Monday, April 15, 2024
26.7 C
Jayapura

Data Korban Tewas Masih Simpang Siur

WAMENA- Hingga saat ini data jumlah korban tewas kerusuhan di Wamena kabupaten Jayawijaya masih simpang siur, pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua menyatakan ada 12 orang tewas, 10 orang diantaranya dimakamkan di Wamena, sementara 2 orang lainnya diterbangkan ke Sumatera Utara.

Polisi mendata bahwa jumlah terakhir korban yang meninggal dunia pasca kerusuhan yang dipicu adanya isu penculikan anak di Kampung Yomaima Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya berjumlah 12 orang.  12 orang ini tewas dan telah dimakamkan dimana 10 dimakamkan di Wamena dan 2 lainnya dipulangkan ke kampung halaman di Medan.

“Terkait dengan kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia, total sebanyak 2 orang korban dari masyarkat sudah diterbangkan ke Jayapura menuju Medan. Dan 10 warga asli Sinakma juga telah di makamkan Sabtu kemarin di TPU Sinakma,” jelas Kabid Humas.

Namun Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Yahukimo dan Nduga memastikan jika para korban kerusuhan sinakma yang berjumlah 9 orang dan telah dimakamkan di TPU Sinakma secara bersamaan Sabtu (25/2) lalu.

Baca Juga :  Tak Ada Luka Tembak di Tubuh Michelle Kurisi

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan pada saat jenazah disemayamkan di RSUD Wamena memang sempat terjadi perdebatan alot yang membuat rencana pemakaman yang semula diputuskan pada pukul 11.00 wit menjadi tertunda, sebab ada keluarga korban yang baru datang dari Jayapura sehingga tidak tahu dengan apa yang dibicarakan sebelumnya tak merasa puas dengan putusan yang telah disepakati bersama sebelumnya.

“Lewat perdebatan yang cukup panjang akhirnya keluarga korban bersedia untuk jenazah 9 Korban tersebut dimakamkan, dan pelaksanaannya baru bisa dilakukan sekitar pukul 14.30 WIT,” jelasnya.

Ia menyatakan dalam pembicaraan yang alot itu karena keluarga korban mempertanyakan masalah otopsi dan visum namun hal ini prosesinya panjang, namun setelah diberikan pemahaman barulah mereka pahami dan mengerti.

“Untuk surat visum kami minta bantu kepada Bupati Jayawijaya untuk melakukan koordinasi dengan pihak Polres Jayawijaya dan prosesi pemakaman baru bisa dilakukan,” ujar Wabub Jayawijaya.

Dalam prosesi pemakaman tersebut ada informasi yang berkembang jika ada 1 jenazah yang sudah dimakamkan lebih dulu dengan cara dikremasi oleh pihak keluarga, dari 4 pemerintah daerah tidak mengetahui dengan informasi tersebut, yang diketahui hanya 9 orang korban OAP yang ada di Jayawijaya dan orang Korban Non OAP yang sudah dikirim ke kampung halamannya Sumatra Utara.

Baca Juga :  Festus Yom Berpulang, Sepakbola Papua Berduka

“Kalau informasi kalau ada korban yang diperabuan (kremasi) itu kami tidak tahu, yang kami makamkan hanya 9 orang dari RSUD Wamena, ditambah 2 orang yang di kirim ke kampung halamannya sehingga totalnya 11 orang, memang tadi ada salah satu keluarga dari 9 korban itu meminta untuk jenazah keluarganya dibawa dan dimakamkan di kampung, namun hasil kesepakatan semua dimakamkan di Wamena,” kata Wakil Bupati Jayawijaya.

Mantan Kadinsos Kabupaten Jayawijaya memastikan untuk permintaan dari pihak keluarga korban nanti akan disampaikan usai menutup duka, barulan dilakukan pertemuan antara keluarga korban, pemerintah daerah dan pihak kepolisian di Wamena.

