Tidak hanya itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta kedisiplinan pelayanan para staf medis juga terus digenjot pihak rumah sakit demi kenyamanan dan kepercayaan pasien.
Untuk diketahui, setiap ruangan di RSUD Abepura mengirimkan perwakilan dua (2) perawat untuk mengikuti pelatihan ini, demi memastikan kesiapan dan kemampuan teknis tersedia secara merata di seluruh unit pelayanan.
Wakil Direktur RSUD Jayapura, dr. George Rumborrias, mengungkapkan bahwa sebagian besar bangunan di rumah sakit rujukan terbesar di Tanah Papua tersebut kini dalam kondisi rusak. Selama ini, pihak manajemen berupaya memp
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena beberapa alat penunjang operasi mengalami kerusakan, sehingga rumah sakit tidak dapat melayani pasien operasi.
Menurutnya, beberapa rekomendasi yang telah diselesaikan meliputi perbaikan sistem pembuangan limbah, sterilisasi ruangan, serta penyediaan tempat tidur pasien. Sementara untuk peralatan di ruang dialisis, akan disediaka
Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulansari, saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya mengungkapkan, bahwa salah satu dari 2 pasien yang diminta dirujuk ke Jakarta tersebut sudah meninggal dunia. ‘’Pasien yang satu
Direktur RSUD Karubaga, dr. Hardianto Daud Musu, Sp.B, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan ini. Menurutnya, pelaksanaan operasi sesar perdana ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten
Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, dr. Aaron Rumainum menyampaikan, pihaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk kebutuhan selama tiga bulan (Oktober, November dan Desember).
Ia menyebut, di Rumah Sakit Biak, Timika dan Nabire Provinsi Papua Tengah, tersedia fasilitas tersebut. Namun, dokternya berasal dari RSUD Jayapura. “Dokternya berasal dari kami, sebab di Papua baru satu dokternya,” ungk
Teknologi VABB, sudah lama dilakukan di beberapa rumah sakit di wilayah Indonesia Barat. Namun, Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengaku, alat ini baru pertama kali dilakuk
Visitasi ini dipimpin oleh Victor Eka Nugrahaputra, didampingi pejabat dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Tim meninjau secara langsung kesiapan RSUD Abepura dalam membuka layanan hemod
‘’Ini yang akan menjadi masalah bagi 4 kabupaten wilayah cakupan Provinsi Papua Selatan, karena untuk tahun 2026 itu, kita di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan tidak mendapatkan DAK Fisik dari APBN,’’ kata Benedicta
‘’Kedua pasien yang diminta Wapres untuk dirujuk masih ditanggani oleh dokter spesialis yang ada di RSUD Merauke. Kita masih menunggu dari dokter spesialis yang menanganinya. Kalau dokter yang menanganinya sudah memberik
Kesempatan tersebut, Wapres didampingi Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah, Wagub Papua Selatan Paskalis Imadawa, Kadis Pendidikan Provinsi Ignasius Babaga dan Kadis Pendidikan Merauke, Romanus Kande Kahol memantau langs
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Suzana D Wanggai menyampaikan, Pj Gubernur Papua akan mengunjungi RSUD Jayapura sepulang dari bertugas di luar daerah. “Pj Gubernur Papua akan berkunjung melihat situasi pelayanan di rum
Menurut Aaron, sebesar 40 persen untuk pembayaran jasa pelayanan, lalu sekitar 15 persen untuk gaji tenaga kontrak. "Sedangkan sisanya dialokasikan untuk pembelian obat-obatan, bahan habis pakai (BHP), oksigen, kebersiha
Kekosongan obat, khususnya obat kanker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura kerap terjadi. Bukan cuman sehari atau dua hari kosongnya, bahkan bisa berbulan-bulan. Kondisi ini kerap dikeluhkan pasien, namun keluhan
“Pemasukan yang bersumber dari BLUD itu digunakan untuk keperluan rumah sakit. Sebesar 40 persen untuk membayar jasa pelayanan, sekitar 15 persen untuk membayar gaji kontrak,” terang dr. Aaron kepada Cenderawasih Pos, Se
Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes., menyebut sebagian besar pasien berasal dari wilayah Distrik Sentani Kota, Distrik Waibu dan distrik lain di Kabupaten Jayapura. Selain itu, RSUD Yowari juga menerima pas
Dewi Wulansari menjelaskan, Kementrian Kesehatan menyiapkan peralatan besarnya tersebut. Sedangkan pemerintah daerah menyiapkan sarana prasarana pendukungnya dan Sumber Daya Manusianya (SDM).
