Kapolres Jayapura kota, Kombes Pol. Victor Mackbon menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila ada suporter atau fans dari tim sepakbola tertentu mengangu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolda Papua Irjen. Pol. Mathius mengatakan, upacara sertijab tersebut bukan hanya bagian dari proses administrasi di lingkungan Polri, tetapi juga mencerminkan dinamika organisasi dalam meningkatkan kinerja serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan bagi masyarakat.
Ia menegaskan agar perayaan berlebihan ini tidak dilakukan oleh para penggemar tak hanya di laga semi final namun juga hingga laga final nanti. Darwis berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dalam bepergian dengan menggunakan kendaraan.
Susan mengapresiasi karena telah memberikan kesempatan bagi Papua untuk mengundang seluruh pengurus cabang dari seluruh wilayah di Indonesia dan ia menyebut sebagai generasi muda Papua ada tanggungjawab mendukung pembangunan nasional dan khususnya pembangunan di Papua.
Dana tersebut sebesar Rp 160 juta. Wakapolres sarmi juga menjelaskan bahwa dirinya datang bersama anggota bertujuan untuk membuka pemalangan karna ini sudah menyalahi aturan apalagi mereka memalang jalan Trans Sarmi Jayapura yang membuat aktifitas kendaraan yang mau ke Jayapura terhambat.
“Kegiatan Gatiplin di Polsek Arso Kota dimana kami memeriksa identitas diri masing-masing personil, sikap tampang, dan senjata yang ada di mako Polres, ini untuk meningkatkan kedisiplinan anggota agar selalu tertib administrasi apa lagi sebagai anggota polri,” kata Ipda Ponidi.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakanterkait dengan masalah pengerusakan dan pengancaman di RSUD wamena pemerintah juga sangat prihatin karena ini masalah keamanan untuk pasien yang dirawat serta petugas medis yang melayani, oleh karena itu pemerintah daerah menyurat pada pihak keamanan untuk meminta bantuan keamanan wilayah tersebut.
Ada tujuh prioritas target dalam operasi tersebut seperti, pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi yang masih dibawah umur, pengemudi kendaraan bermotor yang berboncengan lebih dari satu, pengemudi yang tidak menggunakan helm SNI dan tidak menggunakan sabuk pengaman untuk mobil, pengemudi yang dalam pengaruh alkohol, dan pengendara atau pengemudi yang melawan arus.
Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika akan segera menyerahkan berkas perkara kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan tersangka seorang tukang ojek berinisial AB alias PD (54) ke Kejaksaan Negeri Mimika.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq mengatakan kedua tersangka yang mencabuli korban. Satu tersangka dari empat tersangka yang berstatus pelajar, sementara satu tersangka lainnya dari kedua tersangka dewasa.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo membenarkan peristiwa penangkapan tersebut dan menjelaskan bahwa penangkapan ini didasari atas permohonan Penjabat Bupati kepada Kapolres dan ditembuskan kepada Kapolda Papua.
Olah TKP dipimpin Iptu Ade Jodi Harmawan bersama tiga personel Bid Labfor Polda Papua lainnya. Ade menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup pengamatan umum, pemotretan dan dokumentasi, pemeriksaan tingkat kerusakan dan arah penjalaran api, serta penentuan lokasi api pertama kebakaran (LAPK).
Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Darwis membenarkan, saat itu, sepeda motor merek Honda CRF warna merah hitam tanpa TNKB yang dikendarai Briptu Paulinus menabrak median jalan.
Kapolres Merauke I Ketut Suaryana, SH, SIK menanggapi permintaan dari Dinas Perhubugan Kabupaten Merauke untuk membuka palang, menempatkan personil serta mengeluarkan orang yang melakukan pemalangan terhadap kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke yang sudah berjalan lebih dari 1 minggu.
Adapun langkah yang diambil polsek Heram, melakukan koordinasi dengan pemerintahan setempat, mulai dari RT, RW, hingga Lurah. Koordinasi ini dibangun untuk bersinergi menjaga wilayah Heram, dari tindakan kejahatan. Namun meski koodinasi itu berjalan masif, kenyataanya curanmor, curas dan mabuk tetap saja terus terjadi.
Dr. Ance menyampaikan bahwa semua kerusakan yang terjadi pada, Rabu (3/7) kemarin, sedang dalam proses diperbaiki oleh pihak RS. Dari perhitungan sementara, untuk biaya perbaiki kerusakan yang terjadi di RS itu sedikitnya mencapai Rp 100 juta.
Kabid Keuangan Polda Papua menyampaikan bahwa supervisi dan asistensi yang dilaksanakan ini merupakan salah satu kegiatan yang telah direncanakan dan dijadwalkan sesuai dengan aturan yang ada, dalam mengawasi anggaran yang ada pada Polres jajaran Polda Papua.
Terkait kasus ini pihak keluarga menyatakan ingin tetap melanjutkan proses hukum mengingat FK nampaknya tidak memiliki itikad baik mengakui perbuatannya. Tak hanya itu, menurut ayah korban, FK pernah mendatangi rumahnya untuk meminta maaf namun ternyata kedatangan pelaku ini karena disuruh, bukan inisiatif sendiri.
“Dulu pernah ada kejadian sebelumnya dan itu juga sudah dilengkapi CCTV namun harus kami akui ada kelalaian dari petugas dan ke depan ini tidak boleh terjadi lagi dan saya sudah perintahkan periksa anggota yang lalai,” tegas Kapolresta.
Penyelidikan ini bertujuan memastikan bahwa kendaraan yang dilaporkan benar benar hilang, atau hanya sekedar modus karena faktor lain, seperti mungkin karena sepeda motor yang dilaporkan ini masih dalam proses kredit macet dengan pihak leasing. Namun kemudian ingin menghindari penagihan lalu dibuatkan laporan kehilangan.
Kronologi singkatnya kata AKP Fajar, dari tetangga korban curiga bahwa korban tidak pernah keluar dari tempat tinggalnya dalam beberapa waktu terakhir. Pada saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan tidak utuh namun bukan karena kekerasan namun diduga digigit oleh binatang. “Untuk hasil visumnya kami belum terima namun hasil sementara yang bersangkutan diduga kuat meninggal karena sakit,” ungkap AKP Fajar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Mimika AKP Fajar Zadiq menjelaskan, aksi pencurian motor itu terjadi di perumahan HOPE yang berada di Jalan Cenderawasih, pada 23 Juni 2024 sekitar pukul 14.30 WIT.
“Untuk kegiatan pengamanan 1 Juli seperti kemarin saya sudah sampaikan, jadi kita sudah melaksanakan upaya-upaya antisipasi. Sebagian personel kita, kita siagakan untuk mengantisipasi pada saat perayaan 1 Juli,” kata Kapolres saat ditemui di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua, usai peringatan Hari Bhayangkara ke-78, Senin (1/7/2024).
Meski demikian Polresta Jayapura Kota mencatat ada lokasi yang ditandai karena dianggap kerap dijadikan tempat untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang bertentangan dengan NKRI. Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon mengatakan sebelum 1 Juli beberapa hari terakhir pihaknya sudah memonitor beberapa lokasi.
Dalam pemusnahan miras jenis CT dan Pabrikan serta berbagai sajam tersebut secara simbolis dilakukan oleh PJ Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A bersama bersama dengan PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, Sp.d, MM dan Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK dan forkopimda Jayawijaya.
Matheus mengungkapkan, motif dibalik kasus pembunuhan ini lantaran DE yang kini berstatus sebagai tersangka sakit hati terhadap korban yang disebut menghina istri DE. "Dari sakit hati itulah, tersangka awalnya melakukan penganiayaan dengan tidak bermaksud membunuh korban, tetapi memberikan pembelajaran," ungkap Matheus saat ditemui di Mako Brimob Batalyon B Pelopor, Jalan Agimuga, Mimika, Papua Tengah, Senin (1/7/2024).
Perayaan HUT Bhayangkara kali ini berbeda dengan tahun lalu. Tampak karangan bunga ucapan selamat dari berbagai lembaga dan instansi termasuk swasta berjajar menghiasi sepanjang pintu masuk dan keluar Mapolres Merauke mulai dari ukuran kecil, sedang sampai ukuran besar.
Tidak terkecuali, pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Biak Numfor. Jusuf Julius Mandibodibo, salah seorang tokoh masyarakat adat Biak-Supiori, mengaku usia ke 78 sudah harus semakin dewasa, tugas dan kewenangannya saat ini bukan hanya melakukan penindakan di lapangan, tetapi juga pencegahan hingga pendekatan yang lebih persuasif dan presisi.
Kabag SDM Polres Merauke Kompol Nuryanty, atas nama Kapolres meminta restu, doa dan dukungan dari seluruh anak- anak yang ada di Panti Asuhan Abba tersebut agar kedepan Kapolres dan seluruh anggota Polres Merauke diberikan keselamatan, kesehatan dan sukses menyelesaikan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta kelancaran pengamanan Pilkada yang saat ini tahapannya sedang berjalan.
Kapolres Sarmi, AKBP Timur Santoso menjelaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang sangat penting. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini bertujuan untuk mendukung masyarakat dan menunjukkan sinergitas antar instansi terkait.
Dan saat ini dilanjutkan dengan melaksanakan jalan santai bersama. "Tentunya dengan kegiatan jalan santai bersama ini, Polri terus hadir bersama masyarakat secara khusus di Kabupaten Kepulauan Yapen," ujar AKBP Herzoni Saragih.
Kapolres Biak Numfor AKBP Damianus D. Susanto, SH.,SIK.,MH dalam amanatnya mengatakan kenaikan pangkat merupakan penghargaan atau reward yang diberikan oleh pimpinan Polri berdasarkan prestasi kerja loyalitas dan dedikasi yang tinggi kepada masyarakat bangsa dan negara.
‘’Kenaikan pangkat ini bukan secara otomatis tapi berdasarkan kinerja rekan-rekan. Tidak semua bisa naik pangkat secara normal. Tapi ada yang memiliki kendala, permasalahan akibat ulahnya sendiri. Untuk itulah marilah kita sama-sama menjaga. Termasuk kami pimpinan. Menjaga agar kita tidak tersandung dari permasalahan -permasalahn baik etika, kelembagaan yang sudah menjadi peraturan dalam internal kita,’’ kata Kapolres I Ketut Suaryana yang mendapat promosi sebagai Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Bali.
Pernikahan massal dilanjutkan dengan sidang BP4R yang diselenggarakan Polres Jayapura. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini dilakukan diruangan terbuka dengan pemandangan Danau Sentani dan Gunung Cycloop menjadi latar belakangnya.
Kapolres Jayawijaya AKBP, Heri Wibowo, SIK menyampaikan bahwa Korps Raport keaikan pangkat yang saat ini dilaksanakan bukan merupakan hadiah akan tetapi merupakan hasil jerih payah dan kerja keras saudara sekalian dalam menunjukkan kinerja ataupun prestasi berupa pelayanan kepada masyarakat.
Disampaikan bahwa kasus pencabulan ini pertama menimpa Mawar pada 20 Maret di tempat kerjanya di Abe kemudian berulang di cabang perbelanjaan di Waena. Bentuknya adalah sang anak digagahi dibagian payudara dan berusaha dicium oleh FK.
Dari Pantauan media ini, Unit Inafis Reserse Kriminal Polres Merauke melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Merauke. Belum diketahui siapa yang masuk ke dalam ruangan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Merauke tersebut dan mengambil 1 unit Laptop yang ditaruh staf dari Kominfo diatas sebuah kurso sofa.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer diwakili Wakapolres Keerom Kompol D. Pieter Kalahatu, secara langsung membagikan bibit cabai kepada petani. Pembagian bibit cabai merupakan bagian dari program pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat, guna memaksimalkan hasil pertanian mereka.
Ziarah serta tabur bunga ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-78 yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang momen HUT Bhayangkara.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK menyatakan untuk bakti Sosial tersebut menyasar terhadap tempat ibadah, panti asuhan serta pondok pesantren sebagai wujud kedekatan Polri terhadap masyarakat yang diharapkan bisa terus mendulung polri dalam pelaksanaan tugas menjaga kamtibmas di wilayah ini.
Dikatakan, dari 19 kasus Narkotika di 2023 tersebut, 15 diantaranya sudah dinyatakan lengkap. Sementara 4 masih berproses. Selanjutnya di tahun 2024 dari januari-Juni 2024, jumlah kasus yang sudah ditangani 6 kasus. Dari jumlah itu, 4 kasus sudah dinyatakan lengkap atau P21. Sedangkan 2 kasus lainnya masih dalam proses penyidikan.
Dalam kegiatan tersebut Polres Biak Numfor dan sejumlah instansi terkait serta perwakilan msyarakat setempat, menanam Bibit Pohon sebanyak 200 Bibit dengan jenis bibit pohon antara lain Pohon Damar 50, Pohon Sasoref 50, Pohon Kayu besi 50 dan Bintanggor 50.
AKBP Herzoni Saragih menjelaskan bahwa Polres Kepulauan Yapen hadir untuk melaksanakan kegiatan penyerahan dan penanaman bibit jagung dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke - 78 Tahun 2024.
Bantuan disalurkan langsung oleh Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, didampingi Kabag SDM Polres Keerom AKP I Ketut Aryana, Kasi Humas Polres Keerom AKP Katman, Kapolsek Arso AKP Sunardi dan Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Zeth Paondanan S.H, serta dihadiri Kepala Kampung Sawiyatami, Manfret Bagiasi dan seluruh Warga, tokoh masyarakat dan Adat Sawiyatami.
Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Mohamad Dafi Bastomi menyampaikan kepada anggotanya tentang hal-hal yang menjadi pemicu permasalahan akibat dari Judi Online yaitu mulai dari masalah keuangan, gangguan psikologis ataupun mental hingga dapat meluas ke gangguan kamtibmas.
Bisa juga kata Wakapolda jika mengetahui keberadaan Bripda Aske maka langsung diamankan dan dibawa ke Polresta. “Ini yang sedang kami upayakan sebab medan untuk mengejar anak ini terlalu berat sehingga kalau kami kejar tanpa tahu dimana itu sia – sia. Dia kalau masuk hutan tapi kita tidak tahu dimana itu sama saja,” beber Patrige.
Meski belum menjelaskan secara detail tentang laporan tersebut, namun Iptu Fajar mengatakan laporan itu masuk satu hari setelah terjadinya kebakaran.
Ia juga mengatakan bahwa meski sebelumnya sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan, namun tidak menutup kemungkinan pihaknya terus melakukan penyelidikan.
Program ini mengedepankan aspek kehidupan sosial terutama dalam hal keaksaraan karena banyaknya angka buta aksara tadi. Program Gabus hadir melalui Bhabinkamtibmas dibeberapa polsek, salah satunya di Polsek Depapre yang dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Aipda Desri Kendek.
Kapolres Paniai AKBP Abdus Syukur Felani menyampaikan kehadiran dirinya di Panti Asuhan Kasih Ibu ini untuk menjalin silaturahmi sekaligus memberikan Bingkisan Bantuan Sosial kepada anak - anak panti asuhan.
Kasat Binmas Makruf menyampaikan kegiatan yang dilakukan dengan sambang warga bagian dari kegiatan door to door sytem. Ini sekaligus dimanfaatkan untuk bersilaturahmi ke masyarakat kompleks Asmat belakang Stadion Mini Maro sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat.
Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suaryana, SH, SIK saat membuka pelatihan ini mengungkapkan, pelatihan yang dilaksanakan dengan kolaborasi dengan RKD Merauke ini dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024.
Korban Menius Bae, (32) warga Distrik Asolokobal meninggal Dunia karena mengalami luka bacok di bagian rahang sebelah kiri, dan luka bacok dinagian leher belakang sehingga personil regu siaga 4 dipimpin oleh Ipda I Gede Cipta Adi Permana menuju TKP menemukan korban sudah tergeletak di Jln.Trans Kurima-Wamena, Selanjutnya personil menuju ke keluarga korban yang berada di Asolokobal.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen mengatakan, kegiatan penanaman pohon sagu ini dilakukan selain dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara, juga sebagai upaya memperingati Hari Sagu.
Kejadian dilaporkan oleh ibu korban berinisial MH (45) kepada pihak kepolisian pada tanggal 6 Juni 2024 sekitar pukul 13.00 WIT, dimana ibu korban pergi meninggalkan rumah untuk membeli bahan makanan di kios dekat rumahnya, lalu membiarkan AB bersama dengan korban.
Kata Iptu Fajar, untuk proses hukum terhadap 4 orang pelaku yang masih berstatus pelajar ini punya ketentuan sendiri yakni Diversi atau pengalihan proses pada sistem penyelesaian perkara anak yang panjang dan sangat kaku.
Kapolres Biak Numfor diwakili Wakapolres Biak Numfor Kompol Muchsit Sefian S.IK, menjelaskan, aksi donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-78 dan bentuk kepedulian Polres Biak terhadap kesehatan masyarakat. Terlebih kebutuhan darah di PMI Biak yang kian menipis.
Akibat dari tak ada pengakuan tersebut Pemprov Papua pegunungan meminta untuk penyelesaiaannya kepada konflik yang terjadi khususnya korban -korban yang luka maupun yang telah meninggal dunia baik dari Kurima, Aslokobal, Wouma dan Lanny Jaya, diketahui bersama dari data kepolisian konflik tersebut menimbulkan korban jiwa 6 orang dengan rincian dari Lanny Jaya 3 orang, Kurima 1 orang, sementara Asotipo dan Asolokobal 2 orang.
Hempy menjelaskan, berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, awalnya sekitar pukul 10.34 WIT, saat Jemmi di pinggir kali Mile 46 Distrik Kuala Kencana tengah mengambil material pasir untuk di dulang di mana saat mengambil material pasir dulang.
Dalam perjalanan ia diikuti kemudian diringkus. Hanya menariknya FP mengaku tidak mengetahui jika isi paketan yang dilakban tersebut adalah sabu. Ia hanya mengantarkan barang tersebut untuk diserahkan kepada orang lain.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara menyampaikan informasi ini langsung. Ia menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang kebetulan melewati Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat korban sudah dalam keadaan lemas dan bersimbah darah.
Kapolsek Heram, Iptu. Bernadus Yunus Ick, mengatakan penemuan granat tersebut berawal dari laporan warga bernama Yotam Tabuni, bahwa ada benda yang diduga granat di dekat pertigaan masuk SMAN 3 dan SMAN 7 Buper Waena.
Korban, kata Anisa, hanya dilakukan vizum luar. Dari hasil visum tampak jenazah sudah mengalami proses pembusukan. "Kalau penyebab kematian tidak bisa dipastikan karena tidak dilakukan bedah (Otopsi)," jelasnya.
Informasi itu diterima sekitar akhir bulan Mei tahun 2024 bahwa beredar minuman beralkohol yang terindikasi hasil oplosan. Berdasarkan informasi tersebut Kasat Resnarkoba beserta anggota melakukan penyelidikan di Kampung Asiki, Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel.
Betapa tidak, ketiga tersangka tersebut melakukan pemerkosaan terhadap korban kemudian membunuhnya. Tidak manusiawinya karena tersangka ABY menusuk kemaluan korban dengan menggunakan kayu.
Kapolres Mimika AKBP I Gede Putera melalui Kabag OPS Polres Mimika, AKP Sachuri menerangkan, pengamanan akan dilakukan mulai dari rangkaian pawai ta’aruf nanti saat seluruh kontingen tiba di Timika hingga selesai pelaksanaan MTQ.
Dari laporan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika personil piket jaga yang sedang melaksanakan Patroli melihat masyarakat dari kelompok Ikabus Gwijangge sedang berkumpul dan bersiap untuk melakukan penyerangan ke pada kelompok Tarni Wandikbo.
Dari silaturahmi tersebut, Dirlantas Polda Papua, Kombes. Pol. Abrianto Pardede juga menyerahkan bantuan kasih untuk meringankan kondisi para korban. Ini sekaligus menjadi bentuk dukungan moril kepada para korban untuk tetap semangat dan mau bangkit.
Kasat Reserse Kriminal Polres Merauke AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK, saat memimpin langsung oleh TKP mengungkapkan bahwa kasus penemuan jenasah tersebut diduga pembunuhan. Pasalnya, di tubuh korban ditemukan banyak bekas pemukulan benda tumpul baik di kepala maupun tubuhnya. Tak hanya itu, korban juga sebelum dibunuh diduga terlebih dahulu diperkosa.
“Kegiatan bakti kesehatan yang kami gelar ini merupakan bentuk kepedulian Polres Keerom, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis, dengan turun langsung ke lapangan melihat masyarakat di kampung-kampung,” ungkap dr. Rebeka dalam rilisnya.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon menyampaikan terkait penemuan dua jenazah orok bayi ini, ia meminta anggotanya terus melakukan penyelidikan. Mencari keterangan tambahan untuk menemukan siapa ibu jabang bayi yang tega membuang anaknya.
“Kedua terduga pelaku kami amankan saat kami menggelar razia di Jalan Trans Papua, saat digeledah dari 'RF' kami temukan 1 bungkus plastik bening berukuran kecil berisi ganja kering. Sementara dari 'NAK' kami temukan 2 bungkus plastik bening ukuran kecil berisi ganja kering,” ungkap Aipda Yan Hendrik.
Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suaryana, SH, SIK melalui Kasat Lantas AKP Novi Gultom, SIK membenarkan laka tunggal yang terjadi tersebut. Menurut Kasat Lantas, laka tunggal ini berawal saat korban mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX D-Tracker No. Pol PA 1006 FT yang saat itu diduga dalam pengaruh minuman beralkohol melaju dari arah selatan ke utara atau dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Lingkaran Brawijaya (Libra).
Dari tujuh orang yang kabur, polisi akhirnya berhasil menemukan tiga orang sehingga tersisa empat orang lagi. Terkait empat tahanan yang masih kabur, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon meminta untuk para pelaku yang kabur untuk segera menyerahkan diri.
Pihak rumah sakit dalam hal ini RS Bhayangkara tempat jenazah disimpan, juga belum bisa melakukan autopsi. Sebab menurut kaur Pelayanan Dokpol RS Bhayangkara jayapura, dr. Annisa R. Alkatiry, pihaknya masih menunggu permintaan penyidik.
Suasana pembelanjaan di Rumah Honai Gabus Papua Pintar, terlihat para peserta didik melantai dan belajar dengan menggunakan meja yang merupakan bantuan atas kepedulian buta aksara yang cukup tinggi di Kab. Jayapura.
Jika dilihat dari rekaman CCTV yang menyebar di media social, para pelaku yang terbilang masih berusia muda ini, keluar dari ruang tahanan dengan cara membobol pintu sel bagian bawah kemudian satu persatu keluar.
Kapolsek Abepura melalui Kanit Reskrim Ipda Arman, SH., mengungkapkan, penemuan mayat itu berawal dari laporan seorang saksi kepada warga sekitar yang melihat ada sesosok mayat dalam posisi telentang dengan muka dan dan tubuhnya ditutupi kain sarung di bawah kolong jembatan Kali Acai.
Kasi Humas menjelaskan bahwa kasus ini terungkap bermula saat ibu korban sedang menemani Korban yang dalam keadaan sakit. Pada saat yang sama, ibu korban merasa curiga dengan postur badan korban sehingga menyuruh korban untuk mengangkat bajunya. Lalu ibu korban melihat perut korban sudah kelihatan besar.
Iptu mengatakan, saat ini ZA masih dalam proses pemeriksaan. Ia juga menyebut, ZA merupakan pemain tunggal pelaku jambret di Mimika yang beraksi dengan modus menyewa motor orang.
Pertikaian yang diduga dipicu kasus Laka Lantas tersebut menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya mengalami luka-luka pada hari pertama kemarin akibat saling serang menggunakan alat tajam, batu serta alat perang tradisional, sampai saat ini jumlah korban belum bisa teridentifikasi dengan baik karena warga yang luka lebih memilih dirawat oleh keluarga tanpa harus ke RSUD Wamena.
"Kami salut dengan para tokoh-tokoh agama, karena sebelum Pemilu dimulai kami sudah melakukan do'a-doa dan kegiatan keagaaman, untuk lebih menyatukan kita dan berdoa untuk pemimpin Indonesia dan wakil rakyat yang baik hati kepada rakyat, adalah pilihan kita semua," Ujar Kapolda Irjend Pol Mathius D Fakhiri.
Aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya dan Polsek Wamena kota yang dibantu Brimob Batalyon D Wamena yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK berupaya untuk terus melarai kedua kelompok masa yang saling serang, bahkan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara dan juga tembakan gas air mata untuk membubarkan masa.
Sekda Kabupaten Yalimo Dr. Isak Yando,SE, M.Si mengatakan bahwa dari hasil rapat tersebut, untuk menyikapi situasi yang terjadi di Kabupaten Yalimo, Pemerintah Kabupaten Yalimo mengimbau dan menyampaikan beberapa poin penting kepada seluruh masyarakat yang ada di lima distrik se-Kabupaten Yalimo.
Belum diketahui penyebab kematian korban tersebut. Namun informasi yang diperoleh media in di TKP bahwa pria kelahiran Agham, Kabupaten Mappi 1972 itu datang ke rumah sewa milik Wahyudin itu untuk membeli HP Second.
Seorang oknum honorer salah stau OPD lingkungan pemerintah Kabupaten Merauke berinisial TM (31) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Merauke. Pasalnya, tersangka TM telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi sebut saja bunga (30) pada 1 Februari 2024 sekitar pukul 09.00 WIT.
"Kegiatan razia ini dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas Kamtibmas di Kota Wamena. Selain itu, dengan adanya razia ini diharapkan dapat mencegah niat dan kesempatan bagi para pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya," ujar Ipda M. Suryanto.
“Personel memantau situasi dan kondisi di lokasi publik serta pusat aktivitas masyarakat di pusat keramaian,” ujarnya. Lanjutnya, personel mengajak warga di wilayah tersebut supaya ikut mendukung pihak Kepolisian dalam menjaga situasi keamanan di lingkungan masing-masing.
Pemusnahan dilakukan langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol Hermanto didampingi Kasat Res Narkoba Polres Mimika, AKP Andi Sudirman Arif, perwakilan Pengadilan Negeri Mimika, perwakilan Bea Cukai, Perwakilan Kejaksaan dan disaksikan sejumlah pengacara yang hadir.
Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika masih menunggu nota pembelian sebagai permintaan dan petunjuk dari Kejaksaan Negeri Mimika sebagai lampiran keterangan emas yang hilang dalam kasus bajak laut di Mimika dengan pelaku sebanyak 7 orang.
Berkaitan dengan ini, Kata Kasat Reskrim pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran. Total, ada 7 adegan yang digelar dalam pelaksanaan olah TKP tersebut.
Kasus pencurian dengan kekerasan tersebut dilakukan tersangka HIR di Jalan Ternate pada Jumat (12/04/2024) sekitar pukul 18.00 WIT dengan mengambil paksa motor korban setelah terjatuih ke parit. Pelaku dibantu Riski dan Rio.
Pengejaran melibatkan seluruh tim dengan terus membuka jaringan untuk mengetahui keberadaan Bripda Aske. Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri juga marah besar dengan kejadian ini. Ia perintahkan untuk segera menangkap yang bersangkutan dan konsekwensi lain adalah ia mencopot Kapolres Yalimo dari jabatannya.
Kasat Reskrim menjelaskan bahwa patroli KRYD ini dilakukan dengan maksud untuk menekan tingginya angka kriminalitas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meminimalisir dampak terjadinya kecelakaan serta mengantisipasi gangguan kamtibmas, sehingga dapat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota.
“Saya selaku Bhabinkamtibmas Kampung Erambu mengadakan kegiatan Polisi Sahabat Anak dengan memberikan ruangan khusus untuK nonton tv bersama disaat libur sekolah,” ungkap Andi Basso.
"Dengan adanya penyelesaian yang diinginkan warga seperti ini, maka tidak ada efek jera bagi para pelaku yang terus melakukan pencurian kendaraan di berbagai tempat lantaran mengharapkan penyelesaiannya tanpa proses hukum,"tegasnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Polres jayawijaya Senin (10/6)
Kapolres Jayawijaya melalui Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan langkah yang diambil sat Reskrim Polres Jayawijaya dalam menyikapi kasus curanmor yang marak terjadi, sehingga selain melakukan patroli dengan tim yang dibentuk oleh Kapolres Jayawijaya yang dibagi dalam 4 regu yang didalamnya berisi semua anggota untuk melakukan patroli umum pasa pagi , siang, sore dan malam hari.
Ini setelah kasusnya melakukan pencurian dengan pemberatan dilimpahkan penyidik reskrim, Polsek Muara Tami. Berkas, barang bukti dan tersangkanya juga telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Jayapura, Senin (10/6) siang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kab. Pegunungan Bintang Bapak Ir. Laode Jadjali, Pabung 1715 Yahukimo Kapten Inf. Supriadi, Kepala Distrik Oksibil Yakobus Ningmabin, Para PJU Polres Pegunungan Bintang serta PAR para tokoh.