“Rencana lokasi sampai saat ini kita belum putuskan dan saya baru melaporkan kepada Bupati Jayawijaya nanti Bupati akan menentukan lokasi yang tepat untuk dilakukan pertemuan,” beber Marthin Yogobi.(ade/jo/wen)

WAMENA- Hingga saat ini data jumlah korban tewas kerusuhan di Wamena kabupaten Jayawijaya masih simpang siur, pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua menyatakan ada 12 orang tewas, 10 orang diantaranya dimakamkan di Wamena, sementara 2 orang lainnya diterbangkan ke Sumatera Utara.

Polisi mendata bahwa jumlah terakhir korban yang meninggal dunia pasca kerusuhan yang dipicu adanya isu penculikan anak di Kampung Yomaima Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya berjumlah 12 orang.  12 orang ini tewas dan telah dimakamkan dimana 10 dimakamkan di Wamena dan 2 lainnya dipulangkan ke kampung halaman di Medan.

“Terkait dengan kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia, total sebanyak 2 orang korban dari masyarkat sudah diterbangkan ke Jayapura menuju Medan. Dan 10 warga asli Sinakma juga telah di makamkan Sabtu kemarin di TPU Sinakma,” jelas Kabid Humas.

Namun Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Yahukimo dan Nduga memastikan jika para korban kerusuhan sinakma yang berjumlah 9 orang dan telah dimakamkan di TPU Sinakma secara bersamaan Sabtu (25/2) lalu.

Baca Juga :  Materi APBD Perubahan Pemda Jayawijaya Kemungkinan Sedikit Terlambat

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan pada saat jenazah disemayamkan di RSUD Wamena memang sempat terjadi perdebatan alot yang membuat rencana pemakaman yang semula diputuskan pada pukul 11.00 wit menjadi tertunda, sebab ada keluarga korban yang baru datang dari Jayapura sehingga tidak tahu dengan apa yang dibicarakan sebelumnya tak merasa puas dengan putusan yang telah disepakati bersama sebelumnya.

“Lewat perdebatan yang cukup panjang akhirnya keluarga korban bersedia untuk jenazah 9 Korban tersebut dimakamkan, dan pelaksanaannya baru bisa dilakukan sekitar pukul 14.30 WIT,” jelasnya.

Ia menyatakan dalam pembicaraan yang alot itu karena keluarga korban mempertanyakan masalah otopsi dan visum namun hal ini prosesinya panjang, namun setelah diberikan pemahaman barulah mereka pahami dan mengerti.

“Untuk surat visum kami minta bantu kepada Bupati Jayawijaya untuk melakukan koordinasi dengan pihak Polres Jayawijaya dan prosesi pemakaman baru bisa dilakukan,” ujar Wabub Jayawijaya.

Dalam prosesi pemakaman tersebut ada informasi yang berkembang jika ada 1 jenazah yang sudah dimakamkan lebih dulu dengan cara dikremasi oleh pihak keluarga, dari 4 pemerintah daerah tidak mengetahui dengan informasi tersebut, yang diketahui hanya 9 orang korban OAP yang ada di Jayawijaya dan orang Korban Non OAP yang sudah dikirim ke kampung halamannya Sumatra Utara.

Baca Juga :  Tahapan Seleksi Anggota KPU Papua Masuk 10 Besar

“Kalau informasi kalau ada korban yang diperabuan (kremasi) itu kami tidak tahu, yang kami makamkan hanya 9 orang dari RSUD Wamena, ditambah 2 orang yang di kirim ke kampung halamannya sehingga totalnya 11 orang, memang tadi ada salah satu keluarga dari 9 korban itu meminta untuk jenazah keluarganya dibawa dan dimakamkan di kampung, namun hasil kesepakatan semua dimakamkan di Wamena,” kata Wakil Bupati Jayawijaya.

Mantan Kadinsos Kabupaten Jayawijaya memastikan untuk permintaan dari pihak keluarga korban nanti akan disampaikan usai menutup duka, barulan dilakukan pertemuan antara keluarga korban, pemerintah daerah dan pihak kepolisian di Wamena.

“Rencana lokasi sampai saat ini kita belum putuskan dan saya baru melaporkan kepada Bupati Jayawijaya nanti Bupati akan menentukan lokasi yang tepat untuk dilakukan pertemuan,” beber Marthin Yogobi.(ade/jo/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya