Plt. Kepala BPSDM Papua Anthony Mirin mengatakan khusus di provinsi induk ada kurang lebih 7.000 ASN. Masing masing DOB sudah disiapkan 1.000 ASN. Sehingga total 3.000 ASN yang akan ditempatkan langsung dari provinsi induk.
Dalam aksi itu pihak Kepolisian sempat keluarkan gas air mata untuk mengamankan dan melakukan penembakan di dalam halaman kampus, selain itu, secara terpisah usai di amankan mahasiswa sebelumnya ada juga dua mahasiswa di jemput paksa aparat karena dinilai terlibat saat menonton kejadian itu, mereka langsung ditangkap sambil aparat melakukan pemukulan kepada mahasiswa hingga berdarah di sekitaran wajah mahasiswa.
Dimana pada Februari tahun 2022 lalu, anggota TNI melakukan tindakan penganiayaan dan penyiksaan terhadap 7 anak di bawah umur yang menyebabkan satu diantaranya meninggal dunia.
“Kalau kami evaluasi memang terlihat jelas bahwa akan ada euforia yang berlebihan untuk piala dunia tahun ini. Pasalnya kemarin moment ini pasca covid jadi suasananya bisa lebih ramai,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon melalui ponselnya, Rabu (9/11).
Ketua Tim Penyelesaian non yudisial Pelanggaran HAM berat Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnarki menyatakan pihaknya ke Wamena untuk menjaring aspirasi dari korban pelanggaran HAM berat yang terjadi di Wamena pada tahun 2003.
"Memang benar dari penyelidikan yang dilakukan tim Satgas Damai Cartenz dengan Polsek Beoga terungkap pelaku penyerangan hingga menewaskan seorang pekerja merupakan anak buah Joni Botak," kata Komandan Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Gatot Suprasetyo.
Kapolda menyampaikan bahwa jauh-jauh hari ia pernah menyampaikan bahwa silakan saja mencari nafkah tapi yang perlu diingat adalah nyawa itu tak ada cadangannya. “Kalau masih berani kesana ya resikonya seperti ini (tewas). Tidak ada yang melarang mencari nafkah tapi tidak harus berakhir dengan kematian juga,” ujar Kapolda, Selasa (8/11).
Hal tersebut berdasarkan laporan pemantauan dan penyelidikan peristiwa dugaan penyiksaan oleh anggota Kopasus TNI AD di Distrik Arso, kepada tiga anak yang mengakibatkan 1 kritis dan dua lainnya mengalami luka luka.
"PFA memutuskan berangkat ke Bali karena kebutuhan mencari pengalaman dan lawan latih tanding yang kita anggap kualitasnya lebih baik dari tim SSB di Timika," kata Direktur Akademi PFA yang juga mantan asisten pelatih timnas Indonesia Wolfgang Pikal dalam keterangan resminya, Selasa.
“Adapun kaitannya dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) apakah akan berkurang atau seperti apa kami tidak dapat memberikan tanggapan, karena subsidi merupakan kewenangan Pemerintah Pusat,” ucap Jeri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (8/11).