Ia berpendapat bahwa tidak semua daerah perlu ditangani dengan cara yang sama yang akhirnya masyarakat sipil jadi korban. Ini bisa lebih parah apabila ada provokasi elit politik yang berkembang dari waktu ke waktu.
Penyerangan terhadap warga sipil bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Nduga. Dimana pada Desember tahun 2018 lalu, puluhan warga sipil pekerja di PT Istaka Karya juga tewas akibat dibantai KKB.
Ketua Panitia Ineki Munara Wampasi, Ken Piter Korwa mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan Bupati Supiori bisa hadir, namun hanya diwakili Kadistrik Kepulauan Aruri sehingga masyarakat cukup kecewa atas ketidak hadiran bupati, padahal ini acara yang sangat penting sekali.
Dua tokoh agama tersebut adalah Pdt Eliaser Baye S.Th dan Ustaz Daeng Marannu. Pendeta Eliaser sendiri merupakan gembala GKII Kemah Injil di daerah Yeretma sedangkan Daeng Marannu merupakan seorang da'i yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Nduga.
Saat melepas jenazah korban kepada pihak keluarga di Timika, Minggu (17/7), Bupati Namia menyampaikan ungkapan belasungkawa dan berdoa agar ini menjadi kejadian terakhir di Nduga.
Untuk keberangkatan Minggu (17/7) pagi tujuan Makassar menggunakan pesawat Lion Air diberangkat jenazah Taufan Amir, Daeng Marannu/Maramli dan Sirajuddin. Jenazah Mahmud Ismaun diterbangkan ke Palu, dan Yuda Nurusinga diterbangkan ke Medan.
Dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos, para korban diberondong peluru di empat lokasi. Pertama di dalam kios kemudian di atas truk, di tanjakan pinggir jalan, di belakang kios kelontongan dan terakhir di arah jalan menuju Batas Batu.
Dikatakan, ada dua cara untuk pemeriksaan selain permintaan dari masyarakat, kemudian mereka sendiri yang langsung ke unit layanan pemeriksaan. “Di RSUD Jayapura sendiri ada beberapa kasus kita wajib pemeriksaan HIV,” terangnya.
Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua, Tri Wibowo Aji menyampaikan, empat Pemda tersebut yakni Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, Pemerintah Kabupaten Merauke dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Sebelumnya management klub NSH Mountain Gold Timika telah 2 (dua) kali meyurat ke PT Freeport Indonesia terkait dukungan sponsor kepada tim Basket kebanggaan masyarakat Timika ini namun hingga berita ini diturunkan, pihak PT Freeport Indonesia belum memberikan jawaban terkait maksud dan tujuan surat tersebut.