"Penanganan TB Paru maka pasien harus datang untuk mengambil obat -obat program bagi yang sudah terdeteksi, namun sebatas dugaan dari medis akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan tetap kita memberikan obat TB,"jela
Untuk penanganannya sendiri masih intens dilakukan dimana TBC sejatinya bisa sembuh jika dilakukan pengobatan secara teratur selama 6 bulan. Dirincikan bahwa jumlah penemuan kasus TBC tahun 2024 sebanyak 6.444 kasus atau
 Menurut Kadinkes, menghindari konsumsi makanan yang sudah tercemar air banjir juga bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit. "Selalu cuci tangan dengan air bersih sebelum beraktivitas, terutama sebe
 Selama libur Lebaran, dr Aaron rutin melakukan pemantauan di setiap ruangan yang ada di RSUD Jayapura. Dimana dari pantauannya, pelayanan di IGD, rawat jalan seperti penyakit dalam, ruang anak-anak, ortopedi, ruang jan
Menurutnya, obat-obat yang tersedia di RSUD Yowari juga lengkap, dimana masyarakat dapat mengakses sesuai dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang selama ini diperiksa, baik itu HIV maupun TB-Paru.Â
  Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr.dr.Arry Pongtiku mengatakan, sepanjang tahun 2024, jumlah kasus baru TBC yang ditemukan sebanyak 6.644 kasus. Kemudian 896 orang diantaranya yang mengalami koinfeksi artinya TBC yang disertai HIV.
Diakuinya, dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai penyakit yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah, seperti TBC, malaria, HIV/AIDS, serta penyakit tidak menular lainnya.Â
Ketua Komisi D DPRK Jayapura, Deli Lusyana Watak menyampaikan bahwa untuk mengurangi penyebaran dari penyakit itu pemerintah seharusnya bersinergi untuk rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan dampak dari virus tersebut.
  Menurut Sri Antari, berdasarkan kelurahan, wilayah paling tinggi ada di Distrik Jayapura Utara sebanyak 403 kasus, khusus penderita balita 241 sedangkan kelompok umur di atas 5 tahun sebanyak 162 kasus.
"Regulasi ini bukan berarti tidak bisa digunakan di rumah sakit, itu bisa saja berlaku dengan dua syarat. Pertama harus ada rujukan dari Fotocopy KTP dan yang kedua dalam kondisi darurat," ungkapnya. Hernawan berharap masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan agar tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.