‘’Sudah ada korbannya yang melapor ke SPKT Polres Merauke,’’ kata Kasi Humas Ahmad Nurung. Dikatakan, penipuan lewat media sosial tersebut banyak menggunakan facebook dan tiktok. Karena sekarang ini, kedua jenis media sosial ini banyak digunakan warga. Â
Olah TKP dilakukan dengan 3 adegan. Adegan pertama dilakukan pada posisi spanduk dan triplek yang dirusak, adegan kedua dilakukan dengan sasaran yang sama namun pada posisi berbeda serta adegan ketiga posisi banner yang dirusak.Â
Kasatgas Humas Damain Cartenz, AKBP Bayu Suseno menyampaikan bahwa AN ditangkap oleh Satgas Damai Cartenz pada pukul 10.40 WIT. Saat ditangkap AN masih membawa HP dan nomor kontak milik korban, Letda Oktovianus.Â
  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, melalui Kasat Resnarkoba AKP Irene Aronggear, membenarkan penangkapan terhadap HN. Irene menerangkan, HN ditangkap beserta barang buktinya berupa narkotika jenis Sabu sebanyak 14 paket yang dilakban warna hitam berisikan Sabu.
  Lebih lanjut dari hasil olah TKP awal, Unit Identifikasi Polresta Jayapura Kota Jayapura, pada tubuh Korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. "Saat ini sedang kami tangani untuk ditindak lanjuti," ujarnya.
 Pintu trali kantor pun dicoret menggunakan pilox dengan tulisan "TUTUP". Aksi ini sempat direkam oleh beberapa warga di ruko-ruko yang berada di sekitar Kantor Maxim. Namun, rekaman tersebut secara paksa diminta pihak sopir rental untuk segera dihapus.Â
Dicontohkan, personel Bhabinkamtibmas Polsek Kemtuk Gresi mendatangi rumah - rumah 6 peserta didik yang ada di Kampung Bring Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura mengajarkan peserta didik membaca dan menulis. Ini dilakukan dengan cara jemput bola menyambangi satu persatu rumah warga.
Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suarnaya, SH,SIKÂ melalui Wakapolres Merauke Kompol Viky Pandu Widhapermana SH, MH mengatakan, pemeriksaan pengunjung di pintu masuk Monumen Kapsul Waktu adalah upaya preventif kepolisian dalam rangka menciptakan situasi kondusif dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama berjalannya kegiatan.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, melalui Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L Sohilait, menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung merespon, dimana Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Keerom langsung melakukan olah TKP.
 Sebagian besar kasus terjadi saat dilakukan aksi demo beberapa waktu lalu termasuk kasus rudapaksa dan percobaan pembakaran rumah. Ini disampaikan pada konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Nabire, Kompol I Wayan Laba didampingi Kasat Reskrim, AKP Bertu Haridyka, Kasat Res Narkoba Ipda Exaudio P. R. Hasibuan dan Kasi Humas, Iptu Yaudi.