Polisi mendata bahwa jumlah terakhir korban yang meninggal dunia pasca kerusuhan yang dipicu adanya isu penculikan anak di Kampung Yomaima Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya berjumlah 12 orang. 12 orang ini tewas dan telah dimakamkan dimana 10 dimakamkan di Wamena dan 2 lainnya dipulangkan ke kampung halaman di Medan.
Jaringan Damai Papua (JDP) meminta aparat segera menangkap provokator. Sebab, dia melakukan hal yang boleh jadi juga terlibat dalam kasus kasus terdahulu termasuk kerusuhan tahun 2019.
“Tapi apakah ini pelanggaran HAM berat atau tidak, Komnas HAM dalam kewenangannya akan membentuk tim untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa kemanusiaan itu,” kata Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Minggu (26/2) kemarin.
Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol CPN Atenius Murib SH,MH melalui Kasdim Mayor CHB Yusuf Rinding ketika membenarkan adanya 509 warga yang berdomisili di Wilayah Sinakma saat ini ditampung di Makodim 1702/ Jayawijaya.
Pihak kepolisian dalam hal ini Polres Jaywijaya tengah mendalami ke 13 orang yang diperiksa sebagai saksi kericuhan tersebut. Dari 13 orang ini dikatakan ada 4 orang yang terindikasi terlibat dalam kericuhan dan 9 lainnya masih terus didalami.
Kepala BPBD Jayawijaya Amsal Wamo usai mendistribusikan bantuan bencana Soaial di Kodim menyatakan penyaluran bantuan ini usai pihaknya diperintahkan oleh Bupati Jayawijaya sehingga pihaknya dari BPBD dan Dinas Sosial mulai menyalurkan bantuan dari pemerintah.
Dua oknum anggota Brimob yang ditugaskan untuk pengamanan di Kampung Maam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga Maam Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Papua Selatan bernama Lamek Lauseni Wayoken.
Polres Jayawijaya memastikan jika kerusuhan yang terhadi di Sinakma Wamena dipicu dari kecurigaan warga terkait dengan informasi penculikan anak yang memang sudah direspon dari kepolisian untuk di selesaikan di Polres Jayawijaya namun warga yang sudah termakan isu miring melakukan penyerangan kepada aparat dan mulai melakukan aksi pengerusakan.
Laporan Polsek Mindiptana melalui Humas Polres Boven Digoel mengungkapkan, penemuan mayat yang tergantung di atas pohon karet di Kampung Kamka, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel ini berawal dari laporan masyarakat Selasa (21/2) sekitar pukul 15.35 WIT.
Data lapangan menyebutkan informasi dari Security Ops Center (SOC), bahwa di SAG 3 MP 74 diperkirakan 13 orang karyawan yang terjebak di area kerja. Namun setelah banjir surut, langsung dilakukan evakuasi.