Nanti akan ada Tim Kajian yang akan bekerja sehingga memberikan alasan-alasan dan pertimbangan–pertimbangan kepada Kepala Staf Angkatan Darat yang nanti dilanjutkan kepada Bapak Panglima,’’ tandas Pangdam Muh Saleh Mustafa kepada wartawan di Merauke Selasa (11/10) malam.
Sekedar diketahui, Tim dokter Gubernur Papua Lukas Enembe terdiri dari dokter spesialis jantung, dokter internis dan satu orang perawat. Mereka adalah Cheng Ho Patrick Ang kebangsaan Singapura, Mardiana Binte Ayob kebangsaan Singapore dan Snooky Tabiliran Lagas kebangsaan Filipina
“Pemerintah Provinsi Papua akan mengambil langkah-langkah teknis dengan ikut serta menempatkan ASN nya di DOB. Namun lagi-lagi ini menjadi kewenangan pemerintah yang masih dikonsolidasikan antara pemerintah pusat dengan pejabat Pemrov juga kabupaten cakupan,” kata Derek kepada Cenderawasih Pos.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, mengantisipasi upaya pencegahan kesalahan administrasi dan penyelewangan, Inspekorat melakukan revieuw terhadap RKPD, KUA PPAS dan RKA setiap tahun anggaran termasuk TA 2022.
“Pemerintah Provinsi Papua akan mengambil langkah langkah teknis ikut serta menempatkan ASN nya di DOB. Namun lagi lagi ini menjadi kewenangan pemeritah yang masih dikonsolidasikan antara pemerintah pusat dengan pejabat Pemrov juga kabupaten cakupan,” kata Derek kepada Cenderawasih Pos, Selasa (11/10).
Dilansir dari dari berbagai media bahwa sebelumnya terdapat informasi pasca penembakan terhadap anggota Satuan BKO Apter Koramil Persiapan Suru-suru, Sabtu 20 November 2021 silam membuat masyarakat di distrik setempat ketakutan dan memilih mengungsi ke hutan. Bahkan akses trasportasi masuk ke distrik Suru-suru ditutup warga.
Dokter Pribadi Gubernur Papua, dr Anton Mote menyampaikan, Tim Dokter Singapura telah tiba Selasa pagi di Jayapura dan Gubernur akan menjalani serangkaian pemeriksaan dan perawatan.
Juga pelaksana Direktur Jenderal Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Keamanan, Departemen Luar Negeri Papua Nugini Mr. Brian Kaumu, Pelaksana Direktur Jenderal Bilateral, Departemen Luar Negeri Papua Nugini Adi Dzulfuat, Direktur Pasifik dan Oseania, Kementerian Luar Negeri RI Kawasan Perkotaan dan Batas Direktur Negara, Kementerian Dalam Negeri RI dan anggota Delegasi Papua Nugini serta anggota Delegasi Indonesia.
"Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan nasional dimana semua harus mendukung produk-produk dalam negeri, sehingga memudahkan UMKM dalam memproduksikan jualan. Kami membutuhkan dukungan digitalisasi untuk mensukseskan e-Katalog lokal ," kata Derek, Selasa (11/10).
Kondisi ini juga umumnya diawali dengan peralihan musim kemarau ke musim hujan dengan karakteristik cuaca umumnya terjadi hujan lebat berdurasi singkat yang disertai badai guntur dan angin kencang.