Hal ini disampaikan dokter pribadi Lukas Enembe, dr Anton Mote. Kata Mote tiga dokter ini berasal dari RS Elisabeth Singapura dan ketiganya memiliki spesialisasi yang berbeda. Ada spesialis jantung, sub spesialis ginjal dan dokter internis.
Terkait ini Anton Mote menyatakan bahwa info tersebut adalah hoax atau kabar tak benar. Pasalnya ia baru saja bersama Gubernur dan semua masih dalam penanganan seperti biasa.
“Kita baru buat simulasi kalau APBD Papua dibagi menjadi empat yakni Papua selatan, Papua Tengah Papua Pegunungan dan Provinsi Papua. Sudah pasti akan mengurangi semua sumber pembiayaan kita,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Muhammad Musa'ad.
Triwarno juga mengaku jika agenda pemerintahan berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. Bahkan secara kelembagaan secara instusional semua berjalan dengan baik, tidak ada hambatan sekalipun Gubernur terlilit persoalan.
Selain itu kata Pangdam XVII/Cendrawasih itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Komnas HAM terkait solusi penyelesaian kasus mutilasi seperti apa. "Kami juga sudah sampaikan tuntutan pihak keluarga kepada Komnas HAM untuk meminta solusi terkait proses hukum terhadap kasus ini," pintanya.
Sebagaimana, jika tak ada perubahan akhir Oktober 2022 peresmian sekaligus pelantikan Penjabat Gubernur di tiga wilayah DOB di Papua. “Kita sebagai provinsi induk diminta oleh Mendagri untuk mendata semua kebutuhan ASN untuk mengisi di tiga wilayah DOB,” kata Marthen saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (6/10) kemarin.
Koordinator Kuasa Hukum Gubernur Papua, Petrus Bala Pattyona mengatakan, kehadiran Kabinda di kediaman Lukas Enembe untuk menyampaikan keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar Lukas Enembe bisa mengikuti pemeriksaan di Jakarta.
“Kami berkolaborasi menjalankan kebijakan pemerintah bersama dengan berbagai pihak seperti lintas kementerian, swasta, hingga lembaga-lembaga di daerah berjalan dengan baik,” kata Paskalis membaca sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam Rakormanda di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (6/10)
Lanjutnya, program Literasi Digital dimaksudkan agar para pelajar dapat memahami bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan bijak. Sebab, di media sosial itu tidak semua informasi bermanfaat, karena ada juga informasi yang sifatnya bohong, provokstif dan sebagainya.