Ketua Tim Sekretariat DOB Provinsi Papua Pegunungan, Briyur Wenda, SPd., MPd., menyebutkan rencana kantor sementara Penjabat Gubernur Papua Pegunungan akan menggunakan Mall Wamena atau nanti di gedung Aithosa milik GKI Betlehem Wamena.
Doren mengaku, setelah melihat langsung ternyata kemauan masyarakat sangat besar untuk menerima Provinsi Papua Tengah. Karena itu, ia mengharapkan kedepan semua masyarakat di Papua Tengah bersatu untuk memajukannya.
“Untuk daya belanjanya masih harus kami sosialisasikan ke OPD, tapi etalasenya sudah disiapkan dan bisa dicek di e-Katalog lokal,” terang Debora kepada Cenderawasih Pos, Selasa (26/7).
“Terkait informasi adanya keterlibatan anggota TNI dalam kasus kaburnya Bupati Mamberamo Tengah RHP yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh KPK, saya Kapenrem 172/PWY Mayor Inf Dewa Made DJ menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan adanya keterlibatan anggota TNI dalam membantu kaburnya Bupati Mamberamo Tengah RHP,” kata Dewa dalam rilisnya, Senin (25/7).
"Kami masih menunggu konfirmasi dari dokter yang menangani terdakwa. Karena kalau sidang dilanjutkan tapi terdakwa masih sakit kan tidak baik juga,” jelas Edy Soeprayitno kepada wartawan, Senin (25/7).
“Mereka (KKB-red) mengklaim orang yang dibunuh adalah intel, padahal orang-orang sipil yang bekerja di daerah tersebut. Kami rasa ini kekejaman yang keterlaluan. Dimana di antara korban tersebut ada seorang ustaz dan pendeta,” ungkap Uskup Leo Ladjar saat ditemui Cenderawasih Pos di Jayapura, Senin (25/7).
Mantan Bupati Jayawijaya tersebut menilai kesiapan tersebut akan menjadi dasar yang kuat untuk menjalankan pelayanan publik khususnya untuk mempersiapkan DOB di wilayah Papua Tengah dapat berjalan dengan baik.
Apresiasi ini diberikan secara lisan dari hampir seluruh anggota MRP karena menganggap baru kali ini pimpinan dan sebagian anggota DPRP datang dan berkoordinasi sekaligus berkonsultasi terkait regulasi yang tengah dibahas.
"Sesuai janji kami setelah aksi tanggal 14 Juli lalu, kami akan turun lagi. Dalam waktu dekat kami PRP secara nasional memutuskan untuk penting sekali turun kembali secara nasional," ungkap Juru Bicara PRP, Jefry Wenda di Kotaraja, Senin (25/7).
“Kita perlu mempunyai dokumen kebudayaan, sehingga Papua punya cerita di masa lalu dalam berbagai runtutan peradaban. Menceritakan budaya-budaya yang kita punya, termasuk teknologi dan bahasa yang akan memperkaya kebudayaan nasional,” kata Derek dalam acara Rapat Koordinasi antar instansi terkait dalam keselarasan program kerja BPNB Papua, Senin (25/7).