebagai Juara I yang berhak mewakili Provinsi Papua ke ajang STQ
Fransisco Olla mengungkapkan kebanggaannya terhadap 23 anggota kontingen Biak Numfor. "Ada sekitar 8 orang yang meraih prestasi, dan satu orang akan mewakili Pemprov Papua untuk STQ Tingkat Nasional yang akan berlangsung
STQ Ke-XXVIII ini merupakan giat STQ pertama di Provinsi Papua setelah pemekaran Provinsi menjadi 4 Provinsi baru yaitu Provinsi Papua, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua Selatan.
STQ tahun ini mempertandingkan dua jenis perlombaan, yaitu Tilawah, Hifzil Qur'an, yang dibagikan menjadi enam kategori. Setiap cabang dan kategori harus menunjukkan kemampuan luar biasa para peserta dalam seni memba
Syahrul merupakan siswa kelas IX SMP PP Hidayatullah Timika. Berbagai prestasi berhasil diraihnya baik pada ajang STQ, MTQ, nasional dan juga provinsi. Prestasi nasionalnya mewakili Provinsi Papua dimulai tahun lalu, melalui ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional pada cabang Hifzhil Al-Qur’an dan tilawah 1 juz putra, di Banjarmasin. Ia meraih juara harapan III.
Ia tampil dengan dukungan kehadiran hampir seluruh anggota kafilah. Syahrul merupakan satu-satunya peserta kafilah Provinsi Papua yang menembus babak final STQHN ini. Sebelumnya Syahrul berhasil meraih nilai 95, 5834 menempati posisi sementara urutan ke-2 pada Kamis (2/11/2023).
Sebagai pemerintah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kontingen STQ Kota Jayapura yang telah menorehkan prestasi terbaik yaitu menjadi juara umum STQ tingkat Provinsi Papua," kata Frans Pekey, di kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (27/6).
Berdasarkan SK Nomor 01/DH/STQ-XXVII/Papua/2023 yang dibacakan oleh Koordinator Dewan Hakim, H. Jalaludin Tiflen, S.Pd., M.Pd., Kota Jayapura berhasil menyabet Juara Umum STQ XXVII Papua. Sementara pemenang dari Eksibisi Da’i Cilik dan Qasidah Rebana STQ XXXVII Papua, Ananda Qafisha Adzkia Saufa berhasil menyabet juara I Da’i Cilik, dan Masjid Nurul Iman sebagai juara I Qasidah Rebana.
"Kehadiran perwakilan Papua dalam lomba STQ tingkat nasional sangat penting, karena dapat menginformasikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia bahwa Papua memiliki keberagaman yang solid," ucap Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Suzana Wanggai usai menutup STQ, Sabtu (24/6).
H. Jalaludin Tiflen juga menambahkan bahwa Dewan Hakim STQ ke XXVII Papua sangat profesional dalam penentuan finalis terbaik yang akan mewakili Papua di ajang STQ Nasional di Jambi mendatang.
Ketua Majelis Dewan Hakim pada cabang lomba HQ, Dr. Anang Firdaus, M.Fil.I., menyampaikan bahwa para peserta pada hari kedua kini semakin antusias dan lebih maksimal pada setiap tampilannya.
Ketua Majelis Dewan Hakim Cabang Lomba HQ, Dr. Anang Firdaus, M.Fil.I., menyampaikan bahwa penyelenggaraan MHQ pada tahun ini cukup kompetitif. Hal ini disebabkan banyaknya peserta yang mengikuti tiap golongan lomba dari tahun sebelumnya.
Ketua Panitia STQ XXVII Tingkat Provinsi Papua Tahun 2023, Drs. H. Joko Dasri, MM., dalam arahannya menjelaskan bahwa technical meeting dilaksanakan agar STQ berlangsung jujur, bersih dan transparan. Dengan demikian visi membumikan Al-Qur'an betul-betul terlaksana.
Ketua Kontingen Peserta (Kafilah), Kabupaten Mamberamo Raya, Amiruddin S. HI, menyampaikan pihaknya akan mengikuti semua jenis lomba. Yang meliputi cabang tilawah anak putra dan putri cabang Hifzh satu jus dan cabang lomba sepuh juz. Selain itu Hifzh satu jus putra dan putri.
Ridwan menambahkan bahwa STQ sebagai ajang untuk mencari para qori dan qoriah terbaik yang nantinya akan mewakili Provinsi Papua di tingkat nasional. STQ juga merupakan salah satu ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an agar umat muslimselalu mempelajarinya serta mengamalkannya.
"Kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang paham Al Quran, bukan hanya mampu membaca namun juga mampu memahami arti dan maknanya, serta mengamalkannya," kata Frans Pekey, Sabtu (13/5).