Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejateraan Rakyat Papua Muhammad Musa’ad menyampaikan, sesuai dengan protap setiap 17 Agustus Irupnya adalah Gubernur dan cadangannya adalah Pangdam.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Cpn Athenius Murip, SH,MH menyatakan setelah memantau kondisi korban bencana alam di distrik Kuyawage dari dampak bencana yang ditinggalkan maka pihaknya mengirim bantuan sembako kepada korban bencana alam berupa 1 Ton Beras serta puluhan kardus mie instan bertempat di Posko Tanggap Darurat Bencana Alam di Kabupaten Lanny Jaya
Terkhusus di wilayah Pegunungan Tengah Papua yang meliputi wilayah pemerintahan Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, Kabupaten Nduga, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Tengah dan Kabupaten Pegunungan Bintang.
Meski demikian palu sudah jatuh dan mau tidak mau pemekaran sudah disahkan dan harus dijalankan. Terkait ini dua tokoh pemuda memberi pendapatnya terkait apakah pemekaran bisa mempercepat pembangunan dan bersaing dengan provinsi lain di luar Papua.
Ketua Majelis Pemuda Indonesia DPD KNPI Provinsi Papua, Dr. Drs. M. Rusdianto Abu, M.Si., membenarkan adanya pertemuan tersebut dan telah disepakati bahwa sesuai hasil Musda ke-XIV DPD KNPI Provinsi Papua yang digelar di Kota Jayapura, telah terpilih Ketua DPD KNPI Provinsi Papua yang sesuai dengan mekanisme AD/ART KNPI yaitu Benyamin Gurik, SIP.
Sekretaris Daerah Provinsi Papua Muhammad Ridwan Rumasukun menyampaikan, terkait dengan pemekaran tiga DOB di Papua, Pemerintah Provinsi siap melakukan penyerahan P3D (Personil, Perlengkapan, Pembiayaan dan Dokumen) secepatnya.
Ia juga menyebut Papua kaya akan pangan lokal, dan itu harus dijamin karena akan memberikan manfaat yang besar terutama untuk komunitas pangan lokal sagu, ubi ubian yang harus menjadi alternatif berdampingan dengan beras.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, M Tito Karnavian mengatakan, gerakan pembagian 10 juta bendera Merah Putih dari Sabang sampai Merauke untuk membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia di seluruh pelosok tanah air.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH., mengatakan kedua orang tersebut merupakan oknum aparat kampung di Kabupaten Nduga, namun berbeda distrik.