Triwarno mengungkapkan, masih ada ASNÂ yang belum melakukan pengajuan berkas atau surat pengunduran diri menjelang pendaftaran pasangan bakal calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Jayapura pada Pilkada Serentak 2024 di KPU Kabupaten Jayapura.
Menurut Andi Warga Doyo Baru, memang jalan di depan Yonif 751 hingga Depan Saga Kemiri harus ditinggikan, supaya saat hujan air tidak naik ke atas, karena selama ini jalan sering terkena air maka sudah banyak yang berlobang dan rusak.
Hariyanto menyebutkan, setiap ada ivent kegiatan dari Dekranasda, maka Pemkab Jayapura tidak bisa menghadirkan perwakilan Dekranasda Kabupaten Jayapura yang ikut mewakili Kabupaten Jayapura, karena belum terbentuk pengurus, hanya kelompok pembuat kerajinan tangan yang memiliki galeri yang diikutkan.
“Memang Kabupaten Jayapura yang luas ini memerlukan banyak tenaga guru dan kesehatan, pelayanan yang lebih merata kepada masyarakat baik di bidang kesehatan maupun pendidikan dan untuk menjawab tantangan di lapangan, sehingga dari kebutuhan tersebut Pemkab Jayapura membutuhkan pengangkatan bagi PPPK untuk guru dan tenaga kesehatan,"ucapnya.
Oleh karena itu, Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay mengaku, selama ia menjabat Kapolres Jayapura yang baru, ia berkomitmen akan melakukan pendekatan kepada masyarakat atau pemilik hak Ulayat di Kabupaten Jayapura agar tidak lagi melakukan pemalangan sekolah, puskemas atau fasilitas untuk yang dapat menganggu dan menghambat kepentingan umum.
Usai melakukan tanam perdana, Pj. Bupati kepada wartawan mengatakan, program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Kampung Kuipons, Distrik Nimboran saat ini adalah suatu hal yang besar dalam memajukan atau meningkatkan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.
Diakui Triwarno, dirinya belum bisa menyebutkan siapa ASN yang mau mengundurkan diri tersebut yang akan maju dalam Pilkada Kabupaten Jayapura. Hal ini tentunya harus ada pertimbangan jika nanti semua prosesnya sudah dilewati dan telah mendapatkan SK pengunduran diri sebagai ASN, maka hal ini tidak menjadi beban bagi ASN tersebut.
Dijelaskan, untuk korban meninggal dunia di tahun 2023 sebanyak 1 orang, untuk di tahun 2024 sampai saat ini juga memiliki 1 kasus meninggal dunia, sehingga di tahun 2024 ini tidak mengalami peningkatan dalam hal jumlah, sama dengan tahun lalu.
Pasalnya, dari total 25 anggota, hanya 4 legislator yang mengisi daftar hadir. Itu seperti yang disampaikan Sekretaris DPRD Kabupaten Jayapura Derek Thimotius Wouw saat membacakan daftar hadir anggota dewan.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay melalui Kabag Ops Polres Jayapura Kompol Septen P. Sianturi mengatakan, pelaksanaan Pilkada Kabupaten Jayapura pada bulan November 2024 dengan pemilihan legislatif, Presiden dan Wakil Presiden RI di bulan Februari 2024 lalu ada yang berbeda.