“Jenis obat ini kerap mengalami kekosongan, kadang stoknya ada, kadang kosong. Begitu saja terus. Padahal seharusnya, obat-obat ini harus selalu ready dalam pengobatan kanker. Bahkan, ada pasien yang nyaris meninggal dun
Pihak rumah sakit mencatat jumlah pasien yang meninggal dunia selama enam bulan terakhir sebanyak 464 orang laki-laki sebanyak 234 orang dan perempuan 230 orang. Kasus tertinggi adalah kanker sebanyak 92 persen, gagal gi
Dari jumlah ini, kasus tertinggi yang ditemukan adalah kanker dimana sebanyak 92 persen, gagal ginjal kronis (CKD) 77 persen, TB paru 50 persen, people living with HIV/AIDS (PLWHA) 40 persen dan jantung 40 persen. Lalu j
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Lesman Tabuni, S.KM, M.Kes menyatakan pihaknya menyadari Jayawijaya adalah pusat dari 7 Kabupaten pemekaran yang ada di wilayah Papua Pegunungan, pintu masuk, pendidikan, keseh
Menteri Sadikin mengatakan bahwa PHTC merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo di bidang kesehatan agar seluruh kabupaten/kota di Indonesia bisa memiliki pelayanan kesehatan yang merata.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Lesman Tabuni, S.KM, M.Kes menyatakan tenaga kesehatan dokter, perawat, bidan, gizi, kesehatan lingkungan dan juga ada tenaga penunjang yang lain baik di rumah sakit, pusk
‘’Sampai pagi ini, yang masih menjalani perawatan sebanyak 6 orang anak-anak. Sementara 11 anak- anak dan 3 dewasa sudah dipulangkan oleh dokter yang menangani para pasien tersebut,’’ kata Kepala RSUD Boven Digoel dr. No
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Wamena, Freda Yanne Imbiri menyatakan salah satu inovasi digital terbaru yang dihadirkan adalah atau validasi wajah yang sudah diluncurkan dan berjalan sejak Bulan Juli Tahun 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevil R. Mustika kepada media ini mengungkapkan, bahwa untuk operasional rumah sakit tersebut pihaknya masih menunggu izin operasional dari Kementrian Kesehatan Republik Indon
‘’Kita akui, system pengamanan pada rumah sakit kita belum optimal. Salah satu penyebabnya karena masalah pagar. Dari belakang dan samping, orang masih bisa lompat masuk ke dalam rumah sakit,’’ katanya.
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, didampingi Kasi Humas AKP Prih Sutejo dan Plt Kasat Reskrim Ipda Sewang mengungkapkan, kasus pemerasan disertai kekerasan ini terjadi pada 13 Mei 2025 lalu.
Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulansari, M.Sc, mengungkapkan bahwa Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze memberikan komitmennya dengan mendatangi dan bertemu langsung para dokter spesialis tersebut lalu berdialog.
Dijelaskan, Tim Identifikasi yang dipimpin Ipda Adnan bersama 6 personel juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang belum mempunyai nama alias Ms.X tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Lesman Tabuni, S.KM, MM menyatakan berkaca dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya untuk bangkit, bersatu dan membagun, berarti dimulai
Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu juga membenarkan penemuan bayi perempuan tersebut. Kata Antonius, berdasarkan laporan yang diterima, bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 1.286 gram, panjang badan 33 cm
Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya Agus Logo menyatakan dari hearing yang dilakukan banyak masalah yang di temui dilapangan khususnnya untuk RSUD Wamena, mulai dari kekurangan tenaga kerja, masalah keuangan, bangunan, oba
Lucky mengatakan hingga kini belum ada satupun orang yang mendatangi RSUD Mimika untuk mengkonfirmasi terkait dengan mayat pria terseut. “Sampai saat ini belum ada identitas atau keluarganya,” ujarnya.
Dr. Gerard menjelaskan bahwa Ruang Perawatan Neurologi yang baru dilengkapi dengan perawat-perawat terlatih yang telah mendapatkan pendidikan khusus di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON). Langkah ini sejalan dengan pr
Peresmian ini disaksikan langsung oleh Direktur RSUD Biak, Richardo Mayor, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud Duwiri, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh tenaga kesehatan dan d
Menurut Gubernur Ramses, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang sudah BLUD harus mandiri secara keuangan. Namun di lain sisi, Ramses mengaku Pemprov masih tetap memberikan suport.
Menurutnya, dari pendapatan BLUD, 40 persen untuk pembiayaan jasa medis, sedangkan 60 persen untuk biaya gaji bulanan, cicilan tunggakan utang, kebutuhan mendesak, operasional rumah sakit dan penunjang lainnya.
Mengunyah pinang sendiri bagian dari budaya orang Papua yang sudah ada sejak jaman nenek moyang dulu. Namun siapa sangka dibalik kebiasaan ini ternyata ada bahaya dari tradisi tersebut jika dilakukan secara berlebihan. K
Kalep menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Direktur RSUD Biak melalui nota kesepahaman (MoU) terkait penempatan tenaga pelayanan kependudukan di rumah sakit tersebut. Namun, hingga kini pelaksanaan
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menjelaskan, sidak yang ia lakukan ini untuk memastikan bahwa mulai pada Selasa 8 April 2025 yang merupakan hari pertama kerja setelah libur panjang Idul Fitri aktibvitas pelayana
dr Aaron meminta pelaku penyiraman terhadap nakes diproses sesuai dengan perbuatannya. Hal ini untuk memberikan pembelajaran terhadap yang bersangkutan dan tidak melakukan hal serupa.
Kata dr Aaron, pasien ini ada yang datang pada Kamis (3/4), Sabtu (5/4) dan terakhir Senin (7/4) dengan satu pasien. Ia pun turut menyoroti pasien yang disebabkan perang antarkelompok. Sebab, secara tidak langsung kata d
Dijelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (29/3) pagi di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Jayapura. Pelaku juga sempat mengancam korban dengan kata kata “Ko tunggu sa di luar e” “Kasus ini sudah dilaporkan di P
Kata Antonius, kategori yang pertama yakni pasien Orang Asli Papua kategori tidak mampu. Kemudian yang kedua, pasien masyarakat Orang Asli Papua yang tidak memiliki penjaminan, dalam hal ini BPJS Kesehatan. Dan yang ket
Menurutnya, obat-obat yang tersedia di RSUD Yowari juga lengkap, dimana masyarakat dapat mengakses sesuai dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang selama ini diperiksa, baik itu HIV maupun TB-Paru.
Menanggapi masalah aksi protes tersebut Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya langsung merespon dengan mendatangi RSUD Wamena untuk mendengarkan langsung apa yang dikeluhkan oleh oleh tenaga kesehatan khususnya dari Non ASN
Selama libur Lebaran juga, RSUD Dok II kata dr Aaron menyiapkan obat-obataan, bahan habis pakai termasuk kesiapan mereka soal tenaga listrik, air dan kebutuhan lainnya. “Kita tidak hanya menyiapkan tenaga, namun juga menyediakan obat-obatan, bahan habis pakai termasuk ketersediaan listrik dan air bersih,” kata dr Aaron.
Dia mencontohkan saat ini untuk orang asli Papua yang tinggal di wilayah Kota Jayapura memang sudah ditanggung oleh KPS Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Meski demikian, dia mengaku, kerjasama tersebut belum benar-benar maksimal, terutama dalam sistem klaim pembayarannya. Sehingga hal itu juga yang menyebabkan rumah sakit lebih banyak merugi.
Diakuinya, untuk pelayanan kesehatan memang sangat diperlukan data kependudukan, apa lagi untuk kepesertaan BPJS Kesehatan, sehingga dengan koordinasi yang baik dengan Dukcapil, dapat menjawab tantangan pelayanan rumah sakit, bagi masyarakat Kabupaten Jayapura yang harus dirawat tetapi tidak memiliki KTP.
Markus menjelaskan bahwa program ini ditujukan bagi warga yang ber KTP Biak Numfor, terutama OAP tergolong kurang mampu dan tidak dapat mengklaim BPJS kesehatan. Jika seseorang yang ber KTP Biak Numfor meninggal dunia dan keluarganya tidak mampu mengurus jenazah, maka pemerintah daerah akan memberikan bantuan berupa pengurusan jenazah, termasuk peti jenazah, tanpa memungut biaya tambahan.
Uniknya mereka kini sudah menduduki beberapa jabatan tinggi di RSUD abepura itu. Bahkan ada juga yang kini sebagai kepala bidang atau eselon III dan IV. Seperti bernostalgia kembali, sejumlah petugas medis senior yang dulunya pernah bekerja sebagai petigas di IGD terlihat kembali sibuk bekerja sebagai petugas medis di IGD RSUD Abepura.
Dia mengakui, sejak RS itu ada, setidaknya baru kali ini keberadaan IGDnya cukup representatif untuk menjawab kebutuhan saat ini. Tidak saja sebatas pada fasilitasnya yang diupgrade, namun tata kelola pelayanan di RS tersebut juga yang mulai dibenahi. Pada intinya, pihaknya ingin memberikan pelayanan yang terbaik dan ingin memuaskan hati masyarakat. Terutama para pasien yang hendak berobat di RSUD itu.
Menurut Daisy, IGD RSUD Abepura itu mulai dibangun sejak 2024 lalu dengan menggunakan anggaran Dana DAK senilai Rp 10 miliar. Selain pembangunan gedung, anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk melengkapi semua perabotan, peralatan yang dibutuhkan di RS tersebut.
Dengan adanya kebijakan ini, seluruh proses pengurusan jenazah, mulai dari perawatan, penyediaan perlengkapan seperti peti, pakaian, hingga biaya pengantaran ke rumah duka, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Bayi perempuan kembar siam atau dempet itu sedang berjuang untuk hidup sembari mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Ia belum diperbolehkan pulang setelah ibunya melahirkannya pada 24 Januari 2025 lalu.
"Sebagai pelayanan publik pemerintah, kami wajib menyiapkan obat sesuai dengan kemampuan kami, obat-obat yang fungsinya life saving drug adalah obat yang digunakan dalam situasi darurat untuk menyelamatkan nyawa pasien, sebisa mungkin kami penuhi, " Katanya kepada Cenderawasih Pos
Disatu sisi, kebijakan ini bisa dijadikan efek jera karena mereka yang terluka alibat laka lantas tidak lagi dibiayai BPJS karena jelas-jelas luka yang dialami diawali dari perbuatan sadar dan paham akan dampak. Paham jika berkendara dalam keadaan dipengauruhi minuman keras maka potensi kecelakaan sangat memungkinkan.
Menangapi itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Hernawan Priastomo mengatakan bahwa Penjaminan terhadap peserta yang mengalami kecelakaan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 kemudian ada perubahan Nomor 59 tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan.
Meski berjalan seperti biasa, namun pihaknya menyebut ada pasien yang ditolak lantaran ruang inap di rumah sakit milik pemerintah itu penuh. “Pelayanan kami tetap jalan seperti biasa, cuman kan ada beberapa pasien ditolak lantaran ruang rawat inap di ruang anak-anak full,” ucap dr Aaron melalui sambungan telfonnnya ketika dikonfirmasi.
Luka yang timbul dari kecelakaan diakibatkan tindakan sikap sadar tentang dampak miras namun masih tetap memilih untuk mengkonsumsi miras dan berkendara. Jadi kecelakaan ini diawali karena sikap tak peduli dan sadar bahwa berkendara dalam kondisi dipengaruhi miras sangat berpotensi terjadi kecelakaan.
Kisah ini bermula sekitar sembilan bulan lalu ketika sang ibu diperiksa melalui USG dan ditemukan indikasi kembar siam. Spesialis Kandungan, dr. Jefferson Nelson Munthe, SpOG (K), M.Kes, SubSp Fetomaternal yang menangani mendapati bayi kembar perempuan mengalami dempet di dada. Ia kemudian membentuk tim dengan melibatkan beberapa dokter spesialis, dokter bedah, dokter anak juga dokter jantung dan dokter anestesi.
Dengan anggaran tersebut, dr Aaron mengaku akan memaksimalkannya sebaik mungkin. Terutama membenahi fasilitas dan alat lainnya untuk tindakan-tindakan khusus. Dan meski bukan angka yang signifikan namun pihak rumah sakit menyatakan harus bisa memaksimalkan anggaran yang ada dan tak boleh menyerah.
Dokter asal Serui ini menerangkan, teknik Awake craniotomy dipilih untuk operasi saraf otak yang melibatkan area-area penting seperti pusat berbicara dan pengecapan. Metode ini memungkinkan tim medis berkoordinasi langsung dengan pasien selama operasi berlangsung.
“Prinsipnya Pemprov berikan anggaran berapa pun kita tetap terima, tahun kemarin RSUD Jayapura dianggarkan Rp 22 miliar, sekarang meningkat jadi Rp 26 miliar bersumber dari APBD induk,” terangnya.
Kata dr Aaron, seiring dengan peningkatan pasien, konsekuensinya adalah beberapa kebutuhan di RSUD Jayapura akan bertambah. Seperti obat-obatan, bahan habis pakai, serta bahan-bahan lainnya. “Kita harus bersiap untuk ini, termasuk kebutuhan rawat inap tempat tidur pasien juga bertambah,” katanya.
“Kalau mau mabuk harus kaya, sehingga saat sakit atau kecelakaan yang diakibatkan pengaruh miras dia bisa membayar swasta. Sehingga tidak menyusahkan orang lain,” tegasnya.
Plt Direktur RSUD Jayapura, dr Aaron Rumainum mengatakan ratusan tenaga medis itu bersiaga sejak 23 Desember hingga 6 Januari 2025. Mereka menghandel tenaga medis lainnya yang sedang merayakan Natal.
Dengan dibukanya palang tersebut, maka akses keluar masuk di rumah sakit Abepura kembali berjalan normal pelayanan pun berjalan seperti biasanya. "Kami harap kedepannya tidak ada lagi aksi palang memalang, karena tanah rumah sakit ini milik Pemda," ungkapnya.
Sejumlah tuntutan dituangkan dalam sebuah spanduk yang menutupi areal pintu masuk rumah sakit. Tuntutan ini masih seputaran pelunasan lahan rumah sakit yang tak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Papua.
"Yang terjadi selama ini ketika ada masalah kesehatan yang cukup berat, pasien dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD). Sementara masyarakat yang mengalami sakit ringan seperti batuk dan pilek, ada petugas puskesmas yang siap melayani keluhan tersebut,” katanya, Jumat (29/11).
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua yang juga dokter penanggung jawab ruang Reonatologi RSUD Jayapura, dr James Thimoty menjelaskan penyebab bayi-bayi tersebut meninggal lantaran belum siap lahir.
Para Nakes menuntut pembayaran insentif yang telah tertunggak selama 11 bulan sejak Desember 2023 hingga Oktober 2024. Aksi ini menyebabkan layanan pasien rawat jalan sementara dihentikan, sementara pelayanan darurat dan rawat inap tetap berlangsung. Mereka mendesak agar pemerintah daerah segera memenuhi kewajiban untuk melunasi insentif yang belum terbayarkan.
Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, AKP Muhammad Akbar, mengatakan kejadian tersebut bermula saat Truk Mitsubishi colt diesel PA 8976 AN datang dari arah turunan Sekolah Kalam Kudus tujuan Kota Jayapura, remnya blong sehingga sopir hilang kendali.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, Dotius Doga mengatakan kembali beroperasinya rumah sakit setelah pihaknya melakukan rapat secara virtual bersama Kementerian Kesehatan Indonesia, pihak Pemprov Papua Pegunungan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), direktur rumah sakit, Polres Mamteng
"Lantai satunya untuk IGD, kemudian lantai dua untuk ruangan HCU, ruangan ini akan merawat pasien dengan kondisi sakit yang ringan, dan juga untuk ruangan bangsal bedah," jelasnya.
Langkah inipun dilakukan untuk meningkatkan SDM bagi pegawai pegawai baru. Dengan begitu diharapkan tingkat pengelolahan RSUD Abepura akan berjalan maksimal. "Dengan rotasi ini, pegawai pegawai kita ini punya kemampauan tidak hanya mengurus bidang kesehatan, tapi management pengelolahan juga mereka kuasai," kata Daisy.
Hanya saja meski anggaran Port Numbay Sehat telah habis, namun Plt Direktur RSUD Jayapura, dr Aaron Rumainum mengaku pihaknya masih menerima pasien rujukan dari Kota Jayapura. Hanya saja, ada ketentuan yang berlaku.
Pendamping Hukum Tenaga Penunjang Medis RSUD Abepura, Abner Giay mengatakan anggaran insentif sebenarnya sudah turun sebesar Rp 15 miliar. Hanya saja tak dibayarkan oleh pihak RSUD Abepura kepada tenaga kesehatan.
Dokter Aaron mengakui masa kritis (kehabisan obat-red dan BHP) di RSUD Jayapura sering terjadi di Oktober hingga Maret 2025, pihaknya pun telah bersiap untuk itu. Untuk mengantisipasi masa kritis itu, rumah sakit akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Pemprov Papua.
Pasalnya, tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Kementrian Kesehatan RI sudah berada di Ilaga ibukota Kabupaten Puncak untuk melakukan akreditasi terhadap RSUD Ilaga untuk menjadi tipe D Pratama.
Program di bidang kesehatan yang akan dilakukan oleh dua putra terbaik Papua Tengah ini di antaranya kesehatan bergerak, kartu Papua Tengah dan RS Mantap (rumah sakit modern, berkualitas dan profesional).
‘’Rencana kita bersama dengan pihak RSUD Merauke akan membangun 1 ruangan atau gedung khusus eksekutif. Siapa tahu para pejabat bisa berobat di sini (Merauke,red) dari pada keluar,’’ Sekretaris Badan Pengawas RSUD Merauke Elias Mithe, S.STP, MAP, di Merauke, baru-baru ini.
‘’Untuk pasien yang sudah resisten terhadap obat, ditangani langsung oleh RSUD Merauke. Karena di RSUD Merauke, ada dokter spesialis paru hakni dr. Hendra Sihombing yang menangani langsung pasien-pasien yang sudah resisten obat tersebut,’’ kata Nevile Muskita.
Dikatakan dr Dian Nirmala Sari Sirait SpBA bahwa saat ini di Papua ada kecenderungan anak lahir dengan kondisi tidak normal. Mulai dari tak memiliki lubang anus, hernia, hingga gangguan pencernaan. Dari berbagai kondisi ini disarankan agar orang tua lebih peka, tidak menunggu dan langsung melaporkan.
Sejumlah catatan yang disepakti itu antara lain sehubungan dengan pengembangan RSUD Merauke dimana ada sejumlah bangunan yang ada di dalam rumah sakit itu baik bangunan tua maupun perumahan yang ada di dalam rumah sakit itu akan dibongkar untuk dibangun baru . Namun sebelum dibongkar akan dilakukan penilaian terlebih dahulu dimana penilaian itu akan dilakukan oleh KPKNL. ‘’Jadi akan ada pemusnahan dan penghapusan,’’terangnya.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Merauke Elias Mithe, S.STP, MAP ditemui media ini mengungkapkan bahwa sebelum bangunan-bangunan tersebut dibongkar, terlebih dahulu akan dinilai oleh KPKNL Jayapura.
Apa sebenarnya penyebab kematian dari almarhum Petrus Safan tersebut? Direktur RSUD Merauke melalui Kabid Pelayanan RSUID Merauke dr. Mareyke Kulang ditemui media ini di ruang kerjanya memastikan jika almarhum meninggal karena serangan jantung.
"Dari hasil pertemuan Pemkab Biak Numfor dengan tenaga kesehatan RSUD Biak sudah diinformasikan jika hak-hak insentif telah diakomodir pada APBD-P," ujar Sekretaris Daerah Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra seusai pertemuan dengan tenaga kesehatan RSUD Biak, Kamis.
Direktur RSUD Abepura melalui Kabid Yanmed RSUD Abepura, dr. Monalisa A. Manufandu menjelaskan cacar biasa dengan virus Mpox memiliki perbedaan dengan cacar air biasa. Perbedaan yang paling umum, Mpox akan terjadi pembesaran kelenjar getah bening, atau dalam bahasa medis limfadenopati. Sementara cacar air tidak.
Peristiwa penembakan yang terjadi di Kabupaten Lanny jaya pada Selasa (10/9) malam, mengakibatkan salah satu anggota Polres Lanny Jaya, Brigpol Johan Herik Sibarani (32) meninggal dunia dan satu warga sipil, Adi Fallo (20) mengalami luka tembak dan sekarang masih rawat di RSUD Tiom.
Kabar baiknya lagi adalah meski gejalanya mirip dengan Mpox namun pihak rumah sakit menyatakan jika pasien tersebut terkena cacar air dan bukan Mpox seperti yang disebutkan diawal. Melalui Direktur RSUD Abepura, Kabid Yanmed RSUD Abepura, dr. Monalisa A. Manufandu menyampaikan pasien tersebut terdiagnosis cacar air dan dirawat sejak 4 September 2024 lalu dan kini sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Johnson Ubra mengatakan, sistem yang dibuat ini terintegrasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, otoritas keamanan bandara dan pelabuhan.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Abepura, dr. Daisy C. Urbinas, menegaskan bahwa pasien yang tengah dirawat di RSUD Abepura bukan pasien dengan diagnosa virus cacar monyet (Monkeypox) tapi cacar biasa.
"Upaya-upaya yang kita lakukan selama ini dan janji saya bahwa kita akan menyelesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kemarin waktu kita habis rapat dan kita minta dikirim menggunakan pesawat, Puji Tuhan hari ini sudah datang dan sudah digunakan hari ini juga," sambungnya.
Terkait hal ini Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khoirul Lie melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan, kasus cacar monyet memang terjadi Indonesia, namun tidak ditemukan di masyarakat Kabupaten Jayapura. Meski demikian tetap harus dilakukan antisipasi namun tidak perlu panik.
DPR menyatakan barang yang dibutuhkan pasien saat ini sangat urgen untuk itu ia berharap pihak RSUD Dok II Jayapura segera menyediakan barang tersebut segera mungkin agar tidak berberdampak buruk pada pasien dan masyarakat pada umumnya.