Ketiga adalah mengajarkan kebersamaan dan kekeluargaan. "Yang hadir bukan hanya anak-anak yang Kristen atau guru-guru yang Kristen, tetapi juga dari seluruh warga sekolah. Di sini kita mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana menjaga, kebhinekaan yang ada di dalam suatu institusi dalam hal ini adalah sekolah," ujarnya.
Dalam mengatasi kenakalan remaja usia sekolah, Laorens menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan melakukan kerjasama sesuai dengan kewenangan yang ada dengan SD, SMP SMA/SMK di kabupaten/kota.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, pendaftaran sekolah kedinasan rencananya akan dibuka pada Maret 2024. Namun, waktu tersebut dapat berubah sesuai kesiapan dan dinamika yang terjadi.
Christian berkeyakinan bahwa dengan dibentuknya tim gabungan ini, maka masalah tersebut akan selesai. Pasalnya, selama ini masalah tersebut tidak selesai lantaran belum melibatkan berbagai pihak
Wilayah Distrik Heram, selama ini memang belum ada SMA Negeri yang representatif yang bisa menarik meniat pelajar bersekolah di tempat itu. Praktis banyak anak-anak di Distrik Heram yang sekolah SMA di SMA Negeri I Abepura maupun SMA Negeri 4 Entrop, Jayapura.
Mengawali kerja di tahun anggaran 2024, Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) menggelar syukuran yang dihadiri sejumlah pengawai di lingkungan DPPAD, juga juga para kepala OPD di lingkungan pemerintah provinsi. Dalam kesempatan tersebut, para pegawai yang sudah memasuki masa pensiun juga diberikan penghargaan.
Untuk itu, agar SMA Satria yang bernaung di bawah Yayasan Satria itu tetap berkembang dan berjalan dengan baik, maka pihaknya menawarkan agar pemerintah mengambil alih status sekolah tersebut menjadi milik pemerintah.
“Kekurangan jumlah guru ini lantaran ada yang pensiun, ada yang tidak mau masuk Agribisnis. Sehingga guru produktif kita mengalami kekurangan saat ini,” terang Sohilait kepada Cenderawasih Pos.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Merauke Salvianus Laiyan, SH, ditemui media ini di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa dari kuota yang diberikan pusat terkait dengan penerimaan P3K untuk formasi tenaga guru dan kesehatan tersebut sebanyak 897 orang. Namun yang lolos saat mendaftar, hanya sekeitar 600 orang.