Monday, July 22, 2024
29.7 C
Jayapura

Polres Berikan Jaminan Keamanan Bagi Para Medis dan Pasien di RSUD Wamena

WAMENA – Terkait dengan penutupan sementara instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena lantaran adanya  aksi pengerusakan yang membuat petugas keamanan merasa takut dan terancam, membuat pemkab Jayawijaya mulai melayangkan surat permintaan kepada aparat keamanan untuk bisa mengamankan situasi objek vitasl tersebut bersama dengan petugas disana.

PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakanterkait dengan masalah pengerusakan dan pengancaman di RSUD wamena pemerintah juga sangat prihatin karena ini masalah keamanan untuk pasien yang dirawat serta petugas medis yang melayani, oleh karena itu pemerintah daerah menyurat pada pihak keamanan untuk meminta bantuan  keamanan wilayah tersebut.

“Untuk mendukung pelayanan kesehatan kita akan melayangkan surat permintaan bantuan pengamanan kepada aparat keamanan dalam hal ini kepolisian agar bisa menjaga keamanan bersama dengan satpam yang ada agar pasien dan medis yang bekerja juga merasa nyaman berada di RSUD Wamena,” ungkapnya Senin (8/7) kemarin.

Thony juga menegaskan kepada seluruh masyarakat yang ada di Jayawijaya apabila ada keluarga yang sakit segera di bawah ke puskesmas terdekat apabila tak bisa ditangani maka akan di rujuk ke RSUD Wamena, jangan tinggal  dirumah sampai parah atau memasuki masa kritis baru diantar ke pusat -pusat kesehatan.

Baca Juga :  Himpunan Pengusaha OAP Tagih Janji PJ Gubernur

“Namanya kalau meninggal dunia itu Tuhan yang mengatur hidup , bukan petugas kesehatan, medis itu hanya membantu dengan tindakan dan penanganan untuk bagaimana bisa sehat, namun napas kehidupan itu ditangan Tuhan oleh karena itu kita juga harus mengerti,”tegasnya

Sebagai Penjabat kepala Daerah mengimbau kepada semua, buhan hanya untuk masyarakat namun semua baik itu aparatur negara, swasta, dan masyarakat, apabila ada keluarga yang sakit segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri , khusus untuk masyarakat Jayawijaya apabila berobat di puskesmas maupun RSUD Wamena itu gratis tidak memungut biaya.

“memang kebijakan ini menjadi kendala untuk pihak medis untuk bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan sehingga sering kali dimintai identitas, namun kami sebagai pimpinan sudah menyampaikan melakukan tindakan medis dulu baru bisa menanyakan yang lain agar bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan,”kata Thony Mayor

Baca Juga :  Kasus Jambret, Polisi: Kendala Kami Ada Korban Tidak Membuat Laporan Polisi 

PJ Bupati juga mengaku untuk IGD yang belum dibuka memang Direktur RSUD Wamena sudah berupaya  untuk membuka kembali , namun sampai dengan saat ini petugas medis belum ada karena mereka trauma kemarin, dimana sebelumnya ada kejadian pembunuhan dalam IGD dan kemarin ada aksi pengerusakan yang terjadi ada yang membawa parang mengancam mereka,

Sementara Itu Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK menyatakan Polres Jayawijaya akan memberikan jaminan keamanan kepada pasien dan petugas medis di RSUD Wamena sehingga pelayanan di IGD bisa kembali dibuka, sementara pihak kepolisian juga sudah berupaya untuk menenangkan keluarga dari pasien yang meninggal sejak semalam.

“kami berikan jaminan keamana agar IGD RSUD Wamena bisakembali beroperasi, sebab kami juga sudah melakukan pertemuan dengan keluarga dari pasien yang meninggal dunia untuk menenangkan mereka agar tidak melakukan tindakan yang merugikan,” bebernya (jo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

WAMENA – Terkait dengan penutupan sementara instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena lantaran adanya  aksi pengerusakan yang membuat petugas keamanan merasa takut dan terancam, membuat pemkab Jayawijaya mulai melayangkan surat permintaan kepada aparat keamanan untuk bisa mengamankan situasi objek vitasl tersebut bersama dengan petugas disana.

PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakanterkait dengan masalah pengerusakan dan pengancaman di RSUD wamena pemerintah juga sangat prihatin karena ini masalah keamanan untuk pasien yang dirawat serta petugas medis yang melayani, oleh karena itu pemerintah daerah menyurat pada pihak keamanan untuk meminta bantuan  keamanan wilayah tersebut.

“Untuk mendukung pelayanan kesehatan kita akan melayangkan surat permintaan bantuan pengamanan kepada aparat keamanan dalam hal ini kepolisian agar bisa menjaga keamanan bersama dengan satpam yang ada agar pasien dan medis yang bekerja juga merasa nyaman berada di RSUD Wamena,” ungkapnya Senin (8/7) kemarin.

Thony juga menegaskan kepada seluruh masyarakat yang ada di Jayawijaya apabila ada keluarga yang sakit segera di bawah ke puskesmas terdekat apabila tak bisa ditangani maka akan di rujuk ke RSUD Wamena, jangan tinggal  dirumah sampai parah atau memasuki masa kritis baru diantar ke pusat -pusat kesehatan.

Baca Juga :  Ditembak Masih Hidup, Korban Dibunuh dengan Pisau

“Namanya kalau meninggal dunia itu Tuhan yang mengatur hidup , bukan petugas kesehatan, medis itu hanya membantu dengan tindakan dan penanganan untuk bagaimana bisa sehat, namun napas kehidupan itu ditangan Tuhan oleh karena itu kita juga harus mengerti,”tegasnya

Sebagai Penjabat kepala Daerah mengimbau kepada semua, buhan hanya untuk masyarakat namun semua baik itu aparatur negara, swasta, dan masyarakat, apabila ada keluarga yang sakit segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri , khusus untuk masyarakat Jayawijaya apabila berobat di puskesmas maupun RSUD Wamena itu gratis tidak memungut biaya.

“memang kebijakan ini menjadi kendala untuk pihak medis untuk bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan sehingga sering kali dimintai identitas, namun kami sebagai pimpinan sudah menyampaikan melakukan tindakan medis dulu baru bisa menanyakan yang lain agar bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan,”kata Thony Mayor

Baca Juga :  Harga Beras Naik, Baru Bisa Operasi Pasar

PJ Bupati juga mengaku untuk IGD yang belum dibuka memang Direktur RSUD Wamena sudah berupaya  untuk membuka kembali , namun sampai dengan saat ini petugas medis belum ada karena mereka trauma kemarin, dimana sebelumnya ada kejadian pembunuhan dalam IGD dan kemarin ada aksi pengerusakan yang terjadi ada yang membawa parang mengancam mereka,

Sementara Itu Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK menyatakan Polres Jayawijaya akan memberikan jaminan keamanan kepada pasien dan petugas medis di RSUD Wamena sehingga pelayanan di IGD bisa kembali dibuka, sementara pihak kepolisian juga sudah berupaya untuk menenangkan keluarga dari pasien yang meninggal sejak semalam.

“kami berikan jaminan keamana agar IGD RSUD Wamena bisakembali beroperasi, sebab kami juga sudah melakukan pertemuan dengan keluarga dari pasien yang meninggal dunia untuk menenangkan mereka agar tidak melakukan tindakan yang merugikan,” bebernya (jo